Kebiasaan Kecil yang Ternyata Dapat Picu Depresi

By Polkrim News. 05 Mar 2021, 04:00:18 WIB Gaya Hidup
Kebiasaan Kecil yang Ternyata Dapat Picu Depresi

Banyak orang yang tidak menyadari jika ternyata kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dilakukan berdampak buruk bagi dirinya. Malah ada beberapa kebiasaan yang tidak hanya berdampak ke kondisi fisik, tapi juga menyebabkan masalah mental seperti depresi. Contohnya seperti tidak olahraga, pola makan yang buruk, atau begadang.

Lebih lanjut, berikut penjelasan terkait kebiasaan yang menyebabkan masalah mental.

1. Mengonsumsi makanan olahan Makanan olahan seperti keripik, kentang goreng, hot dog, dan makanan cepat saji lainnya mungkin terasa enak. Tapi terlalu sering mengonsumsinya dapat membuat perasaan menjadi sedih.

Baca Lainnya :

Semakin sehat pola makan seseorang, semakin rendah risiko dia terkena depresi. Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan seseorang yang banyak mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.

Namun jenis kedua penelitian tersebut hanya menunjukkan hubungan antara pola makan yang tidak sehat dengan suasana hati yang lebih buruk. Penelitian tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Kendati demikian, mengonsumsi makanan sehat seperti buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian memang jauh lebih baik.

2. Terlalu sering menyendiri Menghabiskan waktu berkualitas seorang diri memang memberi manfaat untuk kesehatan mental. Tapi sebaiknya hal itu hanya dilakukan sesekali.  Menghabiskan terlalu banyak waktu dalam kesendirian malah dapat meningkatkan risiko depresi. Oleh karenanya penting untuk tetap menjaga persahabatan dan interaksi dengan orang lain. Ini bisa menjadi salah satu strategi mencegah depresi. Setiap kali terhubung dengan orang lain, kita memiliki kesempatan untuk saling bertukar emosi positif.

3. Menyalakan banyak gadget Kemajuan teknologi membuat semakin banyak orang yang terpapar gadget. Bahkan tak jarang ponsel, laptop, TV, dan lainnya menyala bersamaan. Beberapa orang sengaja melakukannya karena ingin multitasking.

Misalnya bermain ponsel sambil menonton TV. Siapa sangka, kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk bagi otak. Hal ini diungkap oleh suatu survei pada tahun 2013 yang diterbitkan di Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking.

Survei terhadap 318 orang itu mengungkapkan, mereka yang menggunakan gadget secara bersamaan mengalami lebih banyak gejala depresi dan kecemasan sosial. Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah untuk hanya menggunakan satu gadget dalam satu waktu. Selain itu, batasi waktu penggunaan layar alias screen time.

4. Menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif Komentar kritis dan negatif dari teman, atasan, atau orang penting lainnya bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Tak hanya membuat bingung, berada di lingkungan negatif dapat meningkatkan risiko seseorang merasa tertekan.

"Tidak ada orang yang suka diajak bicara dengan suara yang kurang ajar atau kasar,” kata Heitler. "Berada di sekitar seseorang yang mengirimkan energi negatif dapat menjadi masalah karena mendatangkan perasaan sedih," tambahnya.

Jadi penting untuk mencari dan berada di lingkungan yang positif, yang memberi dukungan, serta tidak terus-menerus mencela keputusan. Melakukan hal itu dapat membantu seseorang memandang kehidupan dengan sudut pandang lebih positif dan mengurangi kemungkinan mengalami depresi.

5. Kurang melihat pemandangan hijau Menghabiskan terlalu banyak waktu di daerah perkotaan dapat merusak suasana hati. Hal itu diungkap oleh studi 2011 yang dilakukan Institut Pusat Kesehatan Mental di Heidelberg University.

Dalam studi terungkap, orang yang tinggal di kota besar memiliki tingkat stres dan penyakit mental yang lebih tinggi, terutama depresi. Untuk mengatasinya, cobalah melakukan perjalanan singkat ke taman atau daerah pedesaan.

Kelilingi diri dengan alam dan menepi dari kehidupan kota. Jika ke luar kota tidak memungkinkan, cobalah sesuatu yang sederhana seperti berjalan di luar ruangan dengan udara segar dan sinar matahari. Bisa juga memelihara beberapa pot tanaman untuk meringankan suasana di dalam ruangan.  Ada semacam energi positif yang dihasilkan tanaman dan benda-benda alam.

6. Orang yang tidur malam hari memiliki pikiran negatif lebih kronis sepanjang hari. Perilaku tersebut dikaitkan dengan depresi. Hasilnya berbeda pada orang yang tertidur lebih awal karena jarang mengalami serangan pikiran negatif. Waktu tidur yang cukup (7-8 jam) dapat memaksimalkan suasana hati menjadi lebih baik Selain itu, tidur satu jam lebih awal juga memberikan beberapa manfaat kesehatan lainnya.

7. Menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk terpaku pada TV atau perangkat elektronik lainnya dapat berdampak pada kesehatan mental. Oleh karenanya, Heitler menyarankan setiap orang umtuk berolahraga atau melakukan sesuatu yang penting.

Kegiatan itu dapat meningkatkan suasana hati dan menurunkan kemungkinan untuk merasa tertekan. Saat seseorang aktif secara fisik, otak melepaskan zat kimia yang membuat dirinya merasa nyaman. Contohnya endorfin dan endocannabinoid yang dapat meredakan perasaan depresi.

Selain itu, melakukan proyek penting atau sesuatu yang berguna, dapat membuat seseorang merasa baik. Tidak memiliki apa pun yang dirasa benar-benar berguna membuat seseorang rentan terhadap depresi.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 3

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama