- 10 Suara Tegas Pangdam Jaya, Soroti FPI Jangan Buat Aturan Sendiri
- Sekeluarga Ditangkap karena Edarkan Narkoba di Sumatera Utara
- KPK perpanjang penahanan tiga tersangka korupsi di PT DI
- Bandung Zona Oranye Covid, RS Disebut Terisi 80 Persen
- Haerudin Tegaskan Heteregonitas Pemahaman Butuh Pendekatan Dialog Bukan Represif
- Belajar Tatap Muka Januari 2021, Ridwan Kamil: Tantangannya di Perkotaan
- Pemotor Bawa Jenazah di Bogor, Ini Kata Polisi
- 2 Muda-Mudi Purwakarta Tewas Usai Pesta Miras
- Aparat Gabungan di Bandung Ikut Turunkan Baliho Habib Rizieq
- Jadi Tersangka, Kades Garut Bantah Perkosa Anak Eks Timses
- Resmi PSBM, Bupati Majalengka Tutup Tempat Wisata-Larang Kegiatan Banyak Massa
- Seorang Meninggal Corona, Pedagang Pasar di Pangandaran Ogah Test Swab
- Napi Otak Pabrik Sabu di Lombok Ternyata Buron Interpol
- Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Baru Dibuka 2021
- Imigrasi Akui Sempat Hapus DPO Djoko Tjandra di Sistem
Satpol PP Bacok PNS, Tersinggung karena Dipaksa Buka Portal

SORONG, -AB, seorang anggota Satpol PP membacok pegawai negeri sipil (PNS) berinisial SD yang betugas sebagai sekretaris di Dinas Dukcapil Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, Jumat (5/6/2020) pagi.
Kejadian berawal saat korban diperintahkan oleh Bupati Maybrat untuk mengawal pengurus gereja dari Sorong menuju Maybrat. Namun, saat tiba di pos penjagaan Covid-19 di Kampung Welek, akses masuk ditutup karena ada pembatasan waktu keluar masuk pada hari tertentu.
Sepi Kambu, warga yang menyaksikan kejadian itu menjelaskan, SD sempat berbincang dengan AB, anggota satpol PP yang sedang berjaga-jaga di pos pintu masuk untuk meminta kunci portal yang digembok.
Baca Lainnya :
- Masuk Jebol Plafon Pencuri Bobol ATM di Dalam Minimarket0
- Tempat Hiburan Malam Belum Izinkan Beroperasi oleh Pemkot Bandung 0
- LNS Mengaku Perwira TNI, Lakukan Penipuan Daring mencapai Rp 35,6 juta0
- Terkait Penyaluran Bansos, KPK Terima 118 Laporan0
- Eks Petinggi Hutama Karya Dieksekusi ke Rutan Cipinang0
Namun, pelaku merasa tersinggung atas ucapan korban. Pelaku kemudian mengejar korban dengan sebuah parang dan membacok korban. Akibat peristiwa itu, korban dilarikan ke Puskesmas Ayamaru untuk mendapat perawatan medis, korban mengalami luka serius di pelipis sebelah kiri. Sepi Kambu menjelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 9:30 WIT.
Saat keributan, tidak ada aparat TNI-Polri yang berada di pos penjagaan Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sorong Selatan, wilayah hukum Kabupaten Maybrat.
Kapolres Sorong Selatan AKBP Sahat Siregar saat dihubungi mengatakan, ia belum mendapat laporan peristiwa pembacokan PNS di Kabupaten Maybrat. Bupati Maybrat Bernard Sagrim menanggapi kasus pembacokan PNS menjelaskan, kasus pembacokan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kejadian ini hanya salah paham dan pelaku sudah ditahan oleh pihak kepolisian.
"Memang ada pemberlakuan pembatasan akses keluar masuk di 4 wilayah cek poin, karena Kabupaten Maybrat masuk zona hijau sehingga pemerintah melakukan pengetatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," jelas Bupati Maybrat.[]

































