- Ridwan Kamil Gubernur Cerdas Melihat Kadin Jawa Barat
- Rossi Optimis Raih Podium di MotoGP Perancis 2020
- Pemuda Pancasila: Kami itu Free Man, Bukan Preman
- Waspada, Saldo Milik 3 Ribu Orang Dikuras, Ditransfer ke Rekening Para Tetangga
- Pakai Dokumen Palsu Gugat Kodam Siliwangi, 2 Pria Divonis 3,5 Tahun Bui
- Ribuan Buruh di Bogor Mogok Kerja 3 Hari, Tolak Omnibus Law
- Ribuan Buruh Pabrik Sepatu di Sukabumi Demo PHK
- Pemkot Bandung Siapkan Penerapan Mini Lockdown
- 1 Meninggal Dunia, 102 Nakes Cirebon Positif Corona
- 38 Laptop Milik Sekolah di Garut Raib Dicuri
- Buruh Gelar Aksi di DPRD Kabupaten Cirebon, Tolak Omnibus Law
- Buruh Cimahi Gedor Pabrik dan Turun ke Jalan, Tolak Omnibus Law
- Disnakertrans Jabar Sarankan Buruh Ajukan Judicial Review Ketimbang Demo
- Buruh Karawang Mogok Kerja Tiga Hari, Tolak Omnibus Law
- Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Gratifikasi Direksi Bank BTN
Warga Terdampak Banjir Sukabumi Bertambah Jadi 1.107 Jiwa

KABUPATEN SUKABUMI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merilis data terbaru perkembangan penanganan dampak bencana banjir bandang di tiga kecamatan Kabupaten Sukabumi. Di mana jumlah warga yang terdampak banjir bandang bertambah banyak mencapai sebanyak sebanyak 327 kepala keluarga (KK ) atau setara 1.107 jiiwa.
''Perkembangan terbaru warga terdampak berada di tiga kecamatan, 13 desa dan 1 kelurahan,'' ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Maman Sulaeman, Sabtu (26/9). Ke tiga kecamatan itu yakni Cicurug, Cidahu, dan Parungkuda.
Hal ini didasarkan laporan harian perkembangan penanganan bencana banjir bandang Kabupaten Sukabumi. Dalam data itu disebutkan pula rumah rusak berat sebanyak 84 unit, rusak sedang 37 unit, dan rusak ringan 206 unit serta terdampak sebanyak 327 unit.
Baca Lainnya :
- Tiga Pasien Covid-19 di Sukabumi Berasal dari Satu Kluster0
- 17 Pasangan Mesum Terjaring Razia di Hotel, Kakek-Mahasiswi Kepergok Sedang Indehoy0
- UMKM Alumni Unpad Jalin Kerja Sama dengan Kadin Bandung, Pacu Ekonomi Kerakyatan0
- Ngamprah Satu-satunya Kecamatan di KBB yang Masih Zona Merah0
- Kapolri Siap Copot Anggota Polisi Terlibat Politik0
Selain rumah, bencana juga merusak sarana lainnya yakni irigasi 1 unit, TPT 2 unit, jembatan rusak berat 9 unit, jembatan rusak sedang 1 unit, dan jembatan terancam 1 unit. Kerusakan lainnya fasilitas umum 1 unit dan tempat usaha tiga unit.
Pasokan logistik untuk korban bencana masih mencukupi dengan kehadiran satu unit dapur umum di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Selain itu bantuan logistik untuk korban bencana terus mengalir dari berbagai pihak ke posko penanganan bencana di Desa Pasawahan.
Maman mengatakan, jumlah warga yang meninggal akibat banjir bandang sebanyak tiga orang dan 10 orang luka-luka. Ketiga korban meninggal berasal dari Kecamatan Cicurug.
Di sisi lain sejumlah pihak memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak. Salah satunya ditunjukkan Danone-Aqua yang turut berupaya untuk membantu warga yang terdampak dengan menyediakan posko kesehatan di Kampung Nyangkowek, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug. Posko kesehatan tersebut dilengkapi dua toilet portabel yang dikoordinasi para relawan dari pabrik Aqua Mekarsari dan Babakan Pari.
Disediakan pula dokter dan tenaga medis untuk melayani warga dan para relawan. Posko kesehatan yang dilengkapi dua toilet portabel itu dikoordinasi para relawan dari pabrik Aqua Mekarsari dan Babakan Pari. Selain itu dengan memberi obat-obatan, bantuan sembako, masker dan sarung tangan, produk air Aqua, hingga bantuan kompor dan gas beserta regulator.
"Bantuan Danone-Aqua ini merupakan inisiatif perusahaan dalam menyikapi situasi dan kondisi masyarakat yang sedang mengalami musibah,'' ujar Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia, Jumat (25/9).[]
































