Tukang Kubur Takut, Wakil Bupati Sidoarjo Pun Makamkan Sendiri Pasien Corona

By PolkrimNews 28 Mar 2020, 19:42:09 WIB Nasional
Tukang Kubur Takut, Wakil Bupati Sidoarjo Pun Makamkan Sendiri Pasien Corona


SIDOARJO-- Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin membagikan cerita ketika ia ikut memakamkan jenazah pasien corona. Meski hari sudah gelap, ia terpaksa ikut andil dalam pemakaman warganya itu.

"Dini hari menjelang subuh tadi, saya ikut memakamkan pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Saya turut berduka sedalam-sedalamnya dan semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amin," tulisnya di Facebook pada Kamis (26/3/2020).

Baca Lainnya :

Nur mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Surabaya belum siap menangani pemakaman pasien tersebut. Ini karena waktu yang sudah terlalu malam. Sedangkan, pasien corona harus dimakamkan sebelum 4 jam setelah dinyatakan meninggal.

Jenazah itu dimakamkan di Sidoarjo. Awalnya, penggali kubur tidak mau ikut memakamkan jenazah. Para penggali kubur ketakutan, mereka langsung mandi dan bergegas pergi.

"Mau tidak mau, saya yang harus mendatangi mereka dan memberi keterangan bahwa kami membutuhkan bantuannya. Pemakaman aman karena kita menjalankan SOP yang berlaku. Hingga harus meyakinkan bahwa saya sendiri juga ikut bersama-sama memakamkan jenazah tersebut, dan alhamdulillah mereka mengerti dan mau," cerita Nur.

Akhirnya, ada 5 orang yang ikut memakamkan jenazah pasien corona itu. Nur memakamkan jenazah itu bersama tiga orang penggali kubur dan dr. Atok.

Nur Ahmad memahami kekhawatiran masyarakat akan wabah ii. Tapi, menurutnya, kita tetap harus proporsional, Bun. Jangan terlalu takut dan jangan juga terlalu berani. Kita harus yakin bahwa wabah ini bisa dilalui.

"Saya ingatkan untuk tetap #dirumahaja Bagi tenaga kerja harian dan yang harus bekerja diluar, mohon agar lebih berhati-hati dan menaati himbauan. Selepas bekerja, jangan langsung menyentuh keluarga namun mandi terlebih dahulu," tulisnya.

Pemakaman jenazah pasien corona memang memerlukan prosedur khusus, petugas pemakaman harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Petugas juga harus menyemprotkan desinfeksi kepada jenazah dan dirinya guna mengurangi risiko penularan virus.

Petugas harus mencari lokasi pemakaman yang berjarak 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi juga harus berjarak minimal 500 meter dari pemukiman warga.

Jenazah pasien virus corona dikubur sedalam 1,5 meter dan ditutup dengan tanah setinggi 1 meter. Penguburan harus dilakukan dengan hati-hati dan terpisah dengan jenazah lain.

Selama mengikuti prosedur pemakaman dengan benar, mengubur jenazah pasien corona dapat berjalan dengan aman dan lancar.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar2Kanan-Iklan PTQB RQV Indonesia

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama