- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
Vaksin Covid-19 Ubah Siklus Menstruasi Hanya Sementara

Sejak peluncuran vaksin Covid-19, ahli mengatakan ribuan perempuan melaporkan gangguan menstruasi di Inggris. Lebih dari 30.000 perempuan mengatakan siklus menstruasi mereka agak berubah setelah mendapatkan vaksin Covid-19.
Orang dapat melaporkan efek samping obat apapun, termasuk vaksin lewat skema Yellow Card di Inggris. Yellow Card mencatat banyak perempuan mengalami gangguan menstruasi.
Baca Lainnya :
- Khasiat Jahe bagi Tubuh, Bisa Redakan Mual dan Nyeri Otot0
- Cara Alami Membersihkan Paru-paru0
- Benarkah Mengonsumsi Ibuprofen Saat Terinfeksi Virus Corona Bisa Berbahaya0
- dr Tirta Berstatus PDP Covid-19,Titip ke Anies & Sebut Staf Presiden Jokowi0
- Bagaimana Cara Mengurus Jenazah Korban Virus Corona0
Seorang ahli imunologi reproduksi dari Imperial College London, Victoria Male, mencatat bahwa perubahan itu bersifat sementara dan aman. Dalam British Medical Journal, dia juga menulis bahwa ahli sedang menyelidiki hal tersebut.
Di AS, National Institute of Health menginvestasikan 1,67 juta dolar AS (sekitar Rp 23 miliar) untuk memahami bagaimana vaksin Covid-19 memengaruhi periode menstruasi. Male menyatakan bahwa menstruasi bisa lebih berat atau tertunda karena respon imun, dan tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh seseorang.
"Penelitian yang kuat tentang kemungkinan reaksi merugikan ini tetap penting untuk keberhasilan keseluruhan program vaksinasi,” tulis Male dilansir Science Alert, Selasa (21/9).
Penulis Invisible Women, Caroline Criado-Perez, menulis bahwa uji coba vaksin Covid-19 tidak menyelidiki terhadap efek siklus mentruasi, seperti kebanyakan studi klinis lain.
“Dalam banyak uji coba, wanita dikecualikan secara besar-besaran karena potensi efek siklus menstruasi,” kata dia.
Namun, Male meyakinkan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir secara signifikan tentang perubahan menstruasi dan dampak jangka panjang. Dia menjelaskan, sebagian besar dari mereka yang melaporkan perubahan pascavaksin itu menyatakan bahwa normalitas terjadi dengan cepat.
Sementara itu, data yang tersedia menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 tidak memiliki efek buruk pada kesuburan dan kehamilan.[]






















