- Polisi Ungkap Bocah SMP Korban Pengeroyokan di Cimahi 3 Orang
- 21 Pemain Ikuti Latihan Perdana Persib Bandung
- Kader PAN Subang Terjerat Kasus Dugaan Ijazah Palsu
- Tangan dan Leher Luka Sayat, Mamih Juju Tewas Di Musala Ruko
- Tak Ada Tanda Kekerasan, Seorang Satpam Bank Swasta Ditemukan Tewas
- Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru 2022 Jabar Dimulai
- Tumpukan Sampah Menumpuk di Soreang
- 40 Laptop Sekolah SMAN Bandung Digondol Maling
- Liga Desa Garut, Ajang Seleksi Pesepakbola Profesional
- KPK Panggil Sembilan Saksi Terkait Kasus Suap di Kabupaten Bogor
- Usai Diserbu Wisatawan, Tumpukan Sampah Berserakan di Situ Bagendit Garut
- Kemenag Buka Program Bantuan Masjid dan Mushola
- Jokowi Bolehkan Masyarakat Tidak Pakai Masker di Luar Ruangan dan Area Terbuka
- Rapat Paripurna DPRD Kab. Sukabumi Agedakan Penyampaian 2 Raperda
- Bupati `ASN Harus Mengadaptasi Perubahan Dan Bisa Memberi Solusi`
Diduga 2,3 Juta Data KPU Bocor, Berada di Forum Hacker

Keterangan Gambar : (Foto Ilustrasi)
(Jakarta) -- Data 2,3 juta warga dan
pemilih Indonesia diduga bocor di forum hacker.
Hal ini diungkap oleh akun @underthebreach yang sebelumnya mengungkap
soal penjualan data
91 juta pengguna Tokopedia.
Penjual data mengaku mendapat data ini secara resmi dari Komisi Pemilihan Umum
(KPU). Data tersebut dijual dalam bentuk PDF.
"Sangat berguna bagi mereka yang ingin membuat nomor (ponsel) di Indonesia. Anda butuh nomor NIK dan KK untuk melakukan registrasi. Atau digunakan untuk menambang data nomor telepon dari Indonesia," jelas penjual data ini di forum hacker tersebut.
Baca Lainnya :
- Rekor Data !, Hampir 1.000 Orang Positif Corona Hari Ini 0
- Seramnya Ekonomi RI: Manufaktur Turun, Pengangguran Meroket0
- Di Tengah Pandemi, Mendikbud Siapkan Skenario Untuk Memulai Tahun Ajaran Baru0
- Polri Bakal Jerat Perusahaan Penyalur ABK WNI di Kapal China0
- DPR Minta Kemendikbud Buat Skenario Tahun Ajaran Baru0
Dari bocoran data yang diungkap akun ini, sebagian besar pemilih berasal dari
Yogyakarta. Bocoran data yang dijual berisi nama, alamat, nomor induk
kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), serta data lain.
Dalam contoh data yang disajikan tampak data yang dijual adalah data KPU tahun
2014 lengkap dengan logo KPU pada bagian kop surat.
Peretas juga menampilkan
folder-folder yang berisi data pemilih dari sejumlah daerah di Yogyakarta.
Dalam tulisan yang sama, peretas menjanjikan untuk menjual data 200 juta data
pengguna Indonesia. Ini berarti nyaris seluruh data warga Indonesia bakal
diperjualbelikan.
Sejumlah warganet yang telah merespon cuitan @underthebreach ini telah mencuit
pula ke KPU, Kemenkominfo dan sejumlah akun resmi pemerintahan lain.
Sebelumnya, akun @underthebreach juga memberikan informasi kebocoran data
pengguna Tokopedia. Data yang bocor saat itu berupa email, hash kata kunci,
nama dan sebagainya.
CNNIndonesia.com masih berusaha menghubungi pihak KPU untuk
mengonfirmasi hal ini. Hingga berita ini diturunkan, KPU belum merespons
soal dugaan data pemilih bocor tersebut.[]
Sumber https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200521223601-185-505726/23-juta-data-kpu-diduga-bocor-dijual-di-forum-hacker

http://www.staisabili.ac.id/



















