- Hari Bhakti PU, Wabup `Infrastruktur Terus Di Genjot Sesuai Visi Misi Kab. Sukabumi`
- Pembagian Rapor Siswa di Jabar Diundur 10 Januari 2022
- 2 Teknisi Tewas Akibat Kebakaran Gedung Cyber Mampang
- Bambang Pamungkas Dipolisikan Amalia Fujiawati, Dugaan Penelantaran Anak
- Polres Cimahi Amankan Tukang Bubur Nyambi Jual Psikotropika
- Buat Foya-foya dan Check In Hotel, 2 Pelajar Gasak Kotak Amal Masjid
- Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Hanya Divonis 2,4 Tahun, Ibu Korban Tawuran Tak Terima
- Buruh KBB Kecewa Gubernur Tak Gunakan Hak Diskresi untuk Naikkan UMK 2022
- Faktor Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya
- Air Mata Valencya Meleleh, Langsung Sujud Syukur Dengar Vonis Bebas
- Doa Ketika Dilanda Rasa Cemas yang Luar Biasa
- Malam Tahun Baru, ini Ruas Jalan di Bandung yang Ditutup
- Dinkes Kota Cimahi Sebut 20 Warga Cimahi Terinfeksi HIV/AIDS
- Kabupaten Sukabumi Berstatus PPKM Level 2
- Ribuan Buruh Kabupaten Sukabumi Demo UMK tidak Naik
19 Desa di Jabar Masuk Kategori Risiko Tinggi Bencana

BANDUNG -- Masyarakat di Jabar diminta tetap waspada selama musim penghujan ini. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dani Ramdan, dari 5 ribu lebih desa yang ada di Jabar, ada 19 desa/kelurahan yang masuk resiko tinggi bencana. Sementara 3.500 skala bencana sedang dan yang rawan longsor 242 desa skala tinggi bencana longsor.
"Desa yang resiko tinggi bencana ini, mayoritas di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Garut. Jadi kita bentuk desa tangguh di desa resiko tinggi bencana ini," ujar Dani usai Upacara Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana di Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (24/11).
Selain itu, menurut Dani, pihaknya meminta Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menyiapkan pengetahuan dan peralatan. Selain ada Satgas, di desa rawan bencana tersebut kepala desa dibantu oleh Babinkamtibmas dan Linmas.
Baca Lainnya :
- 5 Juta Pelanggan Berhasil Klaim, Ini Cara Dapatkan Token Listrik Gratis PLN0
- Resmi Tersangka, Saddil Ramdani Terancam 7 Tahun Penjara0
- Kader PAN Kubu Amien Rais Dicopot dari Pimpinan Komisi DPR0
- Ancaman Penjara 6 Tahun dan Denda Rp1 M Penyebar Hoaks Corona0
- Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor0
"Ada juga anggaran desa dialokasikan untuk anggaran bencana," katanya.
Di desa resiko tinggi tersebut, kata dia, rawannya bencana longsor. Selain itu, di desa tersebut dibentuk desa tangguh bencana. Pemprov Jabar, membuat program pendampingan dan menyiapkan peralatan berat.
"Kami siapkan alat berat di Bogor, Cianjur, dan Garut. Kadang-kadang, bisa di kirim ke Sukabumi Selatan," katanya.
Dani menjelaskan, 19 desa tersebut dipilih berdasarkan skornya. Pertama, dilihat dari potensi bencana dan kecuraman tinggi. "Kalau kabupaten skor yang resiko bencananya paling tinggi sebenarnya Cianjur," katanya.
Hal itu, kata dia, dilihat dari potensi dan kerawanan bencananya. Daerah dengan indeks bencana tertinggi yaitu Garut dan Cianjur. "Prediksi puncak hujan terjadi pada Januari dan Februari. Makanya kami siaga 1 dari sisi bencana untuk mengantisipasi yang libur tahun baru," katanya.
Terkait jumlah korban bencana, kata dia, sepanjang tahun ini dari Januari sampai sekarang ada 48 korban bencana. Paling banyak, korban susur sunga ada 14 kasus.[]






















