- Polisi Tangkap Pelaku Pencoretan Musala `Saya Kafir` di Tangerang
- KPK Dalami Dugaan Proyek Selain RTH Bandung, Periksa Eks Pejabat Pemkot
- Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad Meninggal Dunia
- Proyek Cabut Red Notice Djoko Tjandra Dibanderol Rp10 Miliar
- Eks Sekretaris MA Nurhadi Segera Disidang
- Pejabat Positif Covid-19 Diminta Buka-bukaan
- Jabar Tawarkan 7 Proyek Siap Bangun, Genjot Investasi di Tengah Pandemi
- PN Bandung Batalkan Status Tersangka Notaris Senior di Bandung
- Warga Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Purwakarta Capai 56 Orang
- Operasi Gabungan Protokol Kesehatan Bakal Digelar di Jabar, Catat Tanggalnya
- Pemkot Bandung Akhirnya Cabut Buka Tutup Jalan Ottista, Pascademo Pedagang
- Operasi Yustisi Digencarkan, Kasus COVID-19 di Purwakarta Cenderung Naik
- Ruang Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh, Sehari 33 Pasien Terkonfirmasi COVID-19
- PSK Bawa Kabur Motor Pelanggannya, Habis Begituan Enggak Dibayar
- Kades Cikampek Timur Ditangkap Jaksa Kejari Karawang, Buron 9 Bulan
2 Ribu Alumni ITB Desak Din Syamsuddin Dicoret dari Majelis Wali Amanat

BANDUNG -Sebanyak dua ribu alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GAR) mendesak Prof.Dr. M. Din Syamsuddin dicoret sebagai Anggota MWA ITB.
Surat terbuka itu diteken 2.065 alumni ITB lintas angkatan dan jurusan pada Selasa (25/8/2020), yang ditujukan untuk Ketua MWA ITB. Permintaan GAR ini merupakan bentuk penegasan lebih lanjut dari permintaan serupa yang telah disampaikan sebelumnya, melalui Surat GAR tertanggal 25 Juni 2020 serta melalui Siaran Pers GAR pada 16 Juli 2020 lalu.
Dalam surat terbuka tersebut ada sepuluh poin yang disampaikan berkaitan dengan permintaan penegasan Ketua MWA ITB. Beberapa poin membahas persoalan keterlibatan Prof Din sebagai pimpinan kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Baca Lainnya :
- Wabup Sumedang Berikan Bantuan Balita Penderita Hidrosefalus0
- Misteri Dugaan Perempuan Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina0
- Didakwa UU Kesehatan dan Perlindungan Anak, Bidan Pelaku Aborsi di Surabaya0
- Pria Tewas Tergilas Truk di Tol Pertama Aceh yang Baru Dibuka0
- Ketua Pinhantanas Jan Pieter Ate Kritik Prabowo, Indonesia Kok Beli Bekas Terus0
Mereka menganggap hal tersebut adalah perwujudan dari sikap yang selalu menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maupun Pemerintah Republik Indonesia yang sah.
"Sedikit banyak ada pengaruhnnya mbak. Deklarasi KAMI hanya semakin menguatkan alasan kami untuk minta supaya pak Din diberhentikan dari MWA. Karena semakin terbukti bahwa sikapnya yang menentang pemerintahan NKRI," kata Juru Bicara GAR Alumni ITB Shinta Madesari saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2020).
Shinta mengatakan, Ketua MWA pernah menyatakan bahwa Prof Din sudah mengundurkan diri. Namun ternyata, Prof Din masih diikutsertakan dalam kegiatan MWA ITB seperti dalam kegiatan peringatan 100 tahun ITB pada 3 Juli 2020 lalu.
"Ketua MWA harus memberikan klarifikasi resmi mengenai hal ini. Jangan hanya bicara bahwa pak Din mengundurkan diri, tetapi kenyataannya beliau masih dipertahankan di MWA ITB. Pengunduran dirinya tidak pernah dibahas secara tegas di MWA dan tidak pernah ada penjelasan secara resmi status pak Din di MWA," jelasnya.
Menurutnya ribuan alumni ITB yang menandatangani surat terbuka tersebut, keberatan keberadaan Din Syamsuddin di MWA ITB. "Apalagi pak Din beberapa waktu lalu mendeklarasikan KAMI yang jelas-jelas menentang pemerintah," ujarnya.
Alumni ITB menyayangkan tindakan Din tersebut. "Padahal pak Din juga seorang PNS Aktif. Buat kami GAR ITB, tindakan beliau sangat bertentangan dengan nilai-nilai ITB. Sehingga pak Din tidak pantas menjadi anggota MWA ITB," tambahnya.[]

































