- Banjir dan Longsor Terjang 7 Desa di Ciamis, 15 Keluarga Mengungsi
- Pemerintah Putuskan Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik
- Pasangan Bupati SMS–GES di Desa Elpule dan Desa Leku di Hadiri Ratusan Pendukung
- Komplotan Curanmor Digulung Polisi, Jual Motor di Facebook
- 5.489 KTP el Dimusnahkan, Hindari Penyalahgunaan
- Tomtom Dapat Rp5,1 Miliar dan Kadar Slamet Nikmati Rp9,2 Miliar, Korupsi RTH
- Mayat Bayi di Selokan Disantap Biawak
- Libur Panjang Maulid Nabi di Cirebon, 828 Personel Gabungan Dikerahkan
- 1 PNS Positif Corona, 2 Ruangan di Bale Kota Tasikmalaya Ditutup
- Vanessa Angel Bacakan Pledoi: Saya Alami Gangguan Kecemasan dan Emosi
- 3 Remaja di Cirebon Terluka, Diserang Geng Motor
- Wali Kota Risma Diancam Penjara, Diduga Melakukan Pelanggaran Berat
- Warga Blitar Berdalih Jengkel dengan Polisi, Posting Ujaran Kebencian
- 10 Personel Dishub Kota Bogor Terpapar Covid-19
- Besok Ribuan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Jabar, Tuntut Kenaikan UMK 2021
Simpanan Pejabat dan TNI, Land Cruiser Pernah Dibikin di Priok

JAKARTA - Kabar akan dihentikannya produksi Toyota Land Cruuiser mengejutkan banyak pihak termasuk bagi pecintanya di Indonesia. Pasalnya mobil ini banyak dikoleksi pejabat dan TNI pernah dirakit di TanjunG Priok Jakarta Utara.
Sejarah Toyota Land Cruiser lahir dari prototipenya yang dikembangkan sejak tahun 1951 oleh Toyota Motor Corporation di Jepang.
Lalu, pada tahun 1954, nama Land Cruiser mulai dikenalkan Toyota secara resmi dan langsung memiliki kompetitor di Inggris dengan nama Land Rover. Keduanya terus berkompetisi dengan produk mobil SUV tangguh hingga saat ini.
Baca Lainnya :
- Korban Konsumsi Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya Jadi 209 Orang0
- Seorang ASN Lagi Asyik Mesum dan Puluhan Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Cirebon0
- Tahun Ini Pemerintah Belum Beri Sinyal Rekrutmen PPPK 0
- Kemendagri Instruksikan Daerah Genjot Perekaman E-KTP0
- Mayat Perempuan Paruh Baya Ditemukan di Gorong-gorong0
Dalam kode bahasa desain Toyota, mobil ini memiliki kode J. Kode FJ40 berarti mobil ini adalah Toyota seri J (Land Cruiser) dengan mesin seri F generasi 4 dengan model bodi 0.
Sejarah Toyota Land Cruiser menggambarkan banyaknya seri dan perkembangan yang ada di mobil ini. Pada tahun 1951-1955 seri Toyota Land Cruiser di awal kemunculannya dikenal sebagai BJ dan FJ.
Masuk dalam keluaga seri 40, sejarah Toyota Land Cruiser ini berawal dari rombongan pejabat militer Indonesia yang mengunjungi Jepang pada tahun 1960 dan terpesona dengan mobil ini. Kala itu FJ40 jadi kendaraan militer Jepang.
Pemerintah Indonesia pun akhirnya mengimpor mobil ini untuk kendaraan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Saat itu, mobil ini terkenal dipakai oleh Resimen Tjakrabirawa, pasukan yang bertugas khusus menjaga keamanan Presiden RI pada zaman pemerintahan Soekarno.
Sekarang, pasukan ini lebih dikenal dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Masyarakat umum mulai banyak menggunakan Toyota Land Cruiser FJ40 setelah mobil ini diproduksi di dalam negeri.
Pada 1970, PT Gaya Motor (anak perusahaan PT Astra Internasional Tbk) merakit Toyota Land Cruiser FJ40 di Jalan Sulawesi 2, Tanjung Priok. Hal ini kian melejitkan FJ40 hingga sekarang.
Namun untuk produksi di Indonesia hanya ada versi Hardtop tiga pintu. Sementara versi Canvas Top lebih banyak digunakan untuk kepentingan militer.
Jadi, ini adalah awal mula kenapa mobil ini disebut juga Toyota Hardtop oleh masyarakat Indonesia.
Ada banyak hal mengapa Toyota Land Cruiser FJ40 atau Toyota Hardtop ini menjadi salah satu mobil legenda di Indonesia.
Sebagai kendaraan standar militer, tentunya mobil bergaya jip ini memiliki dan dibekali dengan rangka dan bodi yang kokoh. Keduanya menggunakan baja solid, sehingga tetap stabil saat melintasi medan jalan yang terjal.
Sedangkan di kalangan off-roader, untuk keamanan, ada pula yang ditambah dengan roll bar, yang berfungsi untuk melindungi pengendara bila mobil terguling atau terbalik.
Kebanyakan, Toyota Land Cruiser FJ40 yang ada di Indonesia menggunakan mesin seri F OHV 6 silinder segaris berkapasitas 3.878 cc.
Pada tahun 1975, Toyota mengganti mesin F nya dengan 2F yang masih bensin OHV 6 silinder segaris dengan kapasitas mesin 4.230 cc.
Keduanya menggunakan bahan bakar bensin. Transmisi yang digunakan manual 4 percepatan dengan sistem 4WD part time (pilihan penggerak 4 roda secara manual).[]


































