Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu

By Polkrim News. 18 Mei 2022, 00:53:10 WIB Jabar
Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu

SUBANG -Popon Supriatin, kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Subang, resmi ditahan pihak kepolisian dari Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Subang.

Ia ditahan terkait dugaan ijazah palsu Strata (S1) 1 STAI Yamisa Soreang, Kabupaten Bandung, yang dimilikinya untuk mendaftar menjadi anggota calon anggota legislatif (caleg) DPRD Subang tahun 2019 serta pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Subang dengan menggantikan Tatang Kusnandar yang meninggal dunia pada 2021.

Popon dalam Pemilihan Legislatif Anggota DPRD Subang tahun 2019 itu memiliki suara terbanyak kedua setelah Tatang Kusnandar. Sehingga ia berhak menggantikan Tatang Kusnandar yang meninggal.

Baca Lainnya :

Namun, dalam pengajuan PAW tersebut terjadi polemik di internal Partai PAN Subang. Kasus dugaan ijazah palsu Popon Supriatin berawal setelah dilaporkan Sri Rahayu Sugiharti, sesama kader DPD PAN Subang, yang memiliki suara terbanyak ketiga di bawah Popon.

Sri Rahayu Sugiharti melalui pengacaranya, Enden Septiana menjelaskan, pihaknya melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian pada 20 November 2021.

"Kita melaporkan Popon pada tanggal 20 November 2021 lalu, prosesnya panjang sekali dan Polres Subang langsung melakukan penyelidikan," ujar Enden kepada detikJabar di Mapolres Subang, Selasa (17/5/2022).

Menurutnya, dugaan kuat dari Popon menggunakan ijazah palsu itu didukung kuat oleh pihak STAI Yamisa Soreang, Kabupaten Bandung, yang menyebut Popon tidak terdaftar sebagai lulusan S1 di sana.

"Iya betul, pihak STAI Yamisa Soreang juga menyebutkan saudara Popon tidak terdaftar dari lulusan S1. Jadi waktu itu juga kami langsung bikin LP," katanya.

Bahkan, lanjut Enden, pada proses Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD Subang pihak Popon sempat meminta dengan cepat untuk dilantik. Namun, pihak terlapor, yakni Sri, meminta polisi melakukan penyelidikan terlebih dahulu terkait laporan dugaan ijazah palsu.

"Sempat diminta cepat dilantik PAW juga, tapi kami minta dulu kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dari kasus itu," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, pada Kamis (12/5/2022) Popon resmi ditahan pihak kepolisian dari Polres Subang selama 20 hari ke depan guna proses penyidikan.

"Waktu dipanggil Polres Subang pada Kamis kemarin saudara Popon langsung juga ditahan hari itu sampai sekarang, kita sudah mengajukan saksi-saksi juga kepada pihak kepolisian," tuturnya.

Sementara itu, pihak dari Sri Rahayu juga meminta kepada pengurus DPD Partai PAN Kabupaten Subang untuk memecat Popon sebagai kader PAN Subang serta meminta DPRD Subang melantik Sri Rahayu sebagai anggota DPRD Subang untuk menggantikan Tatang Kusnandar.

"Sampai sekarang memang belum ada respons apapun dari DPD Subang. Bahkan pusat juga belum tau kasus ini sepertinya. Nah kalau misalkan benar saudara Popon terbukti bersalah, pecat langsung dan minta Sri dilantik dalam PAW," ungkapnya.

Selain itu, ia mengungkit kliennya sulit mendapatkan kursi PAW anggota DPRD Kabupaten Subang. Kondisi ini diduga adanya oknum kader PAN di Kabupaten Subang yang bermain guna menjegal Sri menjadi PAW anggota DPRD Kabupaten Subang.

"Lambannya proses PAW klien kami (Sri) ini, diduga akibat adanya oknum-oknum kader PAN yang bermain," pungkas Enden.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan 2http://www.staisabili.ac.id/Kanan - Iklan 1

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.