- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
IMF Siapkan Skema Bantuan Untuk Hadapi Pelemahan Kurs

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Dana Moneter Internasional (IMF) akan membantu sejumlah negara yang banyak ditinggalkan investor dengan skema direct swap line. Skema itu diharapkan dapat mengurangi tekanan nilai tukar dan likuiditas di masing-masing negara di tengah penyebaran virus corona.
Direct swap line sendiri adalah fasilitas yang ada di IMF untuk mencegah krisis di suatu negara. Dengan kata lain, fasilitas itu bisa ditarik saat negara sedang berpotensi krisis likuiditas jangka pendek.
Mayoritas investor asing, sambung Sri Mulyani, menarik dananya dari berbagai negara karena penyebaran virus corona kian meluas. Hal ini membuat mata uang di berbagai negara tertekan.
Baca Lainnya :
- Cara Mendapatkan relaksasi Cicilan Kendaraan yang Bisa Ditangguhkan 1 Tahun1
- Harga Emas Antam Tembus di atas Rp900.000/gram0
- Driver Ojol hingga Pedagang Pasar Dapat BLT dari Jokowi0
- Cegah PHK, Jokowi Bakal Rilis Surat Utang Buat Pengusaha0
- Pemodal Asing Kabur, Lepas Surat Berharga Negara Rp 112 triliun 0
"Banyak negara alami capital flight (arus dana asing keluar). Oleh karena itu sedang dilakukan upaya meningkatkan direct swap line dari IMF," ucap Sri Mulyani, Kamis (26/3) malam.
Ia bilang bantuan ini merupakan terobosan baru yang akan dilakukan oleh IMF. Dengan direct swap line, diharapkan dapat mengurangi risiko tekanan nilai tukar dan likuiditas di sejumlah negara.
"Ini belum pernah terjadi dan ini jadi terobosan untuk mencegah negara-negara yang sebelumnya tidak alami masalah namun sekarang menghadapi risiko foreign exchange," jelas Sri Mulyani.
Kendati demikian, Sri Mulyani tak merinci apakah Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menggunakan fasilitas bantuan tersebut.
Namun, sebagai pengingat, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mencatat aliran modal asing yang keluar dari dalam negeri sebesar Rp12,2 triliun sepanjang tahun ini. Rinciannya, sebanyak Rp104,7 triliun keluar pada bulan ini dan Rp20,5 triliun keluar pada Januari-Februari 2020.
"Capital outflow SBN Rp112 triliun dan saham Rp9,2 triliun," ujar Perry.
Akibatnya, sambung Perry, bank sentral nasional perlu terus menggelontorkan likuiditas untuk membeli aset-aset keuangan yang dilepas investor. Begitu pula dengan langkah menyuntik likuiditas ke pasar keuangan.
"Sejauh ini, BI telah injeksi likuiditas di pasar uang maupun perbankan hampir Rp300 triliun," ujar Perry.[]






















