- Kejati Banten Usut Dugaan Penyunatan Dana Hibah Ponpes Rp 117 Miliar
- Proyek Bersama Korsel-Indonesia, Jet Tempur KF-21 Resmi Meluncur
- Tak Pernah Digaji Majikan 18 Tahun, PMI Kabupaten Bandung Diungsikan ke KJRI Jeddah
- Siswa Antusias Mengikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Di Majalengka
- Buruh di Karawang Polisikan Bos WN Jepang Atas Dugaan Penganiayaan
- 5 Pintu Gerbang Utama Jawa Barat Ini Dijaga Ketat, Pasca Mudik Dilarang
- Ridwan Kamil Lantik Dedi Taufik Jadi Penjabat Bupati Bandung
- Cegah Sahur On The Road, Disdik Jabar Arahkan Pelajar SMA Ikut Pesantren Kilat
- Sakit Hati Ditinggal Menikah, Ayah Kandung Culik Dan Siksa Anaknya
- 1 Buronan Terduga Teroris Jakarta Serahkan Diri ke Polisi
- 3 Gadis Cantik Warga Negara Uzbekistan Dijajakan di Bali
- Petugas Damkar Depok Bongkar Dugaan Korupsi di Tempatnya Bekerja
- Kota Bandung Bakal Gelar Sekolah Tatap Muka Bagi Siswa SD dan SMP
- BLT UMKM Rp1,2 Juta Tetap Disalurkan di Bulan Puasa
- Perempuan Muda Nekat Gantung Diri Gegara Ribut Pembagian Keuntungan Warteg
GAS Galakkan Sekolah Sungai

GARUT (POLKRIM)Komunitas Gabungan Anak Sunda (GAS) mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk sungai. Untuk menggaungkan semangat itu, GAS bersama sejumlah sukarelawan mendirikan Sekolah Sungai Cimanuk di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.
Sekolah tersebut didirikan lantaran masih adanya persoalan sampah, serta eceng gondok di aliran Sungai Cimanuk. Kondisi itu juga dinilai menimbulkan kesan kumuh di bantaran sungai.
Dengan adanya Sekolah Sungai Cimanuk, diharapkan kondisi anak-anak sungai menjadi lebih bersih, tidak lagi jadi tempat sampah atau memicu banjir di musim hujan.
Baca Lainnya :
- Ridwan Kamil Membuka Seminar HPN PWI Jabar, dan Menyebutkan Orang Indonesia Suka Konsumsi Berita0
- PWI Jabar Selenggarakan Seminar, Ridwan Kamil Menjadi Keynote Speaker0
- Indonesia-Belanda Sepakat Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Pariwisata0
- Triple Untung bagi Pemilik Kendaraan Bermotor di Jawa Barat0
- Pasien Corona Kasus 25 di Indonesia Meninggal Dunia0
“Tugas kami bagaimana memahami tentang sungai, mencintai lingkungan, dan tentunya menanamkan semangat cinta lingkungan, demi kelangsungan wilayah yang sangat bertumpu kepada sungai ini,” ujar Sekretaris Jenderal DPP GAS, Mulyono Khadafi, dalam keterangan resmi, (1/4/2021).
Pendirian Sekolah Sungai Cimanuk itu disebut terinspirasi peringatan Hari Air Sedunia di Yogyakarta pada tahun lalu. Hari Air Sedunia ini jatuh pada 22 Maret.
Mulyono mengatakan, kondisi sungai yang kotor tercemar sampah dan limbah mesti menjadi perhatian. Lewat Sekolah Sungai Cimanuk, kata dia, akan dilakukan berbagai kegiatan, antara lain pembersihan sungai dari berbagai macam sampah.
Dengan ini, diharapkan masyarakat juga makin peduli akan lingkungan sekitarnya, khususnya generasi muda. Mulyono pun berharap sungai dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup melalui perilaku hidup bersih. “Bagi anak-anak sekolah, media Sekolah Sungai ini bisa menjadi opsi dalam mengaplikasikan cinta lingkungan,” ujarnya.
Mulyono mengharapkan adanya Sekolah Sungai Cimanuk dapat menanamkan budaya agar masyarakat lebih menghargai sungai dan air. Ia mengatakan, masyarakat dapat melakukan pengelolaan sebagai bentuk partisipasi.
Menurut Mulyono, pengelolaan sungai saat ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dengan masyarakat ikut berpartisipasi, kata dia, kelestarian sungai diharapkan tetap terjaga dan terawasi bersama.
“Semua kalangan diharapkan bisa berpartisipasi dalam sekolah ini, biar masyarakat turut peduli akan lingkungan kita, dan lebih waspada terhadap bencana,” kata Mulyono.(mail memet)

































