- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Sekuriti RS di Jakpus Diperiksa Polisi terkait Pria Tewas Dikeroyok

JAKARTA -- Polisi terus mengusut tewasnya seorang pria berinisial IK (40) yang diduga dianiaya oleh oknum sekuriti Rumah Sakit (RS) Abdul Radjak, Salemba, Jakarta Pusat (Jakpus). Saat ini polisi memeriksa delapan orang yang terdiri para karyawan dan sekuriti setempat.
"Dari sekuriti kemudian dari pihak rumah sakit, kurang lebih ada delapan orang saksi yang kami periksa," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Wisnu Wardhana, kepada awak media, Rabu (27/10).
Menurut Wisnu, berdasarkan kesaksian sejumlah orang yang dimintai keterangan, korban dituduh sebagai pencuri. Ketika itu korban berada di rumah sakit, lalu oleh sejumlah sekuriti di bawa ke pos. Kemudian, terjadilah penganiayaan.
Baca Lainnya :
- Pelanggan PLN, Berikut Cara Ambil Token Listrik Gratis dari Jokowi0
- Sri Mulyani Jalankan Solusi dari Rizal Ramli0
- Kematian Corona DKI di Atas Global, Anies ke Maruf: Sangat Mengkhawatirkan0
- Tampil Modis, Penampilan Mulan Malah Diejek Mirip Penjual Jamu0
- Jaksa Ungkap Pertemuan Harun Masiku dan Ketua KPU di Sidang Saeful Bahri0
"Karena dicurigai dibawalah ke posnya mereka sekuriti kemudian diduga dilakukan penganiayaan di sana," ungkap Wisnu.
Namun, Wisnu belum bisa menyebutkan berapa orang dan siapa pelaku penganiayaan. Untuk saat ini, kata dia, pihaknya masih mencari bukti-bukti untuk mengidentifikasi para pelaku. Selain memeriksa para saksi, pihaknya juga melakukan analisa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Serta menunggu hasil autopsi jenazah korban di RSCM.
"Ini kan lagi kita lidik, untuk berapa orangnya kita belum tahu. Kita lagi proses memeriksa saksi saksi yang ada, untuk memastikan CCTV dulu," Wisnu menambahkan.
Sebelumnya, Kapolsek Senen, Kompol Ari S, menjelaskan, peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu (23/10). Setelah menerima laporan itu pihaknya kemudian menyelidiki kasus tersebut. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 10 orang saksi dari pihak rumah sakit.
"Istri (istri korban) dapat telepon dari salah satu sekuriti rumah sakit tersebut bahwa suaminya harus segera dioperasi," kata Ari.
Menaruh curiga, kata Ari, istri melaporkan kejadian ke Polres Metro Jakarta Pusat dan dilimpahkan ke Polsek Senen. Diduga korban pada saat itu dituding mencuri telepon genggam di Rumah Sakit Abdul Radjak dan dianiaya oleh oknum sekuriti setempat. Terkait kebenarannya, Ari mengaku masih mendalami kasus ini.
"Korban sudah kami bawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi dan CCTV sudah kami ambil untuk dianalisa," tutup Ari.[]






















