- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Wanita Lebih Rentan Osteoporosis dibanding Pria

OSTEOPOROSIS, kondisi pengeroposon tulang dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, survei membuktikan mayoritas yang mengalami kondisi ini adalah wanita. Dilansir dari Medical Alliance New Jersey, Menurut National Osteoporosis Foundation, ada sekitar 10 juta orang Amerika menderita osteoporosis. 80% nya adalah wanita.
Mengapa wanita lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria? Ada 5 beberapa alasan yang perlu Anda ketahui.
Baca Lainnya :
- Sebelum Panik Corona karena Batuk, Redakan dengan 5 Resep Kencur0
- 4 Tips Aman Berjemur di Bawah Sinar Matahari Sesuai Anjuran WHO0
- Obat Sesak Napas Alami, Mampu Redakan Asma hingga Pneumonia0
- Khasiat Jahe bagi Tubuh, Bisa Redakan Mual dan Nyeri Otot0
- Cara Alami Membersihkan Paru-paru0
1. Perbedaan bentuk dan ukuran tulang Osteoporosis Tulang wanita cenderung lebih kecil dalam kerangka dibanding pria. Selain itu tulang wanita kurang padat dan lebih tipis. Saat osteoporosis (tulang keropos) berkembang, Anda kehilangan massa dan kepadatannya itulah sebabnya tulang menjadi lebih ringan dan lebih rapuh. Mirisnya, sebagian besar orang yang menderita osteoporosis tidak mengetahuinya sampai mereka mengalami patah tulang. Bagi wanita, risiko patah tulang akibat osteoporosis lebih besar daripada risiko gabungan serangan jantung, stroke, dan kanker payudara.
2. Menopause berpengaruh pada tulang Hormon wanita yakni estrogen berfungsi untuk melindungi tulang Anda. Setelah menopause, estrogen yang dihasilkan tubuh lebih sedikit oleh karena itu Anda kehilangan perlindungan tulang tersebut. Massa tulang yang rendah juga menjadi salah satu faktor risiko utama osteoporosis, kira-kira setengah dari wanita di atas usia 50 tahun memiliki massa tulang yang rendah dan rentan mengalmi osteoporosis.
3. Kekurangan Vitamin Mengonsumsi makanan atau suplemen dengan kandungan kalsium dan vitamin D itu penting dalam mengurangi risiko terkena osteoporosis. Wanita membangun massa tulang sampai sekitar usia 18 tahun. Oleh karena itu, sangat penting mengonsumsi makanan atau suplemen tinggi kalsium pada waktu muda. Namun, setelah usia 18 tahun, kalsium juga masih tetap penting.
Bukan hanya Kalsium, Vitamin D juga penting agar memungkinkan tubuh Anda menyerap kalsium secara lebih efisien. Penting juga untuk Anda berjemur, jika terkena paparan sinar matahari tubuh Anda otomatis membuat vitamin D. Para ahli umumnya merekomendasikan berjemur 10-15 menit saja per hari. Pastikan bagian tangan, lengan, dan wajah ikut terpapar. Namun, Anda juga bisa memperoleh Vitamin D dengan mengonsumsi beberapa makanan seperti ikan berlemak.
4. Ras dan etnis Sekitar 20% wanita kulit putih dan wanita Asia-Amerika di atas usia 50 tahun menderita osteoporosis. Lalu etnis lainnya mengalaminya dibawah usia 50 tahun. Beberapa perbedaan mungkin karena kurangnya screening (pemeriksaan kesehatan), tetapi faktor lainnya yang dialami juga karena intoleransi laktosa atau kondisi dimana tubuh tidak dapat mencerna produk laktosa seperti susu dan produk olahannya yang memiliki kalsium yang dibutuhkan tubuh.
5. Wanita hidup lebih lama Osteoporosis Peluang Anda terkena osteoporosis meningkat seiring bertambahnya usia. Faktanya, para wanita cenderung hidup lebih lama dibanding pria itulah mengapa mereka memiliki risiko yang lebih besar mengalami osteoporosis.
Langkah Pencegahan
Meskipun faktanya demikian, Anda tidak perlu khawatir karena osteoporosis bisa dicegah dan diobati. Terutama bagi wanita, sangatlah penting untuk mencegah osteoporosis semenjak usia muda.
Olahraga
Olahraga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyakit osteoporosis. rutin dapat meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas serta mengurangi kemungkinan untuk jatuh dan patah tulang. Selain itu, melakukan latihan angkat beban juga akan merangsang sel-sel yang membuat tulang baru.
Kebutuhan Kalsium dan Vitamin D
Kalsium berfungsi untuk membentuk kepadatan tulang dan gigi. Sedangkan Vitamin D membantu peran kalsium untuk tulang. Keduanya dapat membantu mencegah osteoporosis di kemudian hari. Kebutuhan kalsium harian untuk wanita adalah 1000 -1200 mg setiap harinya dan untuk vitamin D adalah 800-1000 IU setiap harinya. Jika Anda bisa memenuhinya sebelum usia lansia, pastinya osteoporosis bisa dicegah.
Anda bisa mendapatkan kalsium dari beberapa makanan dan mengkonsumsi suplemen kalsium yang lengkap dengan vitamin,C dan B6 setiap hari dapat membantu mencegah Osteoporosis dan membuat #tulangkuat.
Selain itu untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami, usahakan agar kulit terkena sinar matahari yang cukup, paling tidak 10 menit sebelum menggunakan tabir surya.
Gaya hidup sehat
Gaya hidup yang tidak sehat bisa menyebab wanita lebih rentan mengalami osteoporosis. Seperti konsumsi daging merah dan minuman bersoda yang berlebihan. Konsumsi minuman berkafein dan alkohol serta merokok.
Anda dapat melakukan skrining sebagai langkah pencegahan terhadap osteoporosis. Beberapa skrining yang ditawarkan antara lain Dual-energy X-ray absorptiometry (DEXA). Skrining DEXA ini mirip dengan rontgen pada umumnya, namun skrining ini berguna untuk mengukur kepadatan tulang-tulang besar, seperti pada tulang belakang dan tulang panggul. []






















