- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Nasib GGRM Makin Tinggi Pohon, Makin Kencang Angin Menerpa,Beda Jauh sama HMSP

JAKARTA-- Akhir pekan lalu menjadi waktu pembalasan bagi saham-saham bluechip untuk berbalik menguat setelah beberapa waktu sebelum 'terbakar' hebat akibat tekanan global. Saham emiten rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi salah satu saham paling kinclong di bursa.
Sampai dengan Jumat (27/03/2020) sore, saham GGRM dengan mengumpulkan apresiasi sebesar 33,74% dalam sepekan terakhir. Umpama peribahasa makin tinggi pohon, makin kencang angin menerpa, dengan apresiasi setinggi itu wajar jika pelaku pasar bergegas mencairkan keuntungan investasi.
Dan Senin (30/03/2020) adalah harinya. Dilansir dari RTI, saham GGRM bertengger di posisi enam teratas sebagai saham yang paling terdampak tekanan jual. Hingga akhir sesi I, asing tercatat mengantongi keuntungan jual sebesar Rp7,10 miliar atau setara dengan Rp49,07 miliar dalam sepekan.
Baca Lainnya :
- Jiwasraya Klaim Bayar Rp470 Miliar ke Nasabah0
- Minta Pengadaan Barang Jasa Dihentikan, Sri Mulyani Surati Pemda0
- Akhirnya! Tata Cara Ajukan Libur Nyicil Kredit Sudah Ada0
- Kementerian PUPR Jamin Hak-hak Pekerja Konstruksi saat Wabah COVID-190
- UU Kekarantinaan: Pemerintah Tanggung Jawab Penuhi Kebutuhan0
Akibat derasnya arus modal yang keluar, saham GGRM pun terkontraksi sedalam -6,99% di level Rp40.925 per saham. Level tersebut sekaligus menjadi yang paling rendah sepanjang hari ini. Sejumlah 411,50 ribu saham diperdagangkan dengan frekuensi 631 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp16,85 miliar.
Berbanding terbalik dengan GGRM, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) justru ramai diborong asing dengan capaian net buy terbesar kedua sebesar Rp11,8 miliar. Meski begitu, saham HMSP pun masih tertekan dengan koreksi -3,46% ke level Rp1.395 per saham. Sejumlah 26,11 juta saham HMSP diperdagangkan dengan frekuensi 2.472 kali dan membukukan nilai transaksi harian Rp35,46 miliar.[]






















