- Mendikbudristek Sampaikan untuk Guru Honorer, Tak Hanya Janji Tapi Segera Terealisasi
- KPK Sebut 86 Persen Koruptor yang Ditangkap Bergelar Sarjana
- Warga Garut Tenggelam di Sungai Cimanuk Sumedang
- Kasatpol PP Mojokerto Minta Pelaku Dihukum, Anak Buah Dianiaya Anggota TNI
- Posisinya Berangkulan, Sejoli Tewas di Tasikmalaya
- Polisi Trenggalek yang Dilaporkan Hamili Wanita Lain Kini Dimutasi
- Jabar Ajak Investor Garap Megaproyek Wana Wisata Ciater 450 Hektare
- Puluhan Orang Terpaksa Mengungsi, Tanah Gerak Rusak Rumah Warga Sukabumi
- Disdukcapil Kota Cimahi Luncurkan Inovasi 3 Aplikasi Adminduk Online
- Siswa dan Guru Positif COVID di Kota Bandung Bertambah Jadi 54 Kasus
- Laptop dan Dokumen Penting Dosen Raib, Penjahat Pecah Kaca Mobil Beraksi di Banjar
- Lulusan SMA Sederajat Dominasi Pemohon Kartu Kuning di Cimahi
- 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Dibacok OTK, Diduga Konflik Pilkades
- Siswa dan Guru Terpapar COVID-19 Lebih 5 Persen, PTM 12 Sekolah di Bandung Dihentikan
- Termasuk Jabar 22 Provinsi Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
1.200 Tenaga Kesehatan di Jabar Jalani Tes Masif Corona

BANDUNG,---Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan (nakes) dan non-kesehatan di rumah sakit di Bandung, Bogor dan Bekasi telah menjalani tes masif di instansinya masing-masing. Tes masif yang dilaksanakan pada Rabu (25/3) diprioritaskan kepada pelayan kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19.
"Yang dites seharian kemarin ada 1.200 nakes yang diperiksa, di Bandung, Bogor dan Bekasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berli Hamdani saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/3/2020).
Menurut Berli, distribusi rapid test diagnostic (RDT) telah selesai dibagikan sesuai dengan kebutuhan dan perhitungan yang dilakukan oleh Dinkes Jabar. Saat ini, ia menjelaskan, pemeriksaan diprioritaskan kepada kategori A, yakni tenaga kesehatan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Baca Lainnya :
- Unsur Muspida Kec. Dusun Tengah, Sediakan Air Cuci Tangan di Lokasi Pasar Ampah0
- Pemkab Sumedang Minta Operasional Pabrik-Perkantoran Dihentikan Sementara0
- Petugas Pakai APD Evakuasi Dokter Garut yang Meninggal di Kamar Kos0
- Sungai Cidurian Bogor Meluap, Rendam Rumah dan Tutup Akses Jalan0
- Promosi Obat Saat Wabah Corona, Anggota MLM Dibubarkan Aparat0
"Kategori B dan C sebetulnya sudah mulai hari ini sesuai dengan kebijakan dan strategi kota dan kabupaten masing-masing," kata Berli.
Sebelumnya, tes masif di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) ditunda pada Rabu kemarin. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemeriksaan kesehatan secara drive thru memang tidak diperuntukkan untuk kategori A.
"Bukan dibatalkan prioritas kategori A. kategori A tidak di drive thru tapi di fasilitas kesehatan, setelah beres baru masuk kategori B lebih umum tapi rawan terhadap Covid-19 di lapangan luas juga," ujarnya Emil mengatakan hasil dari tes masif ini akan diumumkan dua atau tiga hari ke depan atau sekitar Sabtu dan Minggu. Ia pun belum bisa menyebutkan hasil pemeriksaan dari 1.200 orang yang telah diperiksa tersebut.
"Saya hanya bisa menyatakan secara parsial saja, karena laporan belum semuanya masuk, di RSHS kemarin negatif semua," kata Emil.
Nantinya dari hasil tes masif ini, katanya, akan terlihat peta sebaran Covid-19, sekaligus menentukan apakah anjuran bekerja dan belajar di rumah dilanjutkan atau tidak. "Hasilnya kelihatan petanya melompat atau justru landai gitu, kalau ternyata landai kita bisa sekolahkan lagi dengan jaga jarak fisik," ucapnya.
"Kalau ternyata melonjak di luar dugaan, kita akan memperpanjang nah keputusan memperpanjang kita akan putuskan dua hari dari sekarang," Emil melanjutkan.[]






















