- Diduga Terpapar Covid-19, Keluarga JN Mengaku Mendapat Stigma dari Warga
- Hasil Monitoring Polres, Para Calon Kades di Kab. Sumedang Minta Pilkades Sesuai Jadwal
- Karyawan PT. Wasko Beberkan, Dinasker Bartim Tidak Netral Dalam Melaksanakan Mediasi
- Kapolsek Sukabumi AKP Doddy Rosjadi Berikan Kursi Roda Kepada Penyandang Disabilitas
- Kapolres AKBP Sumarni Kembalikan 2 Unit Motor Hasil Curian ke Pemiliknya
- Brigjen Prasetijo Limpahkan Tuduhan Surat Palsu ke Anak Buah
- Dosen dan Karyawan UNS Meninggal Karena Covid-19
- Jenderal Polisi Diduga LGBT Diperiksa Propam Polri
- 18 Pejabat Berebut Posisi Sekda DKI
- Klaster STIP Bertambah, 39 Taruna Positif Covid-19
- Abaikan Kritik PMK Radiologi, Menkes Terawan Akan Disomasi
- 150 Pekerja Terdidik Dikirim Pemagangan ke Jepang Selama Tiga Tahun
- Kios Beras di Purwakarta Ludes Terbakar Mengakibarkan Kerugian Rp100 Juta
- Kasus Aniaya-Sekap, Polda Jabar Telah Periksa 9 Orang dari KAMI Jabar
- Atap RSUD Ciamis Ambruk, Pasien IGD dan COVID-19 Dipindahkan
Kang Emil soal Masker Scuba dan Buff Dilarang Dipakai

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil angkat bicara soal larangan penggunaan masker scuba dan buff karena dinilai tidak efektif dalam mencegah penularan COVID-19.
Kang Emil, sapaan akrabnya, meminta warga Jabar beradaptasi sebagai bagian adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi COVID-19, termasuk beradaptasi dengan imbauan tidak menggunakan masker scuba dan buff karena dinilai tidak efektif menangkal droplet.
Kang Emil berharap, warga Jabar, khususnya di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) bisa menyesuaikan diri dengan aturan baru soal larangan penggunaan masker scuba dan buff di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.
Baca Lainnya :
- Ketua KPU: Kami Akan mencabut aturan Konser Musik saat Kampanye Pilkada0
- Napi dan Petugas Lapas Sukamiskin Dites Swab, Buntut Supendi Positif COVID-190
- 2 Anggota Polisi Terluka saat Kerusuhan di Kendari0
- 4 ASN Positif Covid-19, Kantor Wali Kota Jakarta Barat Ditutup Mulai Besok0
- Aksi Penipuan CPNS Telan Korban 55 Orang dengan Uang Rp3,8 Miliar0
"Dulu scuba oke (dipakai) karena mudah dan murah, sekarang tidak boleh, ya sudah menyesuaikan atau beradaptasi saja, karena ini bagian dari AKB," ujar Kang Emil di Bandung, Kamis (17/9/2020).
Soal adaptasi penggunaan masker, Kang Emil juga mencontohkan kondisi di awal pandemi dimana masker disebut hanya digunakan oleh orang sakit. Namun, setelah diteliti, masker juga ternyata harus dipakai orang yang sehat guna mencegah penularan COVID-19.
"Dulu, yang pakai masker hanya untuk yang sakit, setelah direvisi ternyata untuk (dipakai) orang yang sehat juga," katanya.
Diketahui, berdasarkan informasi yang diunggah PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), masker scuba dan buff hanya memiliki efektivitas 0 persen hingga 5 persen untuk mencegah risiko terpapar debu, virus, bakteri, atau partikel lainnya.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melalui pernyataan Juru Bicara, Wiku Adisasmito pun mengatakan, masker scuba dan buff kurang efektif menangkal COVID-19 karena hanya memiliki satu lapisan dianggap terlalu tipis, sehingga kemungkinan droplet tembus lebih besar.
Menggunakan masker merupakan satu dari tiga protokol kesehatan 3M. Dua lainnya adalah menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
Dari tiga cara pencegahan penularan COVID-19 itu, penggunaan masker dinilai paling penting dan efektif asalkan masker yang dipakai sesuai dengan jenis masker yang paling efektif mencegah penularan virus, antara lain masker bedah dan masker kain tiga lapis.[]
































