- Polisi Tangkap Pelaku Pencoretan Musala `Saya Kafir` di Tangerang
- KPK Dalami Dugaan Proyek Selain RTH Bandung, Periksa Eks Pejabat Pemkot
- Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad Meninggal Dunia
- Proyek Cabut Red Notice Djoko Tjandra Dibanderol Rp10 Miliar
- Eks Sekretaris MA Nurhadi Segera Disidang
- Pejabat Positif Covid-19 Diminta Buka-bukaan
- Jabar Tawarkan 7 Proyek Siap Bangun, Genjot Investasi di Tengah Pandemi
- PN Bandung Batalkan Status Tersangka Notaris Senior di Bandung
- Warga Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Purwakarta Capai 56 Orang
- Operasi Gabungan Protokol Kesehatan Bakal Digelar di Jabar, Catat Tanggalnya
- Pemkot Bandung Akhirnya Cabut Buka Tutup Jalan Ottista, Pascademo Pedagang
- Operasi Yustisi Digencarkan, Kasus COVID-19 di Purwakarta Cenderung Naik
- Ruang Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh, Sehari 33 Pasien Terkonfirmasi COVID-19
- PSK Bawa Kabur Motor Pelanggannya, Habis Begituan Enggak Dibayar
- Kades Cikampek Timur Ditangkap Jaksa Kejari Karawang, Buron 9 Bulan
Konflik Makin Tajam, Dubes AS untuk China Mengundurkan Diri

BEIJING, --Duta Besar Amerika Serikat untuk China, Terry Branstad, bakal mengundurkan diri dari jabatannya diduga karena dipicu konflik di antara kedua negara yang semakin tajam.Informasi itu diperoleh dari sebuah sumber, Senin (14/9).
Menurut sumber itu, Branstad diperkirakan akan meninggalkan Beijing sebelum pemilihan umum AS pada 3 November mendatang.
Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China di berbagai bidang.
Baca Lainnya :
- Kapolres dan Wakapolres Pidie Jaya Positif Corona0
- DPR Setuju Anggaran Polri Rp131 T, Kriminal Tinggi Usai Covid0
- Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah Dituntut 4 Tahun Penjara0
- Anak Aniaya Ibu Gara-gara Tak Punya Uang Urus Keterangan Swab0
- PDIP Tak Polisikan Dugaan Pelecehan Seks Calon PKS di Depok0
Pada Jumat pekan lalu, pemerintah China mengumumkan bahwa mereka akan memberlakukan pembatasan yang tidak ditentukan terhadap diplomat dan personel senior AS di China. Langkah itu menyusul AS yang memberlakukan tindakan serupa, yakni menargetkan korps diplomatik Beijing pada 3 September.
Dalam sebuah unggahan di Twitter pada Senin pagi waktu setempat, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Branstad atas jasanya kepada rakyat AS sebagai duta besar.
"Presiden (Donald Trump) memilih Duta Besar Branstad karena pengalamannya selama puluhan tahun berurusan dengan China, membuatnya menjadi orang terbaik untuk mewakili pemerintah dan untuk membela kepentingan dan cita-cita Amerika dalam hubungan penting ini," tulis Pompeo.
Dia tidak memberikan alasan mengenai mundurnya Branstad atau pengumuman tentang calon penggantinya.
Branstad adalah salah satu duta besar pertama yang ditunjuk Presiden Trump pada Desember 2016, tak lama setelah Trump memenangkan pemilihan presiden AS.
Saat itu, Trump mengatakan dia memilih Branstad karena pengalamannya dalam kebijakan publik, perdagangan, dan pertanian, serta "hubungan lama dengan Presiden Xi Jinping" yang dikenal Branstad sejak 1985 melalui pertukaran pemerintah AS-China.
Selama periode itu, keduanya diyakini telah menjalin persahabatan.
Awalnya, pengangkatan Branstad disambut baik oleh China. Saat itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, memujinya sebagai "teman lama rakyat China".
Meski demikian, seiring waktu, Branstad harus melalui salah satu periode paling sulit dalam hubungan AS dan China.
Pada 9 September, Branstad menulis opini yang menuduh pemerintah China "mengeksploitasi" keterbukaan AS dalam beberapa dasawarsa terakhir. Juru Bicara Partai Komunis menolak opini itu diterbitkan oleh surat kabar People's Daily karena "sangat tidak konsisten dengan fakta".
"Jika Anda memang ingin menerbitkan opini ini di People's Daily, Anda harus melakukan revisi substansif berdasarkan fakta dalam prinsip kesetaraan dan saling menghormati," kata media pemerintah China dalam surat penolakannya.
Sebagai tanggapan, Pompeo menuduh People's Daily "munafik" dengan mengatakan bahwa jika pemerintah China adalah kekuatan yang matang, ia akan "menghormati hak diplomat Barat untuk berbicara langsung kepada rakyat China"[]

































