PSSI Ancam Pecat Shin Tae Yong

By PolkrimNews 21 Jun 2020, 12:43:40 WIB Olahraga
PSSI Ancam Pecat Shin Tae Yong

Jakarta,  Hubungan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dengan PSSI memanas dalam beberapa waktu terakhir dan berujung pada ancaman pemecatan. Berikut kronologi kasus kedua pihak.

Shin Tae Yong resmi jadi pelatih Timnas Indonesia dengan tugas berat yaitu membawa Indonesia berprestasi di Piala Dunia U-20 2021. Selain itu, Shin Tae Yong juga menangani Timnas Indonesia yang bakal berlaga di Piala AFF.

Baca Lainnya :

Berikut kronologi permasalahan Shin Tae Yong dengan PSSI:

1. PSSI Sebut Shin Tae Yong Legowo Potong Gaji

Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan menyebut Shin Tae Yong mendapatkan pemotongan gaji. Hal itu lantaran pandemi corona yang melanda dunia sehingga membuat beberapa efisiensi dilakukan.

Selama pandemi corona, PSSI sendiri mengizinkan Shin Tae Yong kembali ke Korea Selatan selama dua bulan.

Menurut laporan KBS, Shin Tae Yong juga menerima pemotongan gaji dari PSSI.

2. PSSI Sebut Shin Tae Yong Tiba di Indonesia Juli

PSSI ingin Shin Tae Yong kembali ke Jakarta di awal Juli dan mulai memimpin program latihan persiapan tim nasional secara langsung.

"[Kedatangan Shin Tae Yong ke Jakarta] sedang diatur. Pada dasarnya Shin Tae Yong dan teman-temannya sudah setuju ke Jakarta. Awal Juli dia sudah di Jakarta," kata Yunus Nusi melalui sambungan telepon, Jumat (12/6).

3. Shin Tae Yong Ingin Timnas Indonesia Latihan di Korea Selatan

Shin Tae Yong berharap Timnas Indonesia mengadakan pemusatan latihan di Korea Selatan. Shin Tae Yong menganggap situasi Korsel yang lebih kondusif dalam pandemi corona jadi alasan yang tepat untuk membawa Timnas Indonesia berlatih di sana.

"Saya meminta pendapat asosiasi mengenai hal ini, dan saya sudah menyusun road map ini dan akan memperjuangkannya. Sepertinya saya akan pergi [ke Indonesia] pada awal atau pertengahan Juli, tetapi di Indonesia banyak orang yang dikonfirmasi [mengidap covid-19], jadi tidak mudah untuk menentukan tanggal," ucap Tae Yong dikutip dari Hankyung.

"Saya sudah memberi road map kepada Asosiasi Sepak Bola Indonesia, karena Korea aman, saya berharap bisa membawa pemain dan berlatih sekitar satu bulan," kata mantan pemain dan pelatih timnas Korea Selatan ketika diwawancara Yonhap.

4. Komentar Shin Tae Yong di Media Korsel Menyulut Ketegangan

PSSI meminta klarifikasi dari Shin Tae Yong terkait sejumlah pemberitaan yang dianggap menyudutkan. Dalam pemberitaan-pemberitaan di media Korsel, Shin Tae Yong mengungkapkan sejumlah keluhan seperti ketidaknyamanan bekerja sama dengan PSSI, komentar tentang kepergian Ratu Tisha dari posisi Sekjen, dan keinginan untuk menggelar latihan di Korea Selatan.

"Kami juga sudah tanyakan, sudah konfirmasi ke Shin Tae Yong apakah benar statement itu, siapa tahu kan [tidak benar]. Kami tidak tahu media Korea seperti apa. Jadi kita tunggu dari Shin Tae Yong langsung. Kami tidak akan bicara selama belum ada omongan langsung dari Shin Tae Yong," ucap Yunus Nusi kepada wartawan di Kantor PSSI, Kamis (18/6).

5. PSSI Menolak Rencana Shin Tae Yong Latihan di Korsel

PSSI menolak rencana Shin Tae Yong berlatih di Korea Selatan. Lokasi latihan di Indonesia dianggap lebih masuk akal dilakukan karena Shin Tae Yong bakal memegang dua tim nasional sekaligus.

""Alasan teknis karena kita dihadapkan dua timnas yang harus latihan bareng, Timnas U-19 dan senior jika salah satu timnas dibawa ke Korea, berarti [Timnas] yang satu tidak kepegang," sebut Endri di Kantor PSSI, Kamis (18/6).

Kondisi-kondisi itu disebut Endri sudah dipikirkan masak-masak oleh PSSI. Termasuk mencari opsi lain jika TC harus digelar di zona hijau Covid-19.

"Jadi yang paling efektif TC digelar di Indonesia. Kami akan cari zona hijau, mungkin bisa di Yogyakarta atau Bali yang aman," sebutnya.

6. Ketua Satgas Timnas Indonesia Ancam Pecat Shin Tae Yong

Ketua Satgas Timnas Indonesia Syarif Bastaman memberikan ancaman pemecatan pada Shin Tae Yong.

"Saya tidak peduli siapa namanya, mau Maradona, Mourinho, Arsene Wenger, Alex Ferguson, sama. Dia memenuhi kewajiban atau tidak? Lihat saja di kontrak. Tidak ada harga, tidak ada barang. Barangnya itu dia harus hadir, sesuai dengan janji dia. Lalu sekarang dia mau melatih dengan syarat, anak-anak harus ke sana, belum lagi biaya dan segala macam," kata Syarif.

Syarif menyebut Shin Tae Yong mencari alasan dengan menggarisbawahi kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia lebih mengkhawatirkan ketimbang di Korea Selatan.

"Kalau dia [Shin Tae Yong] tidak datang harus kami evaluasi. Mungkin dipecat. Sejago apapun dia, sudah terikat kontrak. Kami minta minggu depan dia datang ke Jakarta. Kami lihat minggu depan datang atau tidak dia. Ada kemungkinan dia diputus kontraknya, karena tidak memenuhi kewajiban. Ada tiga bulan dia mangkir, walaupun mungkin dua bulan pertama karena ada alasan masuk akal," tegas Syarif.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar2Kanan-Iklan PTQB RQV Indonesia

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama