- Sakit Hati hingga Asmara Jadi Motif Istri Siri Suruh Pelaku Gorok Suami
- Viral Video Memperlihatkan Detik-detik Selebgram Prostitusi Masuk Hotel
- Warga Sukabumi Resah Kawanan Monyet Masuk Langit-langit Rumah
- Bupati Larang ASN Pergi ke Luar Daerah, Kasus Positif di Ciamis Terus Bertambah,
- Kades Tersangka Pemerkosaan Anak Eks Timses Ajukan Penagguhan Penahanan
- 6 Tamu Karaoke di Cianjur Diamankan Polisi, Positif Konsumsi Narkoba
- Proyek Rumah Sakit Ini yang Bikin Wali Kota Cimahi Terjaring OTT KPK
- Jokowi Resmi Tetapkan Pilkada 9 Desember Hari Libur Nasional
- Polri: 7 Rumah Warga Dibakar Kelompok Ali Kalora di Sigi
- Anies Copot Walkot Jakpus soal Fasilitas untuk Acara Rizieq
- Firli: Pemeriksaan Tersangka Tak Ada Istilah Berlebihan
- WN Yaman Klaim Ditipu Rp2 M, Investasi Lahan Parkir Tangsel
- Hilang Hampir 2 Tahun, Wanita Indonesia Ditemukan di Malaysia
- Cium Pantat Truk, Pengendara Sepeda Motor Langsung Tewas di Cimahi
- Geledah KKP, KPK Amankan Sejumlah Mata Uang Asing dan Dokumen
Persempit Penyebaran Virus Corona, Gerakan Anti covid -19 ( GA Covid-19) Kab. Sukabumi Resmi Dilantik.

KABUPATEN SUKABUMI,[POLKRIM]-Sejumlah pengurus wilayah Gerakan Anti Covid-!9 (GA COVID-19) Kabupaten Sukabumi akhirnya resmi dilantik. Gerakan ini berangkat dari masyarakat yang sudah tersebar di 37 kecamatan Kabupaten Sukabumi. Pelantikan sejumlah pengurus wilayah langsung dilantik oleh Ketua Nasional Gerakan Anti Covid -19, Yongki Jonacta Yani , siang tadi 27 november 2020 bertempat di gedung aula Setda Kabupaten Sukabumi.
"Gerakan relawan ini datang langsung dari masyarakat, diharapkan gerakan yang datang langsung dari masyarakat dapat membuat pencegahan covid-19 lebih efektif khususnya di Kabupaten Sukabumi , ujar Yongki ketika ditemui usai pelantikan.
Yongki menambahkan, kehadiran gerakan anti covid 19 di Kabupaten Sukabumi dapat menambah energi buat pemerintah daerah dalam sosialisasi, edukasi kepada masyarakat terkait penanganan dan pencegahan covid-19, sehingga Kabupaten Sukabumi bisa menjadi zona hijau. karena masyarakat yang saya lihat tidak hanya di sukabumi, tapi dibanyak wilayah masih kurang memahami kepatuhan protokol kesehatan.
Baca Lainnya :
- Sedekah Makanan untuk Orang Wafat, Apakah Hukumnya Sesajen?0
- 12 Prajurit TNI Meninggal, Jenazah Heli MI 17 Dipulangkan0
- Cara Registrasi Akun LTMPT untuk SBMPTN 20200
- Perburuan Buaya Berkalung Ban di Palu Kembali Dilanjutkan0
- Banjir Terjang Dayeuhkolot Bandung, Siswa SD Belajar di Pengungsian0
"Masyarakat perlu terus diingatkan mengenai adaptasi kebiasaan baru, misalnya untuk memakai masker, mencuci tangan dengan sabun hingga menjaga jarak' katanya. Ketua Nasional gerakan anti covid-19, yongki menyebutkan GA covid-19 adalah gerakan kemanusiaan yang digagas oleh satgas pusat dalam rangka untuk lebih kearah edukasi sosialisasi mitigasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu ketua gerakan anti covid -19 (GA COVID-19) kabupaten sukabumi wisnu soemanri ketika ditemui seusai acara menjelaskan, dengan dilantiknya pengurus wilayah gerakan anti covid -19 yang tersebar di 37 kecamatan dikabupaten sukabumi dapat menekan penyebaran virus covid-19 dengan sellau mensosialisasikan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)." jadi fungsi kami ini adalah penyeimbang dari satgas covid yang sudah ada dibirokrat. perlu penguatan edukasi dimasyarakat sehingga pemahaman mengenai pencegahan covid-19 lebih masif'."kata wisnu. sudah melakukan koordinasi dengan pihak dinas, maupun satgas covid yang ada ditingkat desa kecamatan dan kabupaten untuk bersinergi dalam protokol kesehatan itupun harus mengadakan sosialisasi edukasiprotokol kesehtan baik ditingkat ke RW yang dimana target kita akan membuat posling tingkat ke RW-an akan lebih efektif.[DN/BA]

































