- TP PKK Desa Guranteng Raih Juara 5 Mata Lomba tingkat Prov Jabar
- GPI SBB Desak Kadis PUPR Ditangkap, Bupati Jangan Lindungi Kejahatan
- Pemda Tasikmalaya Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
- Pjs Bupati Tasikmalaya Lepas Jabar Bergema 3M
- Jadi Instruktur Hari Pahlawan Nasional, Pjs Bupati Tasik Ajak Kenang Perintis Kemerdekaan
- Pjs Bupati Tasikmalaya Hadiri Kunker Menteri PPN/Kepala Bappenas
- Upacara Ziarah Nasional Peringatan Hari Pahlawan Ke 75 Kab.Barito Timur
- Tiga Titik Longsor Tutup Jalan Provinsi di Cianjur
- Pohon Tumbang Timpa Pagar Gedung Cagar Budaya dan Mobil di Bogor
- Bupati Bandung Barat Diperiksa KPK, Protokol Pimpinan: Bapak Lagi Medical Check Up
- Kenalan Via Facebook, ABG Diperkosa Pria Beristri di Tasikmalaya
- Walkot Bandung: Proyek Flyover Soekarno Hatta Sedang Proses Lelang
- Polda Banten Bongkar Sindikat Pembuat Madu Palsu Khas Lebak Beromzet Miliaran
- Sebelum Dibunuh, Hasrat Birahi Pria di Situbondo Sempat Dipuaskan Pelaku
- Jerinx Lega Setelah Tahu Pihak yang Ingin Memenjarakannya
DD Pegawai TU Honorer di Sekolah, Diduga jadi Korban Kejahatan Seksual

GARUT (POLKRIM)- DD (20) yang bekerja sebagai TU (Tata Usaha) tenaga honorer non pendidikan di SMK Sadam Yayasan Hidayatutholibin di duga telah menjadi tindakan kejahatan seksual asusila di lingkungan sekolah, sehingga dirinya mengalami hamil enam bulan (28/10/2020)
Ketika di datangi POLKRIM di rumahnya Kampung Cilame Rt/Rw. 05/05 Desa Tambakbaya Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
Ibu Mimin sebagai ibu kandung DD yang kesehariannya membuat keripik singkong guna mencukupi kehidupan keluarganya setelah di tinggalkan suaminya, Mimin membeberkan terkait anaknya yang saat ini dalam keadan menderita sakit lahir batin atas Perlakuan laki-laki yang memperlakukan anaknya tidak Senonoh.
Baca Lainnya :
- DPD KNPI Jabar Anugerahi AKBP Sumarni Sebagai Pejuang Perempuan Kekuatan Indonesia 0
- 740 Guru PAUD Di Kota Sukabumi Dapat Insentif Dari Pemkot0
- Nominal Bansos Tahap Tiga Jabar Berkurang Menjadi Rp 350 Ribu.0
- Polisi Amankan 4 Pelaku Pencetak Uang Palsu di Bandung 0
- Parkir Sembarangan di Bandung Siap-siap Kendaraan Diderek 0
Dikatakan nya awal ceritanya DD sekolah di SMK Sadam dan sudah keluar dari Sekolah 12, terus tanpa di melamar kerja langsung di panggil sama Bapa Imam, S.Pd M.Pd Kepala Sekolah SMK Sadam yang Beralamat tinggal Kampung Cilame RT.RW, 06.05 Desa Tambakbaya Kecamatan Cisurupan harus kerja di sana, DD yang keluaran tahun 2019
Anaknya pun senang apalagi sekarang itu susah untuk cari kerja itu, terus diapun kerja di Sekolahan tersebut. Akan tetapi setelah beberapa bulan kemudian DD mengatakan ingin berhenti kerja disana kemungkinan dia merasa jenuh.
Jawab Mimin ke anaknya, ibu engga bisa menyuruh ataupun melarang itu bagaimana ke inginanan D saja
Mimin bersama anaknya pun malam-malam mendatangi Kepala Sekolah guna mengutarakan keluhan sang anaknya, sedangkan tanggapan dari pak Kepala sekolah ke bu Mimin, berdalih ‘ lebar Bu baturmah milarian damel teh sesah’(sayang Bu orang lain untuk cari kerja itu susah) orang lain cari kerja itu jauh, ini kan dekat kata Kepsek.
Ibu Mimin menjawab bawa saya sebagian orang tuanya tidak bisa melarang ataupun menyuruh itu tergantung anak saya, DD pun akhirnya kembali bekerja atas bujukan Kepsek
Pekerjaan DD tidak tanggung-tanggungnya dia mesti Bekerja dari siang sampai malam bahkan Jam 4 subuh baru pulang ke rumah dan paginya pukul 8 Wib mesti sudah berada di tempat dia bekerja lagi, ibu nya pun sempat menanyakan sama anaknya, kenapa D kerjanya harus malam terus, kalau siang enggak apa-apa, DD pun menjawab ya harus bagaimana ini tugas katanya.
Suka sering sama ibu pun di datangin ke tempat kerjanya kalau hari sudah sore di pinta untuk segera pulang rumah saja, terutama lagi kerja malam “wios ibu salebeut aya didieumah aman” biar ibu sedalam ada disini AMAN dikatakan Kepsek ke bu Mimin.
Kerja yang super keras di kasihkan kepsek ke DD, bagi mana tidak pulang sore cuma mandi dan ganti baju sudah di suruh berangkat lagi ke tempat kerja sama Bapak Kepala Sekolah itu.
Kecurian pun berawal dari kakak DD nanya ke ibu nya dimana diperhatikannya selama ini dia telat datang bulan, saat di tanya diapun Men-jawab bahwa dirinya sudah berbadan dua (6 bulan) ibunya menyarankan untuk di periksa maka di bawalah DD untuk di periksa dengan di hantar kakaknya.
Barulah ada pengakuan setelah berulang kali ditanya sang ibu, dengan keadan menangis bahwa yang menghamilinya adalah AS (18)Pelajar Kelas 12 di SMK Sadam, asal Kampung Pasir Huni Bungbulang, hal tersebut dilakukan saat malam hari di lingkungan Sekolah, ujarnya.
Sementara itu kini kedua pelaku pencabulan tersebut sekarang sudah di tikahkan pada malam Jumaat 16 September 2020 dikarenakan pihak perempuan sudah hamil, akan tetapi walau DD sudah di resmikan menjadi istri AS, DD tetap menolak untuk ikut sama suaminya dengan alasan DD tidak menyukai, dikatakananya.
Untuk saat ini DD Cuma bisa diam menyendiri di dalam kamarnya.
Di ketahui tokoh dan sekaligus petugas yang hadir pada saat pernikahan antara lain. Ustaz Aan Anwar, S.Pd, M. Pd selaku Ketua Yayasan Hidayatutholibbin ( Alamat Ttg di Kampung Cilame RT. 03 RW 04 Desa Tambakbaya). Ayi Sanusi, S. Ag selaku Petugas KUA Cisurupan ( Alamat Ttg Kampung Cilame RT.02 RW. 04 Desa Tambakbaya). Ustadz Abdul Kodir Ketua MUI Desa Tambakbaya sekaligus Ketua DKM At-Taufiq Alamat Ttg Kampung Cilame RT.02 RW.05 Desa Tambakbaya). Siti Habibah, S.Ag selaku Penyuluh Agama Honorer KUA Cisurupan ditempatkan di Desa Tambakbaya (Alamat Ttg Kampung Cilame RT.05 RW.05 Desa Tambakbaya). (Mail memet)


































