- Polisi Ungkap Bocah SMP Korban Pengeroyokan di Cimahi 3 Orang
- 21 Pemain Ikuti Latihan Perdana Persib Bandung
- Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu
- Tangan dan Leher Luka Sayat, Mamih Juju Tewas Di Musala Ruko
- Tak Ada Tanda Kekerasan, Seorang Satpam Bank Swasta Ditemukan Tewas
- Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru 2022 Jabar Dimulai
- Tumpukan Sampah Menumpuk di Soreang
- 40 Laptop Sekolah SMAN Bandung Digondol Maling
- Liga Desa Garut, Ajang Seleksi Pesepakbola Profesional
- KPK Panggil Sembilan Saksi Terkait Kasus Suap di Kabupaten Bogor
- Usai Diserbu Wisatawan, Tumpukan Sampah Berserakan di Situ Bagendit Garut
- Kemenag Buka Program Bantuan Masjid dan Mushola
- Jokowi Bolehkan Masyarakat Tidak Pakai Masker di Luar Ruangan dan Area Terbuka
- Rapat Paripurna DPRD Kab. Sukabumi Agedakan Penyampaian 2 Raperda
- Bupati `ASN Harus Mengadaptasi Perubahan Dan Bisa Memberi Solusi`
Disdik Jabar Izinkan Sekolah Gelar Studi Wisata

BANDUNG -Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar mengizinkan sekolah untuk menggelar kegiatan study tour atau studi wisata maupun kegiatan kelulusan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempercepat program pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan meski mengizinkan kegiatan studi wisata dan kelulusan namun sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Kami mengizinkan untuk sekolah yang akan melaksanakan kegiatan perpisahan sekolah, khususnya bagi siswa kelas XII yang sudah lulus," kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (11/5/2022).
Baca Lainnya :
- KPK Surati Ketua Gugus Covid-19 agar Dana Publik Dipublikasi0
- Ubah Perpres, Jokowi Bolehkan Ma\'ruf Amin Punya 10 Stafsus0
- Sewa Pesawat dari Papua, Gubernur Papua Dievakuasi ke RSPAD Jakarta0
- Kekayaan Jeff Bezos Bertambah Rp 374,5 Triliun 0
- Beredar surat rekom promosi Rotasi Mutasi Jabatan di Pemkab Cirebon dengan kop surat DPRD0
Menurut Dedi kebijakan memperbolehkan siswa SMK, SMA dan SLB menjalani studi wisata ini dalam rangka mendukung perkembangan dan pemulihan perekonomian di Jabar pasca pandemi COVID-19.
Namun yang menjadi catatan, sekolah yang akan melaksanakan acara perpisahan, yaitu kegiatan yang bersifat di luar sekolah termasuk studi wisata harus dilakukan di wilayah Jabar.
Bukan tanpa alasan, Dedi mengungkapkan syarat tersebut harus dilaksanakan sebagai upaya mendukung perkembangan dan pemulihan perekonomian di Jabar, pasca pandemi COVID-19.
"Kita berharap perpisahan sekolah tidak di lakukan di luar wilayah Jabar. Dasarnya dalam rangka pemulihan ekonomi daerah. Karena kalau warga dan siswa di Jabar membelanjakan atau berkeliling di daerah Jabar, ekonomi akan naik," ujarnya.
Masih kata Dedi, pandemi telah membuat banyak pihak jenuh akan penerapan pembatasan aktivitas. Selain membolehkan study tour, saat ini Disdik Jabar juga telah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%.
Namun untuk beberapa fasilitas di sekolah seperti kantin serta pelaksanaan pembelajaran, semuanya masih harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Semua kegiatan itu juga masih harus menyampaikan pemberitahuan ke satuan tugas COVID-19," tutup Dedi.[]

http://www.staisabili.ac.id/



















