- Pedagang Tutup Akses Jalan, Protes Penutupan Wisata Meluas ke Carita
- Petugas Tutup Objek Wisata Cipanas Garut, Wisatawan Mulai Membludak
- Satgas Indramayu Tutup Semua Objek Wisata
- 8 Wisatawan di Pangandaran Positif Covid-19
- Dua Calon Pengunjung Kebun Binatang Bandung Positif Covid-19
- Polres Sukabumi Ungkap Motif Mahasiswa Lakukan Pembunuhan Berencana
- Wali Kota Depok Pantau Penduduk yang Baru Mudik dan Gelar Rapid Test Antigen
- Maling Motor di Kuningan Diarak Warga lalu Dibuang ke Saluran Irigasi
- Empat Warga Bandung Terseret Ombak ,Wisata ke Pantai Santolo
- Ribuan Wisatawan Datangi Kebun Binatang Bandung
- Pemkab Pangandaran Lakukan Rapid Antigen Acak, Usai Ledakan Wisatawan di Batu Karas
- Dikepung Pasukan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak
- Indonesia Dorong OKI Lakukan 3 Langkah Kunci Selesaikan Konflik Palestina-Israel
- Rossi-Marquez Melempem, Jack Miller Juara MotoGP Prancis 2021
- Sedan Camry Seruduk Warung dan 3 Kendaraan Lain di Bekasi, Sopir Diduga Linglung
Cegah Sahur On The Road, Disdik Jabar Arahkan Pelajar SMA Ikut Pesantren Kilat

BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengarahkan seluruh siswa di Jabar mengikuti kegiatan pesantren kilat selama bulan suci Ramadhan 2021. Selain untuk menggali keilmuan, khususnya ilmu agama Islam, kegiatan pesantren kilat diyakini dapat mencegah kegiatan sahur on the road yang kerap digelar pelajar SMA karena berpotensi menimbulkan kerumunan.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, pihaknya mengimbau seluruh pelajar SMA tidak menggelar kegiatan sahur on the road selama bulan suci Ramadhan 2021.
Menurutnya, alangkah lebih baik jika pelajar melaksanakan sahur di rumahnya masing-masing dan mengisi waktu selama bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang lebih positif. "Iya, diam di rumah dan lebih menggali keilmuan yang lebih positif," katanya, Jumat (9/4/2021).
Baca Lainnya :
- Daftar Rumah Sakit Rujukan COVID-19 Seluruh Indonesia0
- Update Virus Corona Hari Ini: 182.405 Orang Terinfeksi, 79.433 Pasien Sembuh0
- Tiga Pasien Corona yang Sembuh di beri Jamu dari Jokowi0
- Pandemi Virus Corona, 7 Benda di Rumah Ini Wajib Dibersihkan0
- Manfaaf Air Putih yang Jarang Diketahui Banyak Orang0
Wahyu mengakui, pihaknya tak dapat memantau pelajar 24 jam penuh. Oleh karenanya, setiap orang tua diminta ikut memantau kegiatan anaknya. "Jangan sampai murid dibiarkan keluar jika memang tak ada keperluan yang mendesak," tegasnya.
Wahyu melanjutkan, agar pelajar tidak menggelar sahur on the road , sekolah akan diarahkan untuk menggelar kegiatan pesantren kilat selama bulan suci Ramadhan 2021.
"Antisipasi selanjutnya dari kami itu kan kita juga ada pesantren kilat yang diselenggarakan oleh berbagai pelibatan siswa dan siswi. Nah, imbauan kami untuk bisa mengikuti pesantren kilat untuk mengantisipasi sahur on the road," jelasnya.
Diketahui, melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri yang dikeluarkan Menteri Agama, disebutkan bahwa sahur dan buka bersama dianjurkan untuk diadakan di rumah masing-masing. Disebutkan pula bahwa kegiatan buka bersama diperbolehkan, sementara tak ada diatur soal kegiatan sahur bersama.
"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," bunyi surat tersebut.[]




































