BUMD Jabar dan BUMN Sinergi Layanan Ketenagalistrikan

By Polkrim News 28 Jun 2020, 01:26:27 WIB Ekonomi
BUMD Jabar dan BUMN Sinergi Layanan Ketenagalistrikan

BANDUNG -- BUMD Jawa Barat PT Migas Hulu Jabar (MUJ) bersama mitra strategis PT Pilar Bahtera Energi (PBE) berkolaborasi dengan perusahaan PT PLN (Persero) memberikan layanan ketenagalistrikan untuk operasional industri sektor hulu migas milik Pertamina EP Asset 5, di Tabalong, Kalimantan Selatan.

Sinergi MUJ, PBE dan PLN menandai peresmian layanan super Ultima II, dengan dimulainya  pengoperasian Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) 10 MVA, pada Sabtu (27/6) di Lapangan Tanjung Pertamina EP Asset 5, Tabalong, Kalimantan Selatan.

Direktur Utama MUJ Begin Troys menyampaikan, dalam layanan tersebut MUJ bersama PT PBE sebagai provider DRUPS mendukung PLN dalam menyediakan kualitas listrik yang diperlukan operasi hulu migas Pertamina EP di Kalimantan Selatan. Adapun kontrak kerja sama yang dijalin yakni selama 15 tahun.

Baca Lainnya :

Begin menyatakan ini adalah kerja sama yang saling menguntungkan untuk layanan ketenagalistrikan. "Apalagi industri migas saat ini sedang berupaya melakukan efisiensi biaya produksi," ujar Begin dalam keterangan resminya, akhir pekan ini.

Bisnis baru MUJ ini, kata Begin, merupakan bukti MUJ selaku BUMD, tidak hanya menerima pendapatan dari pengelolaan PI 10 persen, tapi juga dapat mengoptimalkan manfaat tersebut untuk mendukung sektor usaha di bidang energi lainnya khususnya migas di Indonesia. "Seluruh jajaran MUJ berterima kasih dan mengapresiasi sinergi BUMD-BUMN ini," kata dia.

Dengan Layanan Super Ultima II, kata dia, semoga dapat menjadi kontribusi MUJ memberikan nilai tambah bagi PEP dan meningkatkan utilisasi daya PLN kepada pelanggan baru. Ia berharap semoga MUJ terus dipercaya untuk berkontribusi di lapangan-lapangan migas lainnya. "Kami siap terus bersinergi dengan PLN dan Pertamina," kata Begin.[]

 

Manajemen Pelaksana Sebut Insentif Kartu Prakerja Sudah Mulai Cair

JAKARTA,-Pemerintah dan Manajemen Pelaksana program Kartu Prakerja telah memulai pembayaran insentif kedua yang sempat tertunda kepada peserta gelombang I, II, dan III. "Bisa saya kabarkan bahwa sejak kemarin pembayaran insentif kedua untuk gelombang I, II, dan III telah dilakukan," kata Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky, Sabtu (27/6/2020).

Panji menuturkan, pembayaran insentif dilakukan secara bertahap dan ditargetkan akan selesai pada Senin (29/6/2020) atau Selasa (30/6/2020) pekan depan. Pembayaran insentif tersebut, lanjut Panji, dapat dilakukan setelah pihaknya menyelesaikan beberapa rencana aksi dari hasil evaluasi komite pengawas.

"Kami mendapat arahan dari komite untuk melakukan pembayaran insentif karena kami sudah menyelesaikan beberapa rencana aksi dan evaluasi masukan yang diberikan komite pengawas," ujar Panji.

Sebelumnya, Deputi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, pihaknya berjanji akan segera mencairkan insentif bagi para peserta pada pekan ini.

Hingga Selasa (23/6/2020), setidaknya terdapat 477.971 peserta yang telah menuntaskan satu pelatihan dan telah mendapat sertifikat. Dari jumlah itu, hanya 361.209 peserta yang telah menerima insentif. Sementara sisanya belum dibayarkan.

"Ada beberapa orang yang belum dibayarkan insentifnya. Ini akan kita keluarkan mungkin dalam minggu ini untuk bayarkan insentif tersebut," ujar Rudy dalam video conference, Senin (22/6/2020). Untuk diketahui, selain menghentikan pembayaran insentif, pemerintah juga untuk sementara belum membuka pendaftaran program Kartu Prakerja untuk gelombang IV.[]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

JADWAL SHOLAT HARI INI


Kanan - Iklan Sidebar2Kanan-Iklan PTQB RQV Indonesia

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Utama