- BBPLK Bandung Targetkan Minimal 70 Persen Peserta Pelatihan Terserap oleh Industri
- Kejati Banten Usut Dugaan Penyunatan Dana Hibah Ponpes Rp 117 Miliar
- Proyek Bersama Korsel-Indonesia, Jet Tempur KF-21 Resmi Meluncur
- Tak Pernah Digaji Majikan 18 Tahun, PMI Kabupaten Bandung Diungsikan ke KJRI Jeddah
- Siswa Antusias Mengikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Di Majalengka
- Buruh di Karawang Polisikan Bos WN Jepang Atas Dugaan Penganiayaan
- 5 Pintu Gerbang Utama Jawa Barat Ini Dijaga Ketat, Pasca Mudik Dilarang
- Ridwan Kamil Lantik Dedi Taufik Jadi Penjabat Bupati Bandung
- Cegah Sahur On The Road, Disdik Jabar Arahkan Pelajar SMA Ikut Pesantren Kilat
- Sakit Hati Ditinggal Menikah, Ayah Kandung Culik Dan Siksa Anaknya
- 1 Buronan Terduga Teroris Jakarta Serahkan Diri ke Polisi
- 3 Gadis Cantik Warga Negara Uzbekistan Dijajakan di Bali
- Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja
- Kota Bandung Bakal Gelar Sekolah Tatap Muka Bagi Siswa SD dan SMP
- BLT UMKM Rp1,2 Juta Tetap Disalurkan di Bulan Puasa
Wanita Pamer Mobil Dinas TNI di Medsos, Ternyata Gunakan Plat Nomor Palsu

BANDUNG - Wanita yang tengah viral di media sosial karena memamerkan mobil dinas TNI dengan pelat nomor merah yang diklaim milik suaminya, akhirnya minta maaf. Wanita yang belum diketahui identitasnya itu meminta maaf kepada jajaran TNI dan seluruh rakyat Indonesia karena aksinya yang membuat banyak orang geger.
"Saya sebelumnya meminta maaf atas ketidaknyamanan kepada seluruh warga Indonesia, dan atas beredar luasnya video saya yang lagi viral banget mengenai pelat dinas," ujar wanita tersebut, dikutip dari Instagram @camerapenjurunews, Kamis (4/3/2021).
Wanita itu juga menegaskan bahwa pelat dinas TNI tersebut adalah palsu atau bodong yang dibuat di kota Bandung.
Baca Lainnya :
- PWI Jabar Mengapresiasi Pemkab Purwakarta Peduli Terhadap Proses Peningkatan Mutu Dan Kompetensi Wa0
- Cegah Virus Corona, Bupati Sukabumi \"JAGA WUDHU\"0
- Mayat Perempuan Penuh luka Ditemukan di Pinggir Jalan Raya Bandung - Lembang0
- Polisi Membekuk 19 Tersangka Kasus Curat, Curas dan Curanmor di Bandung0
- Mantan Anggota DPRD Bandung Erwan Setiawan, dipanggil KPK 0
"Itu saya katakan bahwa, mohon maaf sekali, itu sebenarnya pelat dinas palsu alias bodong. Dan saya membuat itu di Kota Bandung," katanya.
"Atas ketidaknyamanannya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Indonesia, kepada jajaran satuan TNI, dan semua yang berkaitan, saya minta maaf dan saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Dan saya juga di sini sangat menyesal atas kekhilafan saya," katanya lagi.
Dalam video itu, wanita tersebut terlihat didampingi seorang lelaki yang memakai baju batik. Diberitakan sebelumnya, video wanita itu pertama kali diposting oleh pemilik akun TikTok @khamali_888.
Kemudian video itu banyak di-repost pengguna lain hingga akhirnya viral di berbagai platform media sosial.
"Ini anak saya, Mbak e. Ini mobil saya ya. Dari platnya saja Anda sudah bisa tahu dong suami saya itu siapa?" kata wanita yang merekam video itu, dilihat Urbanasia pada Rabu (3/3/2021).
"Jadi kalau untuk suami Anda yang nggak tahu asal-usulnya gitu ya, saya sarankan jangan apa ya, saya nggak kenal juga sama dia, saya nggak pernah ada," lanjutnya dengan video yang kemudian terpotong.
Tak butuh waktu lama, video itupun langsung jadi perbincangan hangat netizen. Banyak yang dibuat geram hingga tak sedikit yang langsung melaporkannya ke TNI, dengan menandai akun Instagram @puspentni.
Namun ternyata, Pusat Penerangan (Puspen) TNI membantah bahwa mobil yang dipamerkan itu adalah milik salah satu anggotanya.
Puspen TNI mengaku telah memeriksa data registrasi kendaraan dinas tersebut dan hasilnya, pelat nomor yang terpasang di mobil Toyota Camry itu palsu.
"Klarifikasi kasus beredarnya video mobil plat dinas TNI dengan nomor 3423-00 yang viral di media sosial (medsos) adalah pelat dinas bodong atau palsu karena tidak terdaftar di Mabes TNI," tulis pihak Puspen TNI lewat akun Instagram resminya, Rabu (3/3/2021) petang.
Sementara itu saat ini video asli yang diposting pertama kali oleh akun TikTok @khamali_888 sudah tidak bisa ditemukan. Akun Khamali pun tak berhasil ditemukanDenpom III/5 Bandung telah melakukan penyelidikan terhadap perempuan pemilik pelat nomor dinas TNI palsu. Dari hasil penyelidikan, pemilik mengaku membeli pelat nomor palsu seharga Rp 1,5 juta.
Dari hasil penelusuran, Kamis (4/3/2021) pelat nomor itu tidak dijual secara eceran yang ada di tukang pelat nomor.
Dari keterangan seorang tukang pelat nomor bernama Ade yang biasa mangkal di kawasan Dipatiukur, Kota Bandung plat nomor semacam itu tidak bisa dibuat secara manual, melainkan harus menggunakan mesin cetak atau print.
"Itu di print. Kalau di saya yang biasa, terus logo yang dikasih Samsat bisanya kita rapihkan, kalau ga dicat ulang, ada juga pakai acrilyc pakai kaca. Kalau pelat nomor seperti itu saya tidak buat," kata Ade.
Ade mengungkapkan, lambang atau huruf timbul yang biasa ada di pelat nomor pejabat TNI Polri juga tidak dapat dibuat dengan cara manual atau hanya diketuk menggunakan palu dan dicat dengan cat semprot saja.
"Huruf ada diketuk-ketuk, seperti bawaan Samsat, kita hanya merapihkan, di saya hanya ada yang seperti itu saja. Kalau mengukir logo tidak bisa saya," ungkapnya.
Lalu, dimana plat nomor semacam itu bisa ditemukan?
"Saya suka lihat di YouTube, kalau di Bandung tidak tahu, kalau di YouTube diukir, pakai mesin. Biasanya ada di YouTube, kalau saya enggak menduplikat, paling yang patah baru saya buat lagi, motor mobil ada, tapi kebanyakan yang merapihkan," jelasnya.
Ade menuturkan, untuk merapihkan sekaligus mencat plat nomor dari harga Rp 70-160 ribu satu pasang, Rp 160 itu buat yang acrilyc. Sedangkan untuk mobil Rp 90-500 ada, tergantung panjang acrilycnya.
Ade tidak mengaku khawatir dengan kejadian pemalsuan plat nomor tersebut. Pasalnya, dirinya tidak pernah mendapatkan pesanan pemalsuan plat nomor TNI atau Polri, bahkan ia hanya menerima merapihkan dan membuat plat nomor biasa saja, bawaan Samsat.
"Enggak khawatir, soalnya saya tidak buat seperti itu, enggak ada masalah kalau buat yang gini mah, karena ini langsung dari Samsat. Kalau pun ada, saya tidak terima apalagi enggak ada alat, kita kan manual, kalau itu sistimnya komputer," jelasnya.
"Itu produksinya besaran, seperti plat nomor yang ada neon box, nyala, sudah variasi gitu, bahan dan peralatan kumplit. Kalau manual susah, buat bintang dan bahan plat juga susah bahannya," pungkasnya.[]

































