- Tukang Kencleng Perbaikan Jalan Dibacok Temannya, Kesal Tak Mau Gantian
- Bocah Disabilitas Dianiaya oleh OTK Dengan Cara Kuku Dicabut dan Bibir Disundut Rokok
- Rumah Wakil Ketua DPRD Bandung Barat Dibobol Maling
- 2 Orang Tewas Tertimbun Longsor Akibat Longsor Terjang Penambangan Ilegal Di Sukabumi
- Ribuan Buruh Tolak Audiensi Dengan Wagub Jabar Di Gedung Sate
- Vonis Cynthiara Alona Kasus Prostitusi Ditunda Gara-gara Hakim Belum Siap
- Imigrasi Bandara Soetta Tolak 19 WNA Masuk Indonesia, Tangkal Omicron
- Buron Korupsi Genset Papua Rp22 Miliar Ditangkap di Menteng
- Polri Sudah Terbitkan Perpol Perekrutan 57 Mantan Pegawai KPK
- Jenderal Dudung Tolak Permintaan Ajudan untuk Anggota DPR Hillary Brigitta
- Berawal dari Rebutan Kunci Mobil, Dugaan KDRT Anggota DPRD Tangerang
- Jenderal Andika Ingin Pencegahan Sejak Dini Diperkuat, Hindari Bentrok TNI-Polri
- Satreskrim Polres Cimahi Bekuk Empat Pelaku Spesialis Curanmor
- Kronologis 2 Polisi Jakpus Ditabrak Kurir Narkoba di Cirebon
- Bayar Rp500 Ribu Bonus Plus-plus, Panti Pijat di Citra Raya Digerebek Polisi
Jangan Asal Mandi, Lakukan Ini agar Kesehatan Kulit Terjaga

Seberapa sering kita mandi, biasanya tergantung dari usia kita. Orang tua, bayi, dan anak kecil umumnya lebih rentan terhadap kulit kering yang menyebabkan eksim, sehingga mandi setiap dua hari sekali adalah jalan terbaik.
Sedangkan untuk sebagian besar orang yang memiliki kulit relatif normal, tidak masalah mandi setiap hari, namun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari kulit kering. Hidrasi kulit dijamin oleh struktur dari sel-sel kulit mati di permukaan, yang terikat oleh senyawa pelembab alami.
Senyawa ini menjaga kelembaban di kulit kita dan mencegahnya menguap, tetapi sering mandi dapat menghilangkan "penghalang" ini. Kepada The Guardian, Kathleen Suozzi, asisten profesor dermatologi di Yale School of Medicine membagikan saran agar kita tidak merusak kulit saat mandi. Untuk melindungi kelembaban, hindari mandi dengan air panas atau mandi yang sangat lama.
Baca Lainnya :
- 10 Hal Terjadi pada Tubuh Bila Biasa Begadang0
- Angka Kematian Akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Apa Sebabnya? 0
- Update Corona di RI: 1.155 Positif, 102 Meninggal, 59 Sembuh0
- Ikatan Dokter Indonesia Ancam Mogok Tangani Pasien Corona0
- Cara Membuat Desinfektan Sesuai Standard WHO0
Setelah mandi, oleskan krim pelembab saat kulit kita masih lembab. Itu lebih efektif menyerap ke kulit ketimbang mengoleskan pelembab setelah mengeringkan diri secara menyeluruh. Jika kita memiliki kulit sensitif, hindari sabun yang sangat wangi atau mengandung bahan tambahan yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Pilih sabun yang cocok untuk jenis kulit kita.
Kita tidak perlu mencuci seluruh tubuh kecuali benar-benar kotor. Bagaimanapun, air sabun akan mengalir ke kaki kita. Namun, pangkal paha adalah area yang harus sering dicuci, karena area tersebut umumnya kotor karena patogen atau mikroorganisme.
Banyak orang ingin menggosok kulit mereka hingga bersih, tetapi sebagian besar produk eksfoliasi justru dapat menyebabkan abrasi mikro traumatis pada kulit.
Secara umum, jika kita ingin menghilangkan sel kulit mati, akselerator berbasis asam, seperti glikolat atau asam laktat lebih aman untuk dipakai. Ketika membersihkan kaki, produk yang mengandung urea, yang akan memecah sel-sel kulit mati dan kering, akan terasa lebih lembut pada kulit daripada scrub bersifat abrasif.[]






















