- Jokowi-Ma\'ruf Beda Suara Soal Pilkada di Masa Pandemi
- Polisi Tangkap 7 Anggota Geng Motor Penyerang Warga Bogor
- Balita Dianiaya Paman dan Bibi Saat Orang Tua Dipenjara
- Pembunuh Tarik Rp8 Juta di ATM Sebelum Bakar Wanita Sukoharjo
- Kurir Edarkan Narkoba di Tengah Demo Omnibus Law di Jakarta
- Demo Ciptaker, Mahasiswa Bandung Blokir Gerbang Tol Pasteur
- 3 Calon Meninggal karena Covid-19, KPU Bantah Terkait Pilkada
- Anggota Brimob Diduga Selundupkan M16 Ditangkap di Nabire
- Puting Beliung Sapu Desa Babelan Bekasi, Puluhan Rumah Rusak
- Polri Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung
- KPK Tahan Walkot Tasikmalaya Tersangka Kasus Suap
- Achmad Yurianto Dicopot dari Dirjen Kemenkes
- Achmad Yurianto, Staf Ahli Menteri Terawan Berharta Rp4,3 M
- Mobil Siaga Desa Rancasalak yang Di Pinjamkan Kades Tak Kunjung Kembali
- Bobol ATM di Bandung, Pelaku Tutup CCTV Pakai Cat Semprot
Mahalnya Tarif Internet Hambat Migrasi UMKM ke Digital

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitanmengajak seluruh pejabat negara serentak melakukan belanja produk dalam negeri melalui aplikasi daring pada awal Juli 2020 mendatang. Aksi itu merupakan bagian dari kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI)yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pertengahan Mei lalu.
"Nanti kita mau launching aplikasi pengadaan langsung untuk UMKM, kerja sama LKPP dengan e-commerce. Semua pejabat negara harus belanja online pada sidang kabinet paripurna. Ini meningkatkan belanja APBN untuk UMKM dan menunjukkan kampanye dukungan terhadap Gerakan Bangga Buatan Indonesia," kata Menko Luhut di Jakarta, Jumat (26/6/2020).
Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi pada 14 Mei 2020, telah menunjukkan hasil. Setidaknya hingga saat ini ada setengah juta lebih usaha mikro, kecil, dan menengah telah bertransformasi ke ekosistem digital.
Baca Lainnya :
- Ratusan Orang Geruduk DPRD Sumsel Tolak RUU HIP0
- Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru COVID-190
- HMI Serang Bawa Keranda Mayat dan Lempari Gedung DPRD Banten dengan Tomat Busuk0
- Kader PDIP Bekasi Longmarch Minta Polisi Usut Kasus Pembakaran Bendera0
- Almumtaz Kerahkan Ribuan Massa, Menolak Pengesahan RUU HIP0
"Kami kaget juga, dalam satu bulan sudah 500 ribu lebih UMKM baru yang bergabung ke ekosistem digital dan penjualannya naik 2.100%," ucap Menko Luhut.
Menko Luhut mengatakan, pandemi Covid-19 telah membuka mata banyak pihak termasuk pemerintah bahwa masih ada peluang yang bisa digali dari sektor UMKM. Data pemerintah menyebutkan, ada 40 juta lebih UMKM di Indonesia.
Sementara hanya delapan juta yang tergabung dalam ekosistem digital. Melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia, pemerintah mematok target dua juta UMKM bergabung ke ekosistem digital pada Desember 2020 mendatang.
Menurutnya ini bukan perkara gampang untuk memenuhi target tersebut. Karenanya pemerintah pusat mengajak pemerintah daerah baik gubernur, bupati, wali kota hingga swasta untuk menjadi penopang atau pengasuh bagi UMKM di sekitarnya.
"Dan itu sekarang jalan. Setelah target dua juta UMKM tercapai, nanti kita serbu lagi. Dampak Covid-19 ini membuka mata kita. Sebenarnya banyak peluang yang selama ini belum disentuh. Makanya sekarang kita dorong gubernur, bupati, wali kota, ayo masuk kalian. Platform-nya kan banyak, e-commerce semua bersatu padu," ucap Menko Luhut.
Proses migrasi UMKM ke ekosistem digital bukan tanpa hambatan. Menko Luhut mengatakan, ada sedikit hambatan dalam proses migrasi ini terkait mahalnya tarif internet hingga minimnya pelatihan yang diperoleh UMKM.[]


































