- BNN Bongkar 136 Kg Ganja Dikubur dalam Tanah di Sumut
- Diduga Tendang Pengamen Ondel-ondel, Anggota Babinsa Diproses
- Jokowi Rombak Komite Penanganan Covid, Kasad dan Kadin Masuk
- Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Kebakaran Kejagung
- Positif Covid, Petinggi KAMI Minta Penangguhan Penahanan
- RK Klaim Kasus Positif Tak Naik Signifikan Usai Libur Panjang
- 6 Hakim MK Diminta Kembalikan Bintang Mahaputera Jokowi
- Djoko Tjandra Bantah Suap Dua Jenderal Polisi soal Red Notice
- Penyebar Video Porno Mirip Gisel Ditangkap Polisi
- Klaster Covid Resepsi Pernikahan Sragen, Sekeluarga Meninggal
- Polisi Jaga Rumah Nikita Mirzani dari Kepungan Massa Rizieq
- 83 Karyawan BJB Positif Corona, Kantor `Lockdown`
- 83 Karyawan BJB Positif Corona, Kantor `Lockdown`
- BLT Subsidi Gaji untuk 2,71 Juta Pekerja Cair Hari Ini
- DKI 3 Kali Ajukan Penjualan Saham Bir Delta, DPRD Tak Setuju
DKI 3 Kali Ajukan Penjualan Saham Bir Delta, DPRD Tak Setuju

JAKARTA,--Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan tetap berencana menjual saham di produsen bir, PT Delta Djakarta. Hal ini sekaligus menepis isu DKI menambah jumlah kepemilikan sahamnya di PT Delta.
Dalam keterangan resmi, Pemprov DKI mengklaim sudah mengirimkan tiga kali mengajukan permohonan persetujuan penjualan saham PT Delta Djakarta ke DPRD DKI. Namun, tiga kali pula dewan wakil rakyat itu belum mengabulkannya.
"Bahkan, kami juga telah mengirimkan beberapa kali surat permohonan persetujuan penjualan saham kepada DPRD, namun belum kunjung disetujui," kata Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, dalam keterangan tertulis tersebut, Jumat (13/11). Belum mendapatkan pernyataan dari pihak DPRD DKI mengenai penolakan penjualan saham pemprov di PT Delta Djakarta tersebut.
Baca Lainnya :
- Putri Rizieq Nikah, Jalan KS Tubun Jakpus Diminta Ditutup0
- Klaster Keluarga Masih Dominasi Kasus Corona di Kota Bandung0
- Pemkab Sumedang Ajukan Hak Pengelolaan Lahan Terbengkalai ke Pusat0
- Polri Tolak Penangguhan Penahanan Gus Nur Terkait Kasus Hina NU0
- Sebagian Terbakar, Total 200 Bangkai Bus Transjakarta Parkir di Bogor0
Kepemilikan saham DKI di PT Delta mencuat karena kabar ada penambahan saham milik pemprov di PT Delta Djakarta. Sebelumnya, dari data Bursa Efek Indonesia diketahui bahwa Pemprov DKI menambah kepemilikan saham di Delta Djakarta. Kepemilikan saham meningkat dari 26,25 persen menjadi 58,33 persen di Oktober 2020.
Faisal menduga komposisi saham dalam data BEI itu tertukar atau terjadi kesalahan penulisan antara saham Pemerintah Provinsi DKI dengan saham San Miguel Malaysia.
Ia menegaskan, tidak ada perubahan kepemilikan saham, antara bulan ini dan bulan sebelumnya. Pihaknya pun telah melakukan penelusuran dan pengecekan atas komposisi saham tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, dalam dokumen berbeda di situs BEI ditemukan data dengan komposisi berbeda yaitu tertulis San Miguel Malaysia masih memiliki saham sebesar 58,33 persen dan Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sebesar 26,25 persen.
Sebagai informasi, penjualan saham di PT Delta merupakan salah satu janji Gubernur Anies Baswedan pada masa kampanye Pilkada DKI 2017.
Hampir tiga tahun berselang, sampai dengan saat ini, rencana Anies tak kunjung terlaksana.
Anies sendiri pada 2019 silam sempat mengatakan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk melepas 26,25 persen saham perusahaan pembuat bir, di PT Delta Djakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi pelepasan saham itu dilakukan tepat pada malam pertama bulan suci Ramadhan.
"Pemprov DKI Jakarta memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir, jadi 26,25 itu kita pasti dilepas. Jadi ini bukan akan, tapi pasti dilepas," kata Anies pada Mei tahun lalu.[]


































