- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Manfaat Okra untuk Penderita Diabetes

Sebagian masyarakat Indonesia mungkin masih asing dengan makanan satu ini. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa okra merupakan makanan yang baik bagi penderita diabetes. Lalu, apa sebenarnya okra? Okra tumbuh subur di daerah beriklim sedang. Tanaman ini menghasilkan bunga besar seperti kembang sepatu dan polong biji hijau. Ini adalah anggota keluarga mallow.
Anggota populer lainnya termasuk kembang sepatu, kakao, dan kapas. Secara ilmiah dikenal sebagai Abelmoschus esculentus, orang mungkin telah menanam okra sejak 2000 SM di Mesir, menurut situs Kew Royal Botanic Gardens di Inggris. Buah yang mirip sayuran ini juga memiliki peran dalam pengobatan tradisional. Rasa Okra ringan dan orang bisa memakan seluruh polong bijinya. Di Indonesia, okra bisa didapatkan di berbagai supermarket dengan harga yang cukup murah.
Baca Lainnya :
- Benarkah Mengonsumsi Ibuprofen Saat Terinfeksi Virus Corona Bisa Berbahaya0
- dr Tirta Berstatus PDP Covid-19,Titip ke Anies & Sebut Staf Presiden Jokowi0
- Cara Mengobati Diabetes secara Alami dan Mudah0
- Pernah Sakit-sakitan, Rajin Olahraga Bikin Nenek 73 Tahun Jauh Lebih Bugar0
- Ajaib, Kakek Usia 101 Tahun Berhasil Sembuh dari Virus Corona Covid-190
Manfaat okra untuk penderita diabetes Studi tahun 2017 yang diterbitkan di PLOS One menyelidiki efek okra pada tikus dengan diabetes. Zat yang disebut myricetin hadir dalam okra dan beberapa makanan lain, termasuk anggur merah dan teh. Para peneliti mengekstraksi myricetin dari okra, lalu memberikannya kepada tikus. Hasilnya menunjukkan, okra meningkatkan penyerapan gula di otot tikus sehingga menurunkan kadar glukosa darah mereka.
Sebuah tinjauan Ilmu Pangan dan Kesehatan Manusia tahun 2012 menunjukkan sejumlah penelitian laboratorium dan hewan lain yang menghubungkan myricetin dengan penurunan gula darah. Para penulis berpendapat bahwa myricetin juga dapat mengurangi faktor risiko lain untuk diabetes. Selain itu, penulis studi hewan tahun 2011 menemukan adanya hubungan antara okra dan penurunan lonjakan gula darah.
Para peneliti memberikan gula cair dan okra murni kepada tikus melalui selang makanan. Dibandingkan dengan kelompok terkontrol, tikus yang mengonsumsi okra memiliki lonjakan gula darah yang lebih rendah setelah diberi makan. Penulis penelitian percaya bahwa larutan okra telah memblokir penyerapan gula di usus.
Studi ini juga mengeksplorasi interaksi antara okra dan metformin, obat yang dapat menurunkan gula darah pada diabetes tipe 2. Okra tampaknya menghalangi penyerapan metformin. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman dapat mengurangi efektivitas obat. Namun, mencari tahu cara okra memblokir penyerapan obat masih perlu penelitian lebih lanjut.
Penelitian lain tahun 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences menunjukkan hubungan antara okra dan menurunkan kadar gula darah. Selama 14 hari, para peneliti mempertahankan kadar gula darah yang konsisten pada tikus dengan diabetes.
Mereka kemudian memberi tikus ekstrak kulit okra bubuk dan dosis biji hingga 2.000 miligram per kilogram berat badan. Dosis yang relatif tinggi ini tampaknya tidak memiliki efek beracun dan mengakibatkan penurunan kadar gula darah hingga 28 hari setelah tikus mengonsumsi okra. Namun, penelitian berakhir pada hari ke-28, jadi belum diketahui seberapa lama efek tersebut akan bertahan.
Risiko mengonsumsi okra Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa okra memiliki efek samping negatif. Misalnya, okra dapat membuat obat metformin kurang efektif. Selain itu, okra kaya akan zat yang disebut oksalat. Zat ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada orang yang rentan. Tanaman dapat mengandung bakteri, pestisida, dan zat berbahaya lainnya.
Orang tidak boleh mengonsumsi okra busuk, okra beku yang melewati tanggal kedaluwarsa, atau okra yang belum dicuci dengan benar. Orang yang alergi terhadap okra harus menghindarinya. Mereka yang alergi terhadap tanaman lain dalam keluarga mallow, seperti kembang sepatu atau kapas, mungkin juga alergi terhadap okra. Okra adalah sumber vitamin K yang baik, tetapi tanaman yang kaya vitamin ini dapat mempengaruhi kemampuan darah untuk membeku.
Orang dengan gangguan pendarahan harus berkonsultasi ke dokter tentang makanan apa pun yang mungkin tidak aman. Okra tidak akan menyembuhkan diabetes, seperti yang ditunjukkan oleh seorang blogger kesehatan. Penderita diabetes tetap harus menjalani treatment tertentu yang dianjurkan oleh dokter.[]






















