Disperdagin Kab. Cirebon GAGAL Revitalisasi Pasar Jamblang

By Polkrim News 03 Apr 2020, 21:17:55 WIB Jabar
Disperdagin Kab. Cirebon GAGAL Revitalisasi Pasar Jamblang

CIREBON-[POLKRIM]-- Proyek Revitalisasi pasar jamblang yang dilakukan oleh dinas perindustrian dan perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Cirebon ditargetkan bisa selesai dan langsung ditempati pada tahun 2019 hanyalah halusinasi atau omong kosong.

Kami mengutip pemberitaan salah satu media online terkemuka tahun lalu senin 25 februari 2019 narasumber kepala bidang Disperdagin kabupaten Cirebon H Eka Hamdani mengatakan "mudah-mudahan dengan upaya daerah untuk menyelesaikan, di 2019 ini bisa selesai dan mudah-mudahan bisa lebih cepat dari pasar pasalaran.

Karena pemerintah daerah sudah menyiapkan Rp. 1,2 miliar untuk tahun ini" ia mengaku, untuk pembangunan pasar jamblang ini dipertengahan pembangunan pihaknya memperhitungkan perlu ada penataan kembali dalam perencanaanya. Anggaran Rp. 3,7 miliar diawal pembangunan pada tahun 2017 ternyata tidak mencukupi untuk sampai selesai.

Baca Lainnya :

"Pembangunan pasar jamblang ini dilakukan sejak akhir 2017 lalu, jika ditotal dari awal pembangunan, pasar ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 4,9 miliar" kata eka (kutipan media online "Tribun Jabar" 25/02/2019).

Pada saat Team Polkrim Cirebon menelusuri informasi dilapangan Jum'at (27/03/2020) bahwa Alokasi anggaran pada pertengahan tahun 2019 untuk pembangunan lanjutan Pasar Jamblang sebesar Rp. 1.2 miliar ternyata hanya menghasilkan bangunan tambahan berupa los pedagang saja. Terlihat beberapa kios dan rolling dor yang rusakpun belum diperbaiki kemudian disekeliling pasar pun blm di bangun auning atau atap tambahan dan teras yang sudah  dijanjikan pejabat terkait, sehingga di saat curah hujan tinggi barang dagangan basah semua terkena air hujan yang masuk kedalam bagian kios.

Kemudian atap baru yang dibangun pada 2018 awal terdapat lebih dari 10 titik bagian yang bocor sehingga didalam pasar banyak titik genangan air pada saat hujan. Dikatakan para pedagang, Anggaran 1.2 miliar tersebut digunakan untuk membangun 216 los dan saluran pembuangan air yang kontruksinya cenderung dibuat seadanya yang mana saluran tersebut pada saat curah hujan tinggi tak mampu mengalirkan air sehingga air menggenang pada satu tempat saluran itu saja yang menimbulkan bau tak sedap. Pada los pedagang

"Zona Basah" seperti pedagang ayam, ikan dan daging tidak dilengkapi jalur pipa air bersih sehingga para pedagang merasa kesulitan untuk membersihkan tempat dagannganya yang berdampak bau yang tidak sedap yang membuat tidak nyaman untuk para pengunjung dan pedagang lainnya. Kemudian dalam pembangunan los tersebut sangat di sayangkan oleh para pedagang pasar jamblang faktanya kontruksi los tidak ada akses pintu, "pedagang kecewa tentang los, kontruksinya sangat tidak masuk akal dimana Los di bangunan pasar lama ukuranny lebih besar yaitu 2 × 2 meter dan ada akses pintu tetapi pada pasar yang baru dibangun tahun 2017 tersebut  dibangun dengan ukuran 1.5  × 2 meter  yang mana ukuran los tersebut semakin sempit, itupun terlihat tidak terdapat pintu akses keluar masuk losnya, sehingga bagi pedagang yg berdagang di los bagian tengah tidak ada akses pintu. Akibatny keluar masuk ke los tersebut hanya bisa dilakukan dengan cara naik ke meja dagangan yang tingginya sekitar 100CM masalahnya jika pedagangnya masih muda Ok saja,tetapi jika pedagangnya  sudah lansia kasihan" ujar salah satu pedagang sembako di pasar tersebut yang tidak mau di sebutkan namanya pada jumat (27/03/2020).

Team Polkrim pada saat ingin klarifikasi pemberitaan ini kepda pihak terkait, yaitu Kepala Pasar jamblang saat ditemui tidak ada ditempat dan tidak bisa dihubungi via seluler. "dari jam 08.00 kepala pasar sedang tidak ada ditempat sedang ada kegiatan di kantor Disperindag kabupaten Cirebon" ujar salah satu tenaga honor pasar jamblang yang tidak mau di sebutkan namanya. Dalam waktu yang bersamaan melalui saluran seluler Kepala Bidang   Pasar H Eka Ramdani susah dihubungi.

Kemudian kami komunikasi dengan masyarakat setempat mengarahkan agar berkomunikasi dengan LSM KPAD Cepi Ramdani  yang mengetahui tentang perkembangan Revitalisasi tersebut. Setelah kami menghubungi beliau bahwa pasar jamblang dan pasar pasalaran weru mempunyai kesamaan permasalahan dalam Proses Revitalisasi Pembangunan Pasar Pemda kabupaten Cirebon.

 "ada persamaan masalah dalam proses Revitalisasi  Pasar Jamblang dan Pasar Pasalaran Weru dimana dua pasar tersebut diduga mangkrak karena Gagal dalam perencanaan pembangunannya sehingga imbasnya para pedagang sengsara dan merasa dibohongi serta banyak dirugikan karena pembangunannya tidak sesuai dengan waktu yang dijanjikan pejabat terkait. Bahkan LSM KPAD berkomitmen ingin mengawal dan memproses permasalahan sampai ke penegak hukum jika benar terbukti ada dugaan unsur Tindakan Pidana Korupsi (Tipikor)" ujar cepi melalui saluran seluler jum'at (27/03/2020).(Arief)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI



Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.