- PDIP Rotasi Ribka Tjiptaning ke Komisi VII Usai Tolak Vaksin
- Calon TKI asal Majalengka Jebloskan 3 Penyalur Ilegal ke Tahanan
- 4 Korban Tertimbun Longsor Sumedang Ditemukan Dalam Rumah. Diduga Sekeluarga
- Cari 8 Korban Tersisa, SAR Bandung Fokus Gali Rumah Longsor Pertama
- Deretan Kasus Besar yang Diungkap Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri Tunggal
- Menaker Buka-bukaan, Ada Ratusan Ribu Pekerja Tidak Menikmati BLT Gaji
- Jokowi Ingin Gaji Guru PPPK Setara PNS
- Mantan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno Tersangka Kasus Korupsi
- KPK Panggil Direktur Utama PT Mandala Hamonangan Sude, Kasus Suap Bansos
- Guru Honerer Dapat Guyuran Sisa BLT Subsidi Gaji
- Kasus Edhy Prabowo, KPK Panggil Lagi Gubernur dan Bupati Kaur Bengkulu
- PPATK Bekukan 92 Rekening FPI
- RS Darurat Secapa AD Baru Dibuka Langsung Diserbu Pasien COVID-19
- 25 Relawan Uji Klinis Terpapar COVID-19, Mayoritas OTG
- Satgas Segel 22 Tempat Usaha, Satu Pekan PPKM di Kota Bandung
Kemensos Bakal Lanjutkan Bansos Tunai bagi 10 Juta KPM

JAKARTA - Wabah Covid-19 diprediksi belum sepenuhnya mereda di tahun depan. Menyikapi potensi itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan masih melanjutkan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi.
"BST akan dilanjutkan selama enam bulan yakni dalam periode Januari-Juni 2021. Sasaran program akan meliputi 34 provinsi atau seluruh provinsi di Indonesia, jadi termasuk DKI Jakarta," kata Mensos Juliari P Batubara dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2020).
Ada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang rencananya akan menjadi sasaran dari BST tersebut. Setiap keluarga nantinya bakal mendapat bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan. Untuk mendukung program itu, Kemensos mengalokasikan anggaran Rp12 triliun.
Baca Lainnya :
- Dugaan Praktik Politik Uang di Pilbup Bandung di Bongkar Bawaslu0
- Tawuran Maut di Depok, Polisi Ciduk 2 ABG 17 Tahun 0
- Heboh di Sosmed, Polisi Selidiki Video Mesum Mirip Anggota DPRD Pangkep 0
- Ribuan Massa Aksi Bela Nabi Bubarkan Diri secara Tertib, Usai Bakar Poster Macron0
- Cabuli 19 Bocah, Oknum Perangkat Desa di Minahasa Utara Masih Berkeliaran0
Juliari mengakui program bansos pada 2021 tidak akan semasif tahun ini. Menurut politikus PDI Perjuangan itu, pemerintah akan lebih fokus pada program-program pemulihan perekonomian dan vaksinasi Covid-19 secara bertahap sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Karena fokus daripada pemerintah sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi adalah pemulihan kegiatan ekonomi dan bagaimana kita mengadakan vaksin. Program vaksinasi ini juga sangat masif dan membutuhkan anggaran cukup besar sehingga bantuan sosial dari Kemensos akan dikonsolidasikan, dikurangi sedikit," terang dia.
Lebih lanjut, ia menegaskan, program Bansos Sembako (BSS), Bansos Beras (BSB), dan lainnya tidak akan dilanjutkan tahun depan. Namun, kebijakan tersebut sifatnya masih sementara dan fleksibel tergantung situasi tahun depan serta keputusan Presiden Jokowi.
Meskipun demikian, bantuan sosial reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dipastikan akan tetap berjalan normal pada 2021. Kedua program ini masih menjadi program penting pemerintah dalam upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan.
"Program PKH dan tetap berjalan dengan normal. Untuk PKH, tahun 2021 akan menjangkau 10 juta KPM dengan anggaran Rp30,4 triliun. Kemudian, untuk BPNT/Program Sembako akan menjangkau 18,5 juta KPM dengan anggaran Rp44,7 triliun," ungkapnya.
Konsolidasi program perlindungan sosial dari Kemensos ini juga dilakukan dengan pertimbangan. Juliari menambahkan, pemerintah secara nasional akan banyak mengembangkan program-program pemberdayaan perekonomian di tahun depan seperti bantuan untuk UMKM, Program Padat Karya, BLT Dana Desa, Kartu Pra Kerja dan sebagainya.[]

































