- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Kebiasaan Yang Bisa Kurangi Risiko Serangan Jantung

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia dengan jumlah 17,9 juta kematian pada 2019. Sebanyak 85 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh serangan jantung dan strok.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Dua di antaranya adalah faktor risiko yang tak bisa diubah seperti usia dan riwayat keluarga.
Baca Lainnya :
- Polisi 7 Kali Cabuli Mertua, Tepergok Istri Simpan Foto-foto di HP0
- Pemkot Bandung Distribusikan Bantuan untuk Warga0
- dr Tirta Berstatus PDP Covid-19,Titip ke Anies & Sebut Staf Presiden Jokowi0
- Bupati Cirebon dan Pengurus Hipmi Cirebon Negatif Corona0
- UU Kekarantinaan: Pemerintah Tanggung Jawab Penuhi Kebutuhan0
Masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi juga turut berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung. Faktor lain yang turut berperan adalah gaya hidup seperti merokok.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memenghindari risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Berikut ini adalah lima di antaranya:
1. Jaga kadar kolesterol
Peningkatan kadar kolesterol darah akan disertai dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Kadar kolesterol darah turut dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan pola makan.
Penerapan pola makan yang sehat sangat dianjurkan untuk mengelola kadar kolesterol darah tetap sehat. Misalnya, menurunkan asupan lemak jenuh, mengeliminasi asupan lemak trans, mengonsumsi Omega-3, dan meningkatkan asupan serat. Olahraga rutin dan menghindari konsumsi alkohol juga akan membantu.
2. Kelola tekanan darah
Tekanan darah yang tinggi akan meningkatkan beban kerja jantung. Bila dibiarkan, otot jantung akan lebih kaku dan menebal sehingga menyebabkan jantung berfungsi secara tidak normal.
Tekanan darah yang tinggi juga meningkatkan risiko strok, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung kongestif. Bila dikombinasikan dengan obesitas, kebiasaan merokok, kadar kolesterol darah yang tinggi, atau diabetes, tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung atau strok lebih besar lagi.
Untuk menjaga tekanan darah tetap normal, jaga lingkar pinggang dan berat badan dalam kondisi yang sehat atau normal. Selain itu, lakukan olahraga rutin dan kurangi stres.
3. Hindari penambahan berat badan
Kelebihan berat badan dapat berkontribusi pada kadar kolesterol yang tinggi. Kelebihan berat badan bisa dicegah dengan mengganti pilihan asupan makan dan minum yang tak sehat menjadi lebih sehat. Misalnya, orang yang terbiasa mengonsumsi minuman bergula bisa menggantinya menjadi air putih.
Tingkatkan aktivitas sehari-hari dengan hal yang sederhana seperti memperbanyak jalan kaki dan aktivitas berdiri. Misalnya, membersihkan kebun atau memasak.
4. Jauhi alkohol
Konsumsi alkohol berlebih dapat memicu beberapa masalah kesehatan. Sebagain di nataranya adalah tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan strok.
5. Musuhi rokok
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Merokok juga merupakan faktor risiko independen bagi kematian jantung mendadak pada pasien penyakit jantung koroner.
Dampak lain dari merokok adalah meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Paparan asap rokok pada non perokok dapat meningkatkan risiko mereka terhadap penyakit jantung.[]






















