- Polisi Ungkap Bocah SMP Korban Pengeroyokan di Cimahi 3 Orang
- 21 Pemain Ikuti Latihan Perdana Persib Bandung
- Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu
- Tangan dan Leher Luka Sayat, Mamih Juju Tewas Di Musala Ruko
- Tak Ada Tanda Kekerasan, Seorang Satpam Bank Swasta Ditemukan Tewas
- Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru 2022 Jabar Dimulai
- Tumpukan Sampah Menumpuk di Soreang
- 40 Laptop Sekolah SMAN Bandung Digondol Maling
- Liga Desa Garut, Ajang Seleksi Pesepakbola Profesional
- KPK Panggil Sembilan Saksi Terkait Kasus Suap di Kabupaten Bogor
- Usai Diserbu Wisatawan, Tumpukan Sampah Berserakan di Situ Bagendit Garut
- Kemenag Buka Program Bantuan Masjid dan Mushola
- Jokowi Bolehkan Masyarakat Tidak Pakai Masker di Luar Ruangan dan Area Terbuka
- Rapat Paripurna DPRD Kab. Sukabumi Agedakan Penyampaian 2 Raperda
- Bupati `ASN Harus Mengadaptasi Perubahan Dan Bisa Memberi Solusi`
Neneng Umaya Usai Bunuh Dini Nurdiani: Menyesal tapi Puas

BEKASI - Neneng Umaya (24) ditangkap atas pembunuhan Dini Nurdiani (26), wanita yang sempat dilaporkan hilang di bulan puasa lalu. Neneng tega menghabisi nyawa Dini Nurdiani karena cemburu lantaran korban memiliki hubungan dengan suaminya, seorang pria berinisial ID (27).
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Dimasetyo mengatakan Neneng Umaya mengaku telah membunuh korban. Ardhie juga mengungkapkan penyesalan tersangka setelah membunuh Dini Nurdiani.
"Pengakuannya menyesal tapi puas," ujar Ardhie saat dihubungi wartawan, Selasa (17/5/2022).
Baca Lainnya :
- Driver Ojol Bandung Dianiaya Sekelompok Pemuda, Hendak Antar Pesanan0
- Mayat-mayat Menumpuk di Ekuador, Wali Kota: Corona Seperti Bom Meledak0
- Di Cimahi Keluarga Belum Berani ke Luar Rumah Terpapar COVID-190
- Transaksi di Pegadaian Purwakarta Naik 10 Persen, Dampak corona0
- Medan Pertempuran Baru China Melawan Corona Ada di Kota Perbatasan Rusia0
Polisi saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Neneng Umaya. Kasus ini dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota, mengingat tempat kejadian perkara (TKP) ada di wilayah Kota Bekasi.
"Dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota," imbuhnya.
Polisi mengungkap motif cinta segitiga di balik pembunuhan Dini Nurdiani (26), wanita yang ditemukan tewas setelah dilaporkan menghilang pada 26 April 2022. Tersangka, perempuan berinisial NU (24), merasa cemburu dan menuding korban sebagai pengganggu rumah tangga dengan suaminya.
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Dimasetyo mengatakan Dini Nurdiani dan suami tersangka NU memiliki hubungan asmara terlarang. Hal ini menimbulkan kecemburuan tersangka NU.
"Motifnya sendiri ternyata kecemburuan. Tersangka ini adalah istri pacar korban," kata Ardhie saat jumpa pers di Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat.
Dini dan suami NU, pria berinisial ID (27), sama-sama bekerja di sebuah bank di Gatot Subroto, Jaksel, sebagai cleaning service. Keduanya sudah menjalin hubungan asmara terlarang selama 4 bulan.
"Korban tahu. Dia mengetahui bahwa suami tersangka ini sudah berumah tangga dan mempunyai 3 anak," tambahnya.
Polisi mengatakan Neneng Umaya telah merencanakan pembunuhan Dini Nurdiani ini. Neneng Umaya nekat menghabisi nyawa Dini Nurdiani setelah membongkar isi chat suami dengan korban.
"Isinya bahwa 'kapan kamu mau ceraikan istrinya?', balas suaminya 'iya, nanti habis Lebaran saya akan urus perceraian saya', 'apa perlu saya temenin?'. Nah itu, berawal dari situ, makanya dia emosi," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Dimasetyo saat jumpa pers di Mapolsek Cengkareng.
Neneng Umaya murka setelah melihat chat tersebut. Ia kemudian menyusun rencana menghabisi nyawa Dini Nurdiani dengan memancingnya untuk bertemu.
Pada 26 April 2022, Neneng Umaya memancing korban dengan berpura-pura menjadi suaminya dan mengajak buka puasa bersama.
"Jadi dia WA kepada korban bahwa 'kita bukber, nanti yang jemput adalah ponakan saya'," katanya.
Dini Nurdiani dijemput tersangka di halte bus di sekitar TMII, Jaktim. Dini Nurdiani saat itu tidak tahu jika yang menjemputnya adalah istri ID, sebab Neneng Umaya mengaku sebagai keponakan ID.
Tersangka kemudian membawa Dini Nurdiani ke Jatisampurna, Kota Bekasi dan membunuhnya di sana. Jenazah Dini Nurdiani baru ditemukan tiga hari setelah dinyatakan menghilang atau tepatnya pada 29 April 2022.[]

http://www.staisabili.ac.id/



















