- Unggul Quick Count Pilkada Tasikmalaya Iwan-Iip, PSP Ucapkan Selamat
- Eks Sekretaris MA Disebut Beli Kebun Sawit di Sumut Rp15 M
- Kasus Djoktjan, Prasetijo Merasa Korban Kelalaian Kejagung
- Polisi Akan Langsung Tangkap Rizieq Tanpa Pemanggilan Lagi
- KPU Tunggu Keputusan Gubernur Papua soal Pilkada Boven Digoel
- Densus Usut Dana Kotak Amal Minimarket untuk Kelompok Teroris
- Tes Covid-19 dari UGM Hanya Rp15 Ribu
- 11,02 Juta Pekerja Telah Kantongi BLT Termin II
- Menteri ATR: Mafia Tanah di Indonesia Luar Biasa
- Satgas Covid-19 Buka Peluang Atur Batas Harga Vaksin Corona
- ATR Klaim Sertifikasi Tanah Jauhkan Masyarakat dari Rentenir
- RS Buka Pendaftaran Vaksinasi Covid, Harga Kisaran Rp450 Ribu
- Mahfud MD: Saat Ini Tidak Ada Urgensi Bertemu Rizieq
- Positif Corona, Ketua KPU Tangsel Dirawat di RS
- Bawaslu Usul 58 TPS Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilkada 2020
Densus Usut Dana Kotak Amal Minimarket untuk Kelompok Teroris

JAKARTA, -Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror masih menyelidiki modus aliran dana yang digunakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), termasuk salah satu sumbernya dari kotak amal di minimarket.
"Densus 88 akan kolaborasi dengan penyidik akan melihat artinya bahwa yang ditemukan, barang bukti yang ada di sana akan kami kembangkan seperti apa sih modus-modus yang dilakukan, kan banyak sekali modus yang digunakan," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jumat (11/12).
Argo menuturkan Densus 88 juga akan mengusut apakah ada jaringan teroris lain yang menggunakan modus penyalahgunaan semacam ini.
Baca Lainnya :
- Jalan Ciwastra Terendam Air, Kendaraan Mengular hingga Terusan Buahbatu Bandung0
- Pabrik Kosmetik Abal-abal asal Depok Digerebek Polisi0
- Polisi Tangkap Sindikat Pencetak Dolar Palsu Senilai Rp 10 M0
- Kelompok Massa Urung Demo PLTU Palabuhanratu0
- Stabilkan Harga Bawang Putih, Pemprov Jabar Gelar Operasi Pasar di Cimahi0
Dia mengatakan pengusutan aliran dana ini akan menjadi bahan evaluasi dalam rangka memberantas aksi terorisme di Indonesia.
"Akan dipelajari oleh Densus modus seperti ini ada jaringan siapa dan sebagainya, nanti Densus yang akan mendalami dan penyidik Densus yang akan mengevaluasi daripada kejadian yang ada," tuturnya.
Sebelumnya, Mabes Polri mengungkapkan salah satu sumber pendanaan kelompok teroris Jemaah Islamiyah berasal dari hasil penyalahgunaan kotak amal di minimarket.
Kelompok ini menggunakan dana tersebut untuk memberangkatkan para teroris ke Suriah guna mengikuti pelatihan militer dan taktik teror.
Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membayar gaji rutin para pimpinan Markaziyah Jemaah Islamiyah serta pembelian persenjataan dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliah atau jihad.
"Dan penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan terletak di minimarket yang ada di beberapa wilayah di Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyanto, di Mabes Polri, Senin (30/11).
Hasil investigasi Densus Antiteror menunjukkan bahwa kelompok Jemaah Islamiyah masih terus berkembang di Indonesia. JI sendiri merupakan organisasi yang secara resmi dilarang oleh negara.
Organisasi ini berperan dalam sejumlah tindak pidana terorisme di Indonesia, seperti Bom Bali I dan II, Bom JW Marriot, Bom Malam Natal Tahun 2000, serta rangkaian beberapa tindakan terorisme lainnya di Indonesia yang telah mengakibatkan sekitar 2.000-an orang yang menjadi korban.[]

































