- Baznas Kab. Sukabumi Kucurkan Bantuan Rutilahu Bagi Warga
- Serahkan Kunci Rumah Layak Huni, H. Marwan Minta Perkuat Gotongroyong dan Kepedulian Sosial
- Bupati Bartim Lepas Pengiriman Bantuan Korban Banjir Kalsel
- 90 Meninggal Akibat Gempa Sulbar, Pencarian 3 Korban Disetop
- Eks Kepala BIG & Petinggi LAPAN Tersangka Suap Citra Satelit
- Kemendikbud Dapat Anggaran Rp81,5 Triliun Pada 2021
- PPKM Jawa-Bali Bakal Diperpanjang 2 Minggu
- KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Harun Masiku dan 6 DPO Lain
- Puncak Bogor Bencana Lagi, Habis Banjir Bandang Kini Longsor
- Rombak Direksi Pindad, Erick Thohir Tunjuk Wakapolri Gatot Eddy Pramono Jadi Komisaris
- Penusuk Anggota Ormas XTC di Cimanggung Ditangkap di Purwakarta
- 130 Nyawa Melayang Akibat Serangan COVID-19 di Majalengka, 1.045 Berhasil Sembuh
- Warga Tasikmalaya Temukan Mayat Bayi di Selokan, Diduga Hasil Hubungan Gelap
- Wali Kota Bandung Minta Warganya Batasi Aktivitas, Kasus COVID-19 Terus Naik
- Amanda Manopo: Aku Sudah Tidak Mau Berekspektasi, Pernikahannya 3 Tahun Lalu Gagal
Kemenkop UKM Mencatat BLT Rp2,4 Juta Baru Terserap 45,76%

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mencatat hingga 27 Agustus 2020, progres sementara bantuan langsung tunai (BLT) UMKM, baru terserap mencapai 45,76%. Atau rincian bantuan modal kerja bagi pelaku usaha kecil itu telah disalurkan Rp56.503,22 miliar sebagai bagian dalam pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, Pemerintah baru meluncurkan banpres produktif usaha mikro berupa hibah dana, bukan pinjaman. Per pengusaha bakal mendapatkan sebesar Rp2,4 juta untuk total 12 juta pelaku usaha mikro. "Tahap pertama 9,1 juta akan selesai pada bulan September 2020, dan per hari ini sudah 50% tersalurkan," ujar Teten di Jakarta, Minggu (30/8/2020).
Teten memastikan bantuan itu diberikan kepada pelaku usaha yang belum mendapatkan bantuan sosial (bansos) lainnya. Adapun, prioritas banpres produktif itu adalah pengusaha yang kesulitan akses ke perbankan.
Baca Lainnya :
- Belajar Silaturahmi Tanpa Batas dari Asma binti Abu Bakar0
- Musda Partai Golkar KBB Ricuh, Tim Verifikasi Diduga Tak Netral0
- Tim Gabungan Kejagung Bekuk Buron Kasus Korupsi Rp2,2 M di Batam0
- KPI: Nasionalis, RCTI & iNews Lindungi Pelaku Industri Kreatif0
- Polemik Ganja Jadi Tanaman Obat, Akademisi Sebut Ranah Kemenkes0
"Sebagian besar dari usaha sisi suplai dengan meningkatkan sumber daya manusia bagi pelaku UMKM, bagaimana mereka beradaptasi dan berinovasi di tengah pandemi disesuikan dengan market baru," jelasnya.
Dia berharap, dengan percepatan penyaluran bantuan ini bisa kembali membuat UMKM bergerak lagi. Sehingga UMKM ini mampu membawa perekonomian keluar dari ancaman resesi.
"Kita bisa percepatan penyaluran, sehingga UMKM bisa kembali berusaha. Kemarin banyak modal mereka yang tergerus untuk biaya konsumsi keluarga," pungkasnya.[]

































