- Perpres Supervisi Diteken Jokowi, Saatnya KPK Unjuk Gigi
- Ridwan Kamil Sebut 100 Orang Reaktif Usai jalani Rapid Tes Acak
- Buruh Desak UMP Jabar Naik 8%, Kadisnakertrans: Apa Dasarnya?
- Membela Anak dan Istrinya Dihina, Ketua RT Tewas Ditikam YL
- Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami, Lewat Aplikasi Grab
- Aktor James Bond Sean Connery Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
- 2 Mobil Saling Tabrak di Jl Alternatif Cibubur
- 78 Wisatawan di Jabar Reaktif, Paling Banyak Ditemukan di Bogor
- Polisi di Sukabumi, Bangun Rumah Warga yang Tinggal di Bekas Kandang Domba
- Dua Orang di Geopark Ciletuh Reaktif, Ratusan Wisatawan Situ Gede Rapid Test
- Mobil dan Penjaga Vila Tertimpa Pohon Tumbang di Cianjur
- Kakek 60 Tahun di Garut Sodomi Anak di Bawah Umur
- Konsumen Tuntut Kejelasan Pemberian 1.000 Mobil yang Dijanjikan Akumobil
- Jejak Hukum Habib Bahar bin Smith, Tersandung Dua Kali Kasus Penganiayaan
- UMP Jawa Barat 2021 Tak Naik, Ikuti SE Menaker
Massa Lempari Aparat dengan Batu, Unjuk Rasa di Bandung

BANDUNG,--Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kota Bandung, berujung ricuh, Selasa (6/10) petang. Massa melempari aparat polisi dengan batu.
Sejak pukul 18.20 polisi berulang kali membombardir massa dengan tembakan gas air mata ke sejumlah arah.
Satu kendaraan water cannon yang sejak siang ditempatkan di dalam halaman gedung DPRD kini sudah dikeluarkan ke Jalan Diponegoro, berhadapan dengan massa.
Baca Lainnya :
- Polisi Tembak Gas Air Mata, Demo Ciptaker di Bandung0
- Demo Omnibus Law Bandung, Pot Taman Cikapayang Dirusak0
- Tiongkok Akhirnya Kena Getahnya Saat Gunakan Trik Sama Untuk Klaim Wilayah Tibet 0
- Bupati Terkejut, KBB Masuk Zona Merah Covid-190
- Menko Luhut Panjaitan Perintahkan kepada Menkes Terawan, untuk Tegas 0
Sementara itu, massa yang didominasi pemuda berbaju hitam terus melempari aparat dengan batu. Tembakan gas air mata membuat sejumlah massa sempat berpencar di Jalan Diponegoro hingga Sultan Ageng Tirtayasa. Peringatan menyudahi aksi oleh polisi diabaikan massa.
Aksi di Bandung mulanya dilakukan sejumlah mahasiswa sejak pagi di depan halaman gedung DPRD Jawa Barat. Berangsur sore, massa sempat memblokade Jalan Layang Pasupati dan membuat lalu lintas lumpuh.
Berbeda dengan aksi mahasiswa pada siang hari, pada malam ini massa tersebut terlihat tanpa mengenakan identitas seperti jas almamater.
Massa yang tanpa terlihat identitas jelas tersebut berusaha merusak pagar Gedung Sate. Alhasil, polisi pun mencoba menanggulangi, salah satunya dengan melepas tembakan peringatan ke udara.[]


































