- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
PSSI dan Menpora Jajaki Kemungkinan Membuka Stadion untuk Penonton

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan Menpora Zainudin Amali tengah menjajaki kemungkinan membuka stadion untuk penonton alias suporter. Hal tersebut disinggung dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10/2021)
Sepak bola Indonesia mendapatkan lampu hijau dari pemerintah untuk bisa menggelar pertandingan dengan penonton setelah pandemi Covid-19 mulai terkendali. Kini otoritas sepak bola Tanah Air berencana mengembalikan suporter ke stadion.
Baca Lainnya :
- Jutaan Orang Eropa Bakal Kena PHK, UE Galang Dana Rp1.812 T0
- Blokade Jalan yang Membuat Jokowi Geram0
- Pasien Sembuh Meningkat, Bamsoet Optimistis Indonesia Bisa Taklukkan Covid-190
- Jokowi Berharap DPR Segera Setujui Perpu Corona Jadi UU0
- Xi Jinping Telepon Jokowi, Semangati Indonesia Bisa Menang Lawan Corona0
Namun, setelah berkonsultasi, sepak bola Indonesia tidak bisa serta merta langsung melibatkan penonton. Infrastruktur stadion dan berbagai fasilitas lain disebut masih menjadi kendala.
"Infrasturktur, harus dicatat betul, karena tidak semua stadion memenuhi persyaratan FIFA dan AFC, nomor-nomor kursi stadion bahkan belum ada," kata Iriawan dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10/2021).
Kemudian, tim information technology (IT) juga akan dikembangkan. Pasalnya, nanti suporter akan memesan dan menggunakan tiket digital.
"Kemudian IT, di mana nanti tiket akan online dan itu memerlukan waktu yang lumayan lama dan harus kita kaji bersama," sambungnya.
Tak hanya itu, PSSI dan Menpora akan berkomunikasi dengan semua stakeholder yang ada. Mereka juga sedang mencari jalan keluar jika ada penumpukan penonton di stadion. "Kita harus berkomunikasi dengan smeua stake holder, karena jika ada penumpukan di stadion itu yang sangat kita khawatirkan," tuturnya.
Terakhir, PSSI akan berdiskusi dengan para suporter. Mereka juga ingin mendengar pendapat dari para penonton yang nantinya akan hadir di stadion.
"Kita akan diskusikan dengan koordinator suporter. Ada batas maksimumnya seperti 20 persen ke bawah, yang jelas kita akan evaluasi terlebih dahulu dan akan kami sampaikan kembali," tutupnya. []






















