- Perpres Supervisi Diteken Jokowi, Saatnya KPK Unjuk Gigi
- Ridwan Kamil Sebut 100 Orang Reaktif Usai jalani Rapid Tes Acak
- Buruh Desak UMP Jabar Naik 8%, Kadisnakertrans: Apa Dasarnya?
- Membela Anak dan Istrinya Dihina, Ketua RT Tewas Ditikam YL
- Wanita Cantik di Bengkulu Bongkar Perselingkuhan Suami, Lewat Aplikasi Grab
- Aktor James Bond Sean Connery Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
- 2 Mobil Saling Tabrak di Jl Alternatif Cibubur
- 78 Wisatawan di Jabar Reaktif, Paling Banyak Ditemukan di Bogor
- Polisi di Sukabumi, Bangun Rumah Warga yang Tinggal di Bekas Kandang Domba
- Dua Orang di Geopark Ciletuh Reaktif, Ratusan Wisatawan Situ Gede Rapid Test
- Mobil dan Penjaga Vila Tertimpa Pohon Tumbang di Cianjur
- Kakek 60 Tahun di Garut Sodomi Anak di Bawah Umur
- Konsumen Tuntut Kejelasan Pemberian 1.000 Mobil yang Dijanjikan Akumobil
- Jejak Hukum Habib Bahar bin Smith, Tersandung Dua Kali Kasus Penganiayaan
- UMP Jawa Barat 2021 Tak Naik, Ikuti SE Menaker
Rufinus Tipagau Ditembak Mati, Polri: Keluarga Akui Dia KKB Meresahkan

TIMIKA - Polisi mengatakan Rufinus Tigau (sebelumnya ditulis Rubinus Tigau) diakui oleh keluarganya telah bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Polisi mengaku telah meminta keterangan dari ayah tiri dan adik kandung Rufinus Tigau.
"Dari keterangan ayah tiri Rufinus, bahwa memang anak tirinya ini berubah sejak gabung ke KKB. Kelompok ini selalu merampas, mengancam pemuda Kampung Jalae," kata Awi dalam keterangan persnya, Kamis (29/10/2020).
Awi menuturkan nama ayah dari Rufinus adalah Antonius Abugau. Awi menyampaikan, Antonius Abugau juga bercerita tentang pembunuhan kepala suku setempat di Agustus lalu.
Baca Lainnya :
- Viral Uang Tak Keluar Karena ATM Diganjal Plat Besi di Sukabumi0
- 918 Wisatawan Jalani Rapid Test di Puncak Bogor, 50 Orang Reaktif0
- Pria di Sumedang Ditemukan Tewas di Rumahnya, dari Mulut Keluar Darah0
- Situs Disnaker Kota Bandung Diretas0
- 8.000 Kendaraan Per Jam Keluar Masuk Gerbang Tol Cileunyi0
"Bahkan sudah membunuh kepala suku kira-kira Agustus lalu, karena membela mama-mama penjual di pasar yang ditindas mereka (KKB)," sambung dia.
Sementara itu, sambung Awi, adik kandung dari Rufinus yang bernama Juius Abugau telah mengikhlaskan Rufinus yang tewas ditembak aparat. Menurut Awi, Juius menyimpan rasa marah dan takut dengan KKB.
"Keluarga Rufinus sudah ikhlas, tetapi marah dan ketakutan dengan kelompok KKB karena tabiat buruk mereka," ujar Awi.
Awi menyampaikan keluarga Rufinus mengaku sedih dan malu mendapati kenyataan Rufinus menjadi anggota KKB dan mengganggu warga. "Bersedih dan malu karena anak mereka bergabung KKB, meresahkan masyarakat setempat," sambung Awi.
Awi menegaskan Rufinus terkonfirmasi anggota KKB. Kelompok KKB yang diikuti Rufinus, tambah dia, juga terkenal kerap melakukan perampasan dan tak segan melakukan kekerasan terhadap warga.
"Rufinus Tigau merupakan anggota KKB. Kelompok bersenjata ini memang membuat resah masyarakat di kampung Jalae. Suka merampas harta masyarakat, bahkan tak segan untuk membunuh," tegas Awi.
Sebelumnya Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi yang merupakan pasukan gabungan TNI-Polri terlibat kontak tembak dengan KKB. pada Senin (26/10). Polisi meyakini KKB yang kontak tembak hari itu sama dengan KKB yang menyerang Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Intan Jaya, Papua.
Kontak tembak antara Satgas Nemangkawi dengan KKB mengakibatkan seorang anggota KKB, Rufinus Tigau tewas. Selain itu, Satgas Nemangkawi mengamankan satu orang anggota KKB lainnya bernama Hermanus Tipagau.
Kontak tembak Senin kemarin terjadi pada pagi ini di Kampung Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. Satgas Nemangkawi memperkirakan ada 50 anggota KKB pimpinan Sabinus Waker saat itu.
"Pada saat kontak senjata, ada 50 orang bersenjata diduga KKB melakukan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri sehingga tim mengambil tindak tegas dan terukur," lanjut Awi. Kontak tembak terjadi selama 5 jam dari pukul 05.00-10.00 WIT.
Terkait tewas tertembaknya Rufinus, Keuskupan Timika angkat suara. Keuskupan Timika tak yakin Rufinus terlibat kegiatan KKB.
Administratur Keuskupan Timika Pastor Marthinus Kuayo Pr yang juga Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Timika menyampaikan Rufinus Tigau merupakan seorang petugas pastoral atau pewarta di Stasi Jalae, Paroki Santo Mikhael Bilogai, Sugapa.
"Sejak 2015, dia bertugas sebagai katekis dan dilantik oleh Pastor Paroki Bilogai Pastor Yustinus Rahangiar Pr untuk menggantikan Frans Wandagau yang meninggal dunia," ujarnya, Rabu (28/10).
Keuskupan Timika meminta segera dibentuk tim independen untuk menyelidiki kasus penembakan dua petugas pastoral atau pewarta di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pastor Yustinus menyebut tak kali ini saja pelayan gereja menjadi korban penembakan. Seorang pewarta atas nama Agustinus Duwitau juga tertembak pada Rabu (7/10) di daerah Domogau, Distrik Sugapa, sekitar pukul 07.00 WIT saat dalam perjalanan dari Pusat Paroki Bilogai menuju Stasi Emondi.
"Kalau petugas gereja saja sudah diperlakukan seperti ini, apalagi masyarakat biasa. Semua orang di Intan Jaya sekarang ini merasa tidak aman dan terancam. Pertanyaan kami, apakah kondisi ini sengaja diciptakan atau terjadi kebetulan," tandas Pastor Yustinus.
"Kalau aksi tembak-menembak antara aparat keamanan dengan pihak TPN-OPM masih terus terjadi, maka sudah pasti akan terus jatuh korban jiwa. Bisa jadi imam atau pastor kami yang bertugas di sana juga menjadi korban, lalu dicap sebagai TPN-OPM. Kami dari pihak gereja tidak bisa menerima dan menyetujui tindakan-tindakan seperti itu," imbuh Pastor Yustinus.[]


































