- PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
- Calon TKI asal Majalengka Jebloskan 3 Penyalur Ilegal ke Tahanan
- 4 Korban Tertimbun Longsor Sumedang Ditemukan Dalam Rumah. Diduga Sekeluarga
- Cari 8 Korban Tersisa, SAR Bandung Fokus Gali Rumah Longsor Pertama
- Deretan Kasus Besar yang Diungkap Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri Tunggal
- Menaker Buka-bukaan, Ada Ratusan Ribu Pekerja Tidak Menikmati BLT Gaji
- Jokowi Ingin Gaji Guru PPPK Setara PNS
- Mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno Tersangka Kasus Korupsi
- KPK Panggil Direktur Utama PT Mandala Hamonangan Sude, Kasus Suap Bansos
- Guru Honerer Dapat Guyuran Sisa BLT Subsidi Gaji
- Kasus Edhy Prabowo, KPK Panggil Lagi Gubernur dan Bupati Kaur Bengkulu
- PPATK Bekukan 92 Rekening FPI
- RS Darurat Secapa AD Baru Dibuka Langsung Diserbu Pasien COVID-19
- 25 Relawan Uji Klinis Terpapar COVID-19, Mayoritas OTG
- Satgas Segel 22 Tempat Usaha, Satu Pekan PPKM di Kota Bandung
Antisipasi Longsor Susulan di Sumedang, 200 KK Diungsikan

SUMEDANG -Sekitar 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data yang ada 125 KK berasal dari Perum SBG Parakan Muncang, 54 KK dari Blok Cabe dan 24 KK lainnya berasal dari sekitar lokasi longsor.
"Data pengungsi yang akan kita tangani langsung sekarang ada 125 KK, ini data bergerak, yang baru masuk, karena saya langsung koordinasi dengan ketua RT dan RW, ada 125 KK untuk pengungsi di SBG dan kita akan mobilisasi untuk pindah ke tenda pengungsian yang sedang dibangun sekarang, itu 125 KK, dalam radius 30 meter dari lokasi longsor, kemudian untuk di daerah bawah, blok Cicabe ada 54 KK," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman di Posko SAR Cimanggung, Senin (11/1/2021).
Baca Lainnya :
- Imigrasi: 118 WNA ditolak masuk ke Indonesia cegah virus COVID-190
- Jakarta Banjir Lagi, Sejumlah Rute Transjakarta Dihentikan Sementara0
- Alat Radiologi RSCM Terendam Banjir, Menkes Komunikasi dengan Bapeten0
- Banjir Satu Meter, Warga Cakung Timur Mengungsi0
- Bangun Kesiangan Belum Shalat Subuh, Harus Bagaimana?0
Sejumlah pengungsi akan diungsikan ke SD Ciparuat, SD Al Hidayah dan beberapa tempat lainnya. Sementara pengungsi dari SBG akan dialihkan ke gedung serbaguna di kompleks SBG. Seperti diketahui, sebagian rumah di Perum SBG ikut ambles saat bencana longsor yang menerjang Pondok Daud.
Meski begitu, Herman mengatakan warga diberi kebebasan untuk mengungsi ke tempat lain secara mandiri.
"Untuk masyarakat, silakan kami siapkan tempat pengungsian, apabila menyiapkan tempat pengungsian mandiri ya silakan, tapi kami akan data ini, kami akan data dari 125 KK dan 54 kKK di bawah, termasuk zona satu yang terdampak, kita sedang cek by name by address, silakan mau mandiri atau mau terpusat kita siapkan di SBG dan di SD Cipareuat, termasuk sekolah ini (Sman Cimanggung), silakan boleh di saudaranya asalkan representatif, kalau tidak kami minta pindah ke tempat ang kami sediakan," katanya.
Posisi Perum SBG berada di atas bukit yang meluluhlantakan Pondok Daud. 13 orang ditemukan meninggal dunia dan 27 lainnya masih dinyatakan hilang saat berita ini diturunkan.
"Yang sudah siap 2 dari Sumedang, 5 dari BPBD Jabar, apabila kurang, kita akan bangun lagi,logistik air bersih akan kita siapkan semua, kita pastikan pengungsi aman semua," katanya.
Sedangkan untuk relokasi permanen, ujar Herman, saat ini pihaknya akan melakukan identifikasi lahan desa. Sampai saat ini Pemkab masih melakukan survei untuk lahan. Sementara rehabilitasi rumah akan dibantu presiden dan pembangunannya akan ada garansi dari BNPB.
"Dan kami juga perlu informasikan bahwa bupati sudah menerbitkan 3 keputusan. Yang pertama itu keputusan Bupati nomor 21 tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor, Kabupaten Sumedang," katanya.
Status tersebut akan berlaku dari 9 hingga 29 Januari. "Jadi kurang lebih 21 hari, tiga minggu karena musim hujan. Kita ingin pastikan sampai tuntas, sehingga kita bisa fokus ke penanganan, sesuai pertimbangan BPBD dan BNPB juga," ujarnya[]

































