Menkeu Sri Mulyani Jawab Kemarahan Jokowi: Banyak Menteri Ketakutan Cairkan Anggaran

By Polkrim News 30 Jun 2020, 09:10:03 WIB Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani Jawab Kemarahan Jokowi: Banyak Menteri Ketakutan Cairkan Anggaran

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta kementerian untuk cepat merealisasikan stimulus di bidang ekonomi. Tujuannya, agar segera dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kecil dan mikro.

Hal itu ditegaskannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020). Video rapat internal berisi arahan Presiden Jokowi itu baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu (28/6/2020).

"Saya peringatkan belanja-belanja di kementerian. Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya karena uang beredar akan semakin banyak konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan menganggap ini biasa-biasa saja, percepat, kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya biar cepat. Kalau perlu perpres, saya keluarkan perpresnya."

Baca Lainnya :

"Untuk pemulihan ekonomi nasional misalnya saya beri contoh. Bidang kesehatan dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun. Baru keluar 1,53%, coba. Uang beredar di masyarakat itu ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi."

"Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, untuk tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan ini sudah disediakan Rp 70-an triliun seperti ini."

"Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan meskipun sudah lumayan tapi baru lumayan. Ini harus extra ordinary harusnya 100 persen."

Itulah penggalan kata-kata yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang kabinet di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan 18 Juni 2020 itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, salah satu hal yang terkesan para Menteri lamban entah dalam proses pencairan anggaran dan belanja semata mata bukan karena tidak ada uang.

"Alasan nggak punya uang itu enggak. Sudah di-secure. Masing-masing lembaga merasa mereka harus akuntabel dan hati-hati.  Karena like it or not, everybody merasa khawatir," papar Sri Mulyani di Gedung DPR saat Rapat bersama Komisi XI, Senin (29/6/2020).

Menurut Sri Mulyani, pertanggungjawaban penggunaan anggaran itu kepada seluruh rakyat. Sehingga peraturan pun harus sesuai.

"Agar tidak jadi masalah akuntabilitas itu makanya trade off-nya lama."

Sri Mulyani mengatakan dalam rapat kabinet telah mendapatkan banyak masukan dari Jaksa Agung, BPK, sampai KPK. Selain itu diskusi dengan LKPP dan auditor juga dilakukan.

"Penggunaan APBN akan dicoba lagi lebih cepat namun sesuai dengan aturan. Oleh sebab itu Kemenkeu juga terus berupaya mendukung penuh pemulihan ekonomi nasinal melalui skema pencairan anggaran yang mudah," tegasnya[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar2Kanan-Iklan PTQB RQV Indonesia

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama