- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Tiga Roket Hantam Zona Hijau Baghdad

BAGHDAD -- Tiga roket Katyusha menghantam Green Zone atau Zona Hijau di Baghdad, Irak, pada Sabtu (30/10). Sejumlah gedung pemerintahan dan kedutaan besar asing, termasuk Amerika Serikat (AS), berada di daerah tersebut.
"Tiga roket Katyusha jatuh di distrik Mansur di Baghdad," kata seorang sumber yang enggan dipublikasikan identitasnya, dilaporkan laman Al Arabiya.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan tersebut terjadi saat Irak tengah melakukan penghitungan ulang hasil pemilu parlemen yang digelar pada 10 Oktober lalu.
Baca Lainnya :
- Kadin: Jangan Tebang Pilih, Gratiskan Listrik untuk Semua Pelanggan PLN0
- Warga Terdampak COVID-19 di Bartim Bakal Terima Bantuan Sosial0
- Serapan Anggaran Triwulan I APBD Bartim dibahas Secara Daring0
- 14 Orang Terjaring ODP Karantina Mandiri di Kec, Dusun Tengah Ampah0
- Bupati Morowali Utara Meninggal, Prosesi Pemakaman Pakai Cara Standar Pasien Covid-190
Hasil awal menunjukkan Conquest Alliance, cabang politik jaringan Hashed al-Shaabi dari milisi pro-Iran, kalah dalam pemilihan. Para pemimpin Hashed telah dengan keras menentang hasil tersebut. Beberapa ratus pendukung mereka melakukan aksi duduk di jalan menuju Zona Hijau bulan ini sebagai protes.
Para pemimpin Hashed telah berulang kali memuji serangan roket dan pesawat tak berawak dalam beberapa bulan terakhir yang menargetkan pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. Sekitar 2.500 tentara AS masih dikerahkan di Irak.
Mereka secara resmi akan membatasi diri pada peran "penasihat" bagi pasukan keamanan Irak mulai tahun 2022.[]






















