- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
KCIC Pastikan Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus Meski 118 Ton Besi Digondol

JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) memastikan pekerjaan kontruksi utama jalur Jakarta-Bandung terus berjalan meski terjadi aksi pencurian sebanyak 118 ton besi pada akhir Oktober lalu.
Sekretaris Perusahaan PT KCIC Mirza Soraya mengatakan, proses pengerjaan tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Pihaknya memobilisasi sumber daya untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan secara berkala terhadap material dan peralatan bantu termasuk review dan monitoring secara intensif.
“Dari sisi pengamanan proyek juga kami tingkatkan, terutama di titik-titik rawan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (12/11/2021).
Baca Lainnya :
- Di Tengah Pandemi Corona Pejabat Istana Saling Bantah0
- Instruksi Terbaru Jenderal Idham Azis untuk Penyidik Polri0
- Maruf Amin Desak MUI Bikin Fatwa Haram Mudik, Ridwan Kamil Setuju0
- Kemendag Batalkan Pameran Dagang dan Pangkas Biaya Rapat0
- Jokowi Nilai Beban Administrasi Guru Jadi Masalah Pendidikan0
Dia menambahkan, kejadian pencurian bukan pada kontruksi utama atau besi tulangan. “Yang dicuri itu keperluan temporary support seperti H-beam dan scaffolding,” ungkapnya.
Pada Oktober 2021, KCIC menyatakan fokus mempercepat ketertinggalan progres proyek akibat dampak Covid-19. “Fokus kami saat ini adalah melakukan percepatan pembangunan agar target operasional pada akhir 2022 bisa terwujud,” ungkap Mirza.
Hingga pekan keempat September 2021 total progres proyek ini sudah mencapai presentase 79,3% meliputi tiga tahap pengerjaan yakni Jembatan (80%), tunnel atau terowongan (95%) serta pengerjaan subgrade (72%).
Rencananya, Proyek Kereta cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan teknologi EMU CR400AF, sehingga memiliki kecepatan maksimum hingga 400 km/jam secara desain. Namun, dalam operasi kedepannya, hanya akan dijalankan pada kecepatan maksimum 350 km/jam.[]






















