- Kasus Aisyah Istri Rasulullah, Youtuber Dituntut 7 Bulan Bui
- Bom Bunuh Diri di Afghanistan, 9 Orang Tewas
- Jerinx Buka Suara Usai Bercumbu dengan Nora
- Sadis 2 Pria di Bekasi Hantam Pemulung Saat Tidur
- Sinovac Cek Fasilitas Bio Farma, Siap Transfer Teknologi Vaksin COVID-19
- Mantan Kades di KBB Diperiksa Polisi, Jual Tanah Carik Seluas 15 Ha
- Polrestabes Bandung Raih Promoter Reward, Berprestasi di Tengah Pandemi
- 1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
- Bocah 3 Tahun Digantung Ayah Kandung, Pelaku Kesal Ditinggalkan Istri
- Massa Rusak Kantor Bupati-Kantor Disnaker Keerom Dibakar, Kecewa Hasil CPNS
- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
- Rapat Hybrid Perdana Pengurus Baru BPB MPW PP Provinsi Jawa Barat
Terawan Siapkan Rp3,8 T Buat Uang Muka Vaksin Corona WHO

JAKARTA, --Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan kementeriannya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3,8 triliun untuk pembayaran uang muka vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Gavi (aliansi vaksin) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) melalui skema pembiayaan sukarela kepada COVAX Advance Market Commitment (AMC).
"Vaksin ini masuk ke organisasi dunia, dalam rapat kemarin kami siapkan beberapa anggaran. Pertama adalah pembayaran keanggotaan dari Gavi dan mengenai uang muka," kata Terawan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8).
"Anggarannya akan kami sampaikan ke Komisi IX kalau enggak salah Rp3,8 triliun sebagai uang muka supaya kita dapatkan vaksin tersebut," ujarnya lagi.
Baca Lainnya :
- Napi Korupsi, Eks Wali Kota Mojokerto Meninggal Akibat Corona0
- Kejagung Enggan Serahkan Kasus Suap Jaksa Pinangki ke KPK0
- Total 10 Orang Ditangkap Terkait Bom Molotov ke Markas PDIP0
- Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 10 September0
- Kejaksaan Agung Usut Dugaan Cuci Uang Jaksa Pinangki0
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Kemenkes juga menganggarkan anggaran Rp103 triliun untuk penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, anggaran tersebut bersumber dari Daftar Isiaan Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenkes.
Terawan menerangkan anggaran tersebut sudah termasuk insentif untuk tenaga kesehatan dan perawatan pasien Covid-19 sebesar Rp22,9 triliun.
"Di dalamnya sudah termasuk tambahan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 sebesar Rp25,7 triliun, di mana yang Rp22,9 triliun adalah untuk pembiayaan perawatan pasien Covid-19 dan insentif tenaga kesehatan," ujarnya.
Untuk diketahui, WHO mengumumkan bahwa ada 75 negara yang bersedia bergabung dengan fasilitas COVAX untuk mendukung percepatan dan perkembangan vaksin Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.
COVAX sendiri adalah mekanisme yang dirancang untuk menjamin ketersediaan akses vaksin Covid-19 di seluruh dunia secara cepat, adil, dan setimpal.
Sebanyak 75 negara tersebut nantinya akan membiayai vaksin dari anggaran keuangan mereka dan bermitra dengan puluhan negara dengan ekonomi rendah. WHO akan menyumbangkan dana sukarela untuk 90 negara berpenghasilan rendah dari COVAX Advance Market Commitment (AMC) Gavi.
"COVAX adalah satu-satunya solusi global untuk pandemi Covid-19. Negara-negara yang bergabung akan mendapat jaminan vaksin Covid-19," kata CEO The Vaccine Alliance Gavi, Dr Seth Berkley dikutip dari laman resmi WHO.[]
































