- Polisi Ungkap Bocah SMP Korban Pengeroyokan di Cimahi 3 Orang
- 21 Pemain Ikuti Latihan Perdana Persib Bandung
- Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu
- Tangan dan Leher Luka Sayat, Mamih Juju Tewas Di Musala Ruko
- Tak Ada Tanda Kekerasan, Seorang Satpam Bank Swasta Ditemukan Tewas
- Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru 2022 Jabar Dimulai
- Tumpukan Sampah Menumpuk di Soreang
- 40 Laptop Sekolah SMAN Bandung Digondol Maling
- Liga Desa Garut, Ajang Seleksi Pesepakbola Profesional
- KPK Panggil Sembilan Saksi Terkait Kasus Suap di Kabupaten Bogor
- Usai Diserbu Wisatawan, Tumpukan Sampah Berserakan di Situ Bagendit Garut
- Kemenag Buka Program Bantuan Masjid dan Mushola
- Jokowi Bolehkan Masyarakat Tidak Pakai Masker di Luar Ruangan dan Area Terbuka
- Rapat Paripurna DPRD Kab. Sukabumi Agedakan Penyampaian 2 Raperda
- Bupati `ASN Harus Mengadaptasi Perubahan Dan Bisa Memberi Solusi`
Tumpukan Sampah Menumpuk di Soreang

KABUPATEN BANDUNG -Permasalahan sampah di Kabupaten Bandung seakan tidak pernah usai. Saat ini kembali terjadi lagi sampah yang menumpuk tidak diangkut petugas kebersihan.
Di Kampung Ciburial, Jalan Lembur Tegal, Desa Soreang, Kecamatan Soreang, tumpukan sampah terlihat dengan panjang sekitar 7 sampai 10 meter. Tumpukan sampah tersebut terlihat dengan mayoritas makanan sisa rumah tangga.
Penjahit, Aan (50) mengatakan dengan adanya sampah tersebut membuat konsumennya mengeluh. Namun, kata dia, hal tersebut tidak menurunkan orderan jahit padanya.
Baca Lainnya :
- Driver Ojol Bandung Dianiaya Sekelompok Pemuda, Hendak Antar Pesanan0
- Mayat-mayat Menumpuk di Ekuador, Wali Kota: Corona Seperti Bom Meledak0
- Di Cimahi Keluarga Belum Berani ke Luar Rumah Terpapar COVID-190
- Transaksi di Pegadaian Purwakarta Naik 10 Persen, Dampak corona0
- Medan Pertempuran Baru China Melawan Corona Ada di Kota Perbatasan Rusia0
"Ya jelas lah, banyak konsumen saya suka ngeluh bau. Tapi da gimana lagi," ujarnya, Selasa (17/5/2022).
Pihaknya mengungkapkan sampah tersebut belum dilakukan pengangkutan sejak hari raya lebaran silam. Dengan itu, menurutnya, banyak sampah di tumpukan tersebut makanan sisa-sisa lebaran.
"Sampah itu dari lebaran belum diangkut. Sampah bekas lebaran, makanya banyak sampah makanan, jadi banyak belatung," katanya.
Aan menuturkan sampah tersebut biasanya diangkut tiap pekan. Namun, pihaknya heran hingga saat ini belum dilakukan pengangkutan.
"Seminggu sekali, biasa diangkut. Tapi sekarang belum juga diangkut. Setiap Sabtu biasanya ditariknya. Kalau yang gang depan mah udah diangkut," jelasnya.
Menurutnya sampah tersebut datang dari berbagai warga yang melintas. Makanya, kata dia, banyak yang membuang sambil menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
"Sampah itu dibuang oleh warga yang lewat, dialungkeun. Nu bade ka sakola, alung weh ke situ. Makanya kalau kepergok mah suka dimarahi," ucapnya.
"Biasanya Sabtu ditarik, tetap aja pas Minggu udah ada lagi," lanjutnya.
Aan berharap sampah tersebut bisa segera diangkut petugas kebersihan. Dengan itu, pihaknya bisa melaksanakan usaha dengan nyaman.
"Ya semoga segera diangkut aja. Jadi ngejahit juga nyaman. Konsumen yang nunggu ngejahit juga jadi betah," pungkasnya.[]

http://www.staisabili.ac.id/



















