- Risma Dilaporkan Lagi ke Bawaslu Terkait Netralitas
- Kasus Aisyah Istri Rasulullah, Youtuber Dituntut 7 Bulan Bui
- Bom Bunuh Diri di Afghanistan, 9 Orang Tewas
- Jerinx Buka Suara Usai Bercumbu dengan Nora
- Sadis 2 Pria di Bekasi Hantam Pemulung Saat Tidur
- Sinovac Cek Fasilitas Bio Farma, Siap Transfer Teknologi Vaksin COVID-19
- Mantan Kades di KBB Diperiksa Polisi, Jual Tanah Carik Seluas 15 Ha
- Polrestabes Bandung Raih Promoter Reward, Berprestasi di Tengah Pandemi
- 1 WNI Sandera Abu Sayyaf Tewas, RI Perlu Minta Ketegasan Filipina
- Bocah 3 Tahun Digantung Ayah Kandung, Pelaku Kesal Ditinggalkan Istri
- Massa Rusak Kantor Bupati-Kantor Disnaker Keerom Dibakar, Kecewa Hasil CPNS
- UPT Dishub Garut Monitoring Pemasangan Tiang Listrik PJU
- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kab. Sukabumi, Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila
- Memutus Penyebaran Covid-19, AKBP Sumarni Lakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan
- Koordinasi LKSP-Kadin Jabar Dengan BP2MI
Stres Picu Lonjakan Kadar Gula Darah, Cara Menurunkannya?

Stres dapat membawa dampak yang cukup membahayakan kesehatan bagi diabetesi. Stres dapat menghalangi tubuh diabetesi untuk melepaskan insulin, sebuah hormon yang mengatur kadar gula darah. Beberapa studi pun mengungkapkan bahwa stres dapat meningkatkan kadar gula darah.
Stres berkepanjangan juga dapat membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit pernapasan. Hal ini tentunya tak diinginkan, mengingat saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung. Terlebih, diabetesi merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap Covid-19 bergejala berat.
Di sisi lain, kondisi pandemi saat ini bisa dengan mudah memicu stres. Laporan dari Beato mengungkapkan bahwa disrupsi dalam kehidupan sehari-hari serta peningkatan stres dan kecemasan akibat pandemi Covid-19 menyebabkan kenaikan kadar gula darah sebesar 20 persen pada penderita diabetes.
Baca Lainnya :
- Humas Gugus Tugas Covid-19, Kasus Covid-19 di Garut Jadi 33 Orang0
- 16 Warga Satu Desa Kena Covid, Desa Trusmi Cirebon Lakukan Tes Usap Massal0
- Disdik Cek Kesiapan SMA/SMK di Garut Jelang Sekolah Tatap Muka0
- SIDIK Garut Tuntut DPRD Segera Lakukan Sidang Paripurna0
- Ridwan Kamil: Sanksi Denda Masker Berlaku Pekan Depan0
Kadar gula darah yang tinggi dapat memicu terjadinya komplikasi di kemudian hari. Ada lima cara yang bisa dilakukan penderita diabetes untuk mengatasi stres serta mengelola kadar gula darah. Berikut ini adalah kelima cara tersebut.
Olahraga
Olahraga dapat membantu menurunkan stres sekaligus membawa manfaat kesehatan. Studi menunjukkan bahwa olahraga aerobik dapat menurunkan ketegangan secara umum dan memperbaiki suasana hati.
Olahraga aerobik juga dapat memperbaiki tidur dan meningkatkan kepercayaan diri. Olahraga aerobik selama lima menit dapat menstimulasi efek antikecemasan. Secara umum, olahraga dalam bentuk apa pun dapat memberi manfaat.
Beri waktu untuk istirahat
Melakukan aktivitas mind-body dapat memberikan tubuh waktu untuk relaksasi. Beberapa contoh dari aktivitas ini adalah yoga, meditasi, latihan bernapas dalam atau tai chi. Cara-cara ini dapat membantu mengatasi stres serta memperbaiki dan menjaga kesehatan mental.
Makanan seimbang gizi
Pola makan yang seimbang dan sehat dapat mencegah lonjakan kadar gula darah. Utamakan mengonsumsi buah dan sayur segar yang berwarna-warni, sereal tinggi serat dari gandum utuh, sumber protein berkualitas tinggi seperti telur atau kacang polong, ikan, hingga kacang-kacangan dengan lemak sehat. Pilih makanan dengan indeks glikemik yang rendah.
Gunakan rempah dan bumbu
Beberapa rempah dan bumbu seperti jahe, kunyit, serta bawang putih tak hanya sekadar menambah kelezatan makanan. Sebagian jenis rempah dan bumbu juga dapat membantu melawan stres dan kecemasan sekaligus membantu mengelola diabetes.
Mencari bantuan medis
Bila cara-cara tersebut tak membantu dan stres tetap terasa buruk sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, cari pertolongan medis. Bicarakan dengan dokter sehingga dokter dapat memberikan bantuan terkait cara menangani stres berlebih dengan berkolaborasi bersama tenaga kesehatan mental profesional.[]
































