- Pencairan Bankeu Tercium Aroma Korupsi, 10 Desa di Kab Tasik Diperiksa
- COVID-19 Menggila di Pesantren Al-Qur\'aniyyah Kabupaten Majalengka
- 159 Calon Jamaah Haji Tarik Uang Pendaftaran, Tak Ada Kepastian Jadwal Keberangkatan
- 9 Orang Meninggal Akibat COVID-19, Akibat Klaster Hajatan di Subang
- Modus Beli Bersubsidi, Oplosan Gas Elpiji di Bogor Dibongkar
- PPKM Terus Diperpanjang, Tapi Kasus COVID-19 di Cimahi Malah Naik
- Dinkes KBB Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Usai Lebaran
- Sinergitas Lapas Garut Dengan Dinas Damkar, Tentang Penanggulangan Kebakaran
- Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Keamanan di Kawasan Pelabuhan
- Bandar Narkoba Bersenjata AK47 dan M16 Diringkus Saat Bawa 89 Kg Sabu
- Kedubes RI di Singapura Diminta Jaksa Agung Pulangkan Andelin Lis
- Kemlu Berhasil Pulangkan 172 ABK WNI Stranded dari Fiji
- Ridwan Kamil Siapkan 3.000 Bed Tambahan, Pasien COVID-19 Terus Bertambah
- RSUD Kota Tangerang Kewalahan Tampung Pasien, Kasus Covid-19 Melonjak
- 11 Siswa Boarding School di Kota Bogor Terpapar Corona
Imbas Mudik Dilarang, Hotel di Jabar Pun Kosong Melompong Tanpa Tamu

BANDUNG - Kebijakan larangan mudik Lebaran berimbas langsung terhadap sektor bisnis perhotelan di Jabar . Hal itu ditandai dengan banyaknya hotel yang kosong melompong tanpa tamu atau zero occupancy sejak kebijakan tersebut diterapkan.
Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, hingga Jumat (14/5/2021), banyak hotel di Jabar yang mengalami zero occupancy. Kondisi tersebut telah terjadi sejak sepekan terakhir.
"Selain imbas kebijakan larangan mudik, kondisi tersebut juga disebabkan karena larangan berwisata, khususnya di wilayah zona merah dan oranye," ungkap Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar, Jumat (15/4/2021).
Baca Lainnya :
- 3 Lokasi Rapid Test Covid-19 di Jabar0
- Akibat Longsor di Cianjur 20 rumah Ambruk 0
- Bawa 9 Ton Alat Kesehatan, Hercules C-130 Telah Kembali ke Indonesia0
- dr Djoko Judodjoko Meninggal Diduga Terinfeksi Covid-19, Setelah Tangani Pasien Corona0
- 2 Anggota DPRD Gorontalo dan 1 ASN Ditangkap di Diskotek DKI, Diduga Pesta Narkoba0
Dia mencontohkan, kondisi zero occupancy dialami sejumlah hotel di kawasan Cihampelas, Kota Bandung. Selain itu, sejumlah hotel di Kota Tasikmalaya pun mengalami nasib yang sama. "Ada beberapa hotel dalam satu minggu ini zero okupansi, biasanya tidak pernah hotel zero okupansi, sekarang ini terjadi," lanjut Herman.
Lebih lanjut Herman mengatakan, selama pandemi COVID-19 melanda, pergerakan wisatawan di Jabar sulit diprediksi. Kondisi tersebut mengakibatkan para pelaku bisnis perhotelan kesulitan mempertahankan bisnis hotelnya.
"Mengharapkan warga Kota Bandung menginap di hotel kalau dulu oke karena pembantunya pulang ke daerah. Tapi sekarang, pembantunya juga gak bisa pulang. Berarti kan dia ada tukang masak di rumah, mereka ga nginep di hotel," terang Herman mencontohkan kondisi yang sulit diprediksi itu.
Jika kondisi tersebut terus berlanjut, kata Herman, maka bakal semakin banyak hotel di Jabar yang bangkrut. Dia menyebutkan, banyak hotel di Jabar sudah tidak beroperasi, bahkan dijual akibat pemilik maupun pengelola hotel tak mampu menanggung beban operasional.
"Pengusaha tidak mungkin gak bayar gaji atau THR, makanya sekarang kan ada hotel yang dijual-dijual," imbuhnya.
Herman berharap, pemerintah segera memberikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, sektor perhotelan menjadi sektor yang paling terdampak langsung pandemi COVID-19 dan harus segera bangkit.
"Kebijakan apa yang harus dilakukan kepada pengusaha setelah Lebaran, jangan pemerintah seolah tidak tahu masalah," tegasnya.
Herman menambahkan, upaya pemulihan ekonomi di tengah pembatasan aktivitas masyarakat harus terus dipikirkan oleh pemerintah. Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, kata Herman, harus disiapkan secara matang dan adil.
"Mari kita pikirkan, persiapkan agar COVID-19 segera berlalu. Minimal, Jabar mengeluarkan kebijakan yang bisa dipahami semua pihak agar ekonomi kembali bangkit," tandasnya.[]
































