- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
Bayi lahir Tanpa Anus, Butuh Batuan Pemkab Garut

GARUT(POLKRIM)-Warga Kampung Pasirgoong, RT 01 RW 11, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut melahirkan bayi tanpa anus. Saat ini pasangan suami istri, Den Redi dan Ela Sumiati itu harus berjuang untuk kesembuhan anaknya.
Den Redi, ayah dari bayi tanpa anus itu menjelaskan, anaknya itu sekarang sudah menjalani operasi pertama. Dan dalam waktu dekat anaknya harus menjalani operasi kedua dan ketiga.
Operasi pertama sudah selesai dijalankan di RSUD dr. Slamet Garut. Namun sekarang ini harus ada dua kali lagi operasi agar bayi tanpa anus itu bisa hidup normal seperti anak pada umumnya.
Baca Lainnya :
- Dua Pembunuh Sopir Online di Garut Tetap Dihukum Mati0
- Anggota Komisi IX DPR Desak Pemerintah Publikasikan Peta Sebaran Covid-19 secara Rinci 0
- Yasonna Klarifikasi Usul Pembebasan Napi Korupsi0
- 5 Juta Pelanggan Berhasil Klaim, Ini Cara Dapatkan Token Listrik Gratis PLN0
- Resmi Tersangka, Saddil Ramdani Terancam 7 Tahun Penjara0
Den Redi menyampaikan ke awak media awalnya mereka tak tahu bahwa kondisi anaknya seperti itu. Barulah setelah dua hari mereka menyadari ternyata ada yang salah dengan kesehatan anaknya.
“Semenjak lahir baru kelihatan setelah dua hari. Bahwasanya kok sakit-sakitan gitu kan. Kelihatan pas hari Jumat istri melihat sampai ada darah lendir dari vagina kok seperti itu gitu kan. Kami pun juga sekeluarga kaget,” ujarnya, Kamis (25/11/21).
Mereka pun langsung membawa anaknya ke bidan, kemudian ke dokter terdekat. Kemudian dari dokter harus dirujuk ke rumah sakit Intan Husada. Namun dari Rumah Sakit Intan Husada dirujuk lagi ke RSUD dr. Slamet Garut.
Setelah RSUD dr. Slamet operasi pertama berhasil dilakukan. Dan saat ini menurut Den Redi, untuk keperluan biaya sudah ditanggung BPJS KIS.
“Proses awal ke RSUD ya alhamdulillah karena administrasi mengenai JKS KIS PBI sudah ditempuh, walaupun akta kelahiran belum mendapatkan,” ujarnya.
Namun masalahnya, sekarang ini Den Redi dan istri kewalahan mencari biaya. Karena ada beberapa keperluan medis yang harus dibeli.
Karena itulah dia pun sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut, Baznas dan berbagai instansi dan pihak lainnya untuk membantu.
Selama ini, menurutnya bantuan sudah pernah diberikan oleh Pemerintah Desa dan juga unsur pendidikan, yaitu sekolah terdekat di lingkungan. Pemerintah setempat pro aktif terhadap kondisi mereka, walaupun dari Pemerintah Kecamatan belum ada bantuan.
“Bantuan dari Dinas instansi di Cibatu Alhamdulillah respon dari desa, pihak sekolah. Kecamatan belum, kabupaten belum,” ujarnya.(mail)






















