- Persetujuan Jokowi Angkat Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Membuka Luka Lama Keluarga Korban Penculikan.
- Gaji Perdana Sebagai CPNS Cair Desember 2020
- Sejumlah Hotel di Jabar Mundur Jadi Fasilitas Isolasi COVID-19
- Mahasiswa Sukabumi Pertanyakan Penegakan Pembangunan di Sempadan Pantai
- Bupati Bandung Barat Pilih Gencarkan Operasi Yustisi Ketimbang PSBM
- Guru Madrasah di Sumedang Akan Dapat Subsidi dari Kemenag
- 6 Bandar-Pengedar Narkoba Ditangkap di Cianjur, Salah Satunya Siswi SMK
- Eks Bupati Indramayu Supendi Kembali ke Sukamiskin
- 41 PNS Indramayu Positif Corona
- Ratusan Buruh Pabrik Alkes Positif COVID-19
- Ridwan Kamil Tetapkan 5 Daerah di Jabar Zona Merah
- Oknum Satpol PP Halangi-Tabrak Ambulans di Bogor, Ini Kata Polisi
- Bayi Dibuang ke Kali Cipinang, Kondisinya Masih Hidup Saat Ditemukan
- Petugas rapid test Covid-19 di Bandara, Polisi Pastikan Pelaku Lecehkan Penumpang
- Irjen Napoleon Yakin Polri Tak Punya Bukti Suap Red Notice
Anies: Saya Garis Bawahi, Jangan Harap PSBB Selesai 2 Pekan

JAKARTA,--Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penerapan PSBB di Jakarta sangat memungkinkan berlanjut, tak hanya dua pekan jika dalam pelaksanaannya tak ada pelambatan kasus corona.
"Saya ingin garis bawahi, jangan harap kemudian setelah dua minggu, selesai. Tidak. Tapi kalau kecepatan yang luar biasa ini tidak ada langkah untuk memperlambat, ya ini akan jalan terus," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/9).
Menurut Anies, PSBB yang diketatkan kembali ini penting dilakukan. Ia berharap, selama dua pekan ke depan warga tetap berada di rumah untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.
Baca Lainnya :
- Jebolan Audisi Nyanyi TV Swasta Ditangkap Terkait Kasus Investasi Bodong0
- 16 Kelurahan Zona Merah, Pemkot Cirebon Perketat AKB0
- TPU Cikadut Bandung Masih Bisa Menampung Banyak Jenazah COVID-190
- OTT di SMAN 1 Cikampek, Saber Pungli Jabar Sita Uang Ratusan Juta0
- Penerapan PSBMK, Walkot Cimahi Tunggu Arahan Ridwan Kamil 0
"Karena itulah mengapa pengetatan ini penting untuk kita berada di rumah dulu selama dua pekan ini. Dengan berada di rumah dulu, harapannya potensi penularan ini bisa ditekan," ujar dia.
Anies menjelaskan, situasi penyebaran Covid-19 di Jakarta awal September cukup mengkhawatirkan. Menurut Anies, berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 30 Agustus terdapat 7.960 kasus aktif di Jakarta.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 11.810 kasus aktif pada Kamis (10/9). Artinya, kata Anies, terdapat kenaikan 48 persen kasus aktif di Jakarta dalam 10 hari pertama di bulan September atau 3.850 kasus.
"Belum pernah kita dalam waktu sependek ini, melihat pertambahan kasus sampai 3.850 kasus, walaupun yang sembuh juga banyak, sembuhnya 8.994 kasus," jelasnya.
Tidak hanya itu, di pekan pertama September angka kematian akibat Covid-19 di Jakarta juga meningkat. Dinkes DKI mencatat, terdapat 197 kasus kematian akibat Covid di awal bulan September.
"Jadi 17 persen dalam 10 hari. Kita ada kejadian 1.383 yang meninggal dan 197 itu terjadi di bulan September," ungkap eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Di sisi lain, menurut dia, saat ini rumah sakit rumah rujukan Covid di Jakarta terancam over kapasitas. Oleh karena itu, pengetatan kembali PSBB saat ini mendesak untuk diterapkan.
"Ditambah lagi kita tahu ada kapasitas tempat tidur untuk rawat inap, kapasitas tempat tidur untuk ICU yang terbatas," ujarnya.[]

































