Cara Bedakan Diare Akibat Hepatitis Misterius Vs Diare Biasa

By Polkrim News. 11 Mei 2022, 12:55:16 WIB Kesehatan
Cara Bedakan Diare Akibat Hepatitis Misterius Vs Diare Biasa

Jakarta -Terkait hepatitis misterius pada anak-anak yang kini merebak di sejumlah negara termasuk Indonesia, masyarakat diminta waspada dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika anak mengalami gejala serupa hepatitis. Namun mengingat salah satu gejalanya yakni diare, bagaimana membedakan diare gejala hepatitis dengan diare akibat virus?

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Muzal Kadim, SpA(K) menjelaskan, pada diare akibat rotavirus, umumnya muncul demam lebih dulu sebelum terjadi diare. Berbeda dengan diare akibat hepatitis, biasanya dibarengi demam yang ringan.

"Rotavirus yang itu terjadi pada anak didahului dengan demam. Demam lebih dulu, kemudian anaknya muntah dua hingga tiga kali, baru kemudian besoknya diare. Itu paling sering terjadi," ujarnya dalam diskusi daring, Rabu (11/5/2022).

Baca Lainnya :

"Diare biasanya cair sekali, berbau asam, ada kembungnya, merah di anus. Itu khas sekali diare pada anak atau diare bayi yang terkena rotavirus," imbuh dr Muzal.

Sedangkan pada diare akibat hepatitis, umumnya dibarengi mual yang hebat, serta demam yang lebih ringan dibandingkan demam akibat infeksi rotavirus. Lebih lagi, anak dengan hepatitis umumnya mengalami lemas dan nyeri di perut akibat pembesaran hati.

"Kalau hepatitis yang akut, hepatitis A yang banyak kejadian penularannya lewat saluran cerna. Gejalanya ada mual, tapi agak berbeda. Diarenya lebih jarang, mualnya lebih hebat. Demamnya ringan. Lemasnya terutama. Kemudian nyeri perutnya lebih karena pembesaran hati sudah besar di kanan atas," beber dr Muzal.

Ia menambahkan, tak mudah membedakan gejala diare akibat hepatitis dengan virus secara spesifik. Walhasil ia menegaskan, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala serupa.

"Itu kalau kita teliti secara detail. Tapi secara umum kalau menemukan kasus, agak-agak sulit membedakannya secara spesifik. Perlu dokter yang lebih ahli kalau kita sebagai orangtua atau awam lebih baik periksakan daripada terlambat," pungkas dr Muzal.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan 2http://www.staisabili.ac.id/Kanan - Iklan 1

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.