Penerima Subsidi Upah Berkurang, Rp7,9 Triliun Dialihkan untuk Guru Honorer

By Polkrim News. 26 Nov 2020, 01:15:57 WIB Ekonomi
Penerima Subsidi Upah Berkurang, Rp7,9 Triliun Dialihkan untuk Guru Honorer

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkap bahwa ada penurunan jumlah penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) setelah data penerima diverifikasi dan divalidasi oleh BPJK Ketenagakerjaan (BPJS TK). Sehingga, ada sekitar Rp7,9 triliun yang dikembalikan ke Kementerian Keuangan dan disalurkan untuk guru honorer.

“Alokasi anggaran pada semula Rp37,7 triliun, setelah verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, para penerima yang sesuai Permenaker, dari 15 juta yang memenuhi syarat hanya 12 juta,” kata Ida dalam pemaparannya secara virtual di Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

 “Anggarannya berkurang karena targetnya berkurang, sehingga alokasi Rp29,7 triliun, dengan target 12,4 juta pekerja, diberikan dalam bentuk uang berupa Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan yang diberikan dalam 2 tahap sebesar Rp1,2 juta untuk 2 bulan pertama, dan Rp1,2 juta untuk tahap berikutnya,” sambungnya.

Baca Lainnya :

Kemudian, sambung politikus PKB ini, hasil pemantauan penyaluran BSU, data calon penerima BSU sampai dengan 30 September yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemenaker sebesar 12,4 juta orang yang dibagi menjadi 6 batch. Berdasarkan data tersebut, telah dilakukan revisi target dan anggaran dari semula 15,7 juta orang dengan anggaran Rp37,740 triliun menjadi 12,4 juta orang dengan anggaran Rp29,769 triliun.

Menurut Ida, sisa anggaran sekitar Rp7,9 triliun ini akan diberikan kepada guru honorer di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam bentuk subsidi gaji.

“Sisa anggaran sudah kami kembalikan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan sudah digunakan untuk memberikan subsidi gaji atau upah kepada guru honorer, baik guru honorer yang berada di Kemendikbud maupun Kemenag. dalam proses pencairan di masing-masing kementerian tersebut,” terangnya.

Adapun progress penyaluran BSU per 23 November, Ida menguraikan, realisasi gelombang pertama sebanyak 12,2 juta orang, dan yang belum disalurkan 151.000 orang. Realisasi anggaran pada penyaluran gelombang pertama Rp14,7 triliun dari target Rp18,4 triliun. Dan realisasi penerimaan gelombang kedua sampai 23 November, sebanyak 5,9 juta orang dan yang belum 3.000 orang, dengan realisasi anggaran Rp7,1 triliun dari target Rp13,2 triliun.

“Gelombang 2 masih dalam proses realsiasi penyaluran dari bank penyalur, bank himbara ke penerima program,” ungkap Ida.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan 2Kanan - Iklan 1Kanan - Iklan 3

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama